Berita Terbaru

Tak Kunjung Digaji, Pemogokan Pekerja Medis di Arab Saudi Memasuki Hari Ke-5

Jum’at, 23 September 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Aksi mogok masal oleh ratusan petugas kesehatan di rumah sakit Saudi telah memasuki hari kelima. Para dokter, staf medis dan para perawat melakukan protes atas kondisi kerja yang semakin memburuk karena kekurangan uang.

Lebih dari 1.200 karyawan di Rumah Sakit Spesialis Sa’ad di kota Khobar, timur Saudi, mogok bekerja setelah mereka tidak dibayar sejak bulan Mei, Middle East Eye melaporkan.

Aksi pemogokan melibatkan karyawan dari dalam negeri dan tenaga kerja asing, meskipun ada larangan ketat oleh rezim Saudi pada semua kegiatan serikat industri dan perdagangan.

“Ini sangat tidak biasa bagi orang Saudi tidak mendapat bayaran… Saya di sini selama enam tahun dan ini pertama kalinya saya menghadapi masalah ini,” kata seorang dokter asal Inggris, yang berbicara dengan syarat anonim karena takut kehilangan pekerjaan.

dokter_asal_saudi

“Gaji harus dibayarkan, atau kita tidak akan kembali bekerja,” kata seorang dokter asal Amerika, pada kondisi anonimitas.

Seorang perawat asal Yordania juga mengatakan, “manajemen, dokter bedah, dan spesialis lainnya serta perawat … baik Barat, Asia, dan Saudi, semuanya mengambil tindakan secara bersama-sama.”

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada yang memimpin pemogokan atau hanya diselenggarakan dalam kelompok-kelompok media sosial, termasuk WhatsApp, Twitter, dan Facebook.

“Semua berbicara bersama-sama dan memutuskan untuk mogok,” tambahnya.

Rumah sakit Saad adalah bagian Group Perusahaan yang dimiliki oleh miliarder Saudi, Maan al-Sanea.

Dalam beberapa bulan terakhir, karena kurangnya uang tunai, perusahaan tidak mampu membayar gaji seluruh staf medis hingga menimbulkan pemogokan.

Para dokter perempuan dan perawat tidak dapat menyewa seorang sopir untuk mengantar mereka, sementara hukum di Saudi melarang wanita mengemudi mobil.

Sementara, para pekerja berpangkat rendah, yang sebagian besar dari negara-negara Asia selatan, dilaporkan paling menderita.

Seorang dokter asal Inggris mengatakan ia telah menyaksikan kekerasan terhadap pekerja dari Bangladesh, India, dan Pakistan.

“Pekerja seperti tahanan … Mereka mendapatkan paket makanan dari kedutaan mereka yang juga memberi mereka layanan kesehatan,” katanya.

keluarga_staf_medis_saudi

Seorang perawat asal Saudi juga mengatakan  “tidak memiliki cukup uang untuk anak-anak mereka, untuk menghidupkan mereka atau membawa mereka ke sekolah,” dan menambahkan, “Saya orang Saudi dan saya tinggal dengan keluarga saya, tapi bagaimana dengan staf asing?”

Perusahaan-perusahaan besar Arab Saudi, seperti; Saudi Oger dan Grup Binladin, juga belum membayar gaji kepada puluhan ribu pekerja mereka hingga dua tahun. [ARN]

About ArrahmahNews (10472 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Tak Kunjung Digaji, Pemogokan Pekerja Medis di Arab Saudi Memasuki Hari Ke-5

  1. Arab Saudi kesulitan keuangan, karena harga minyak turun, di samping itu harus membeli persenjataan, menyewa tentara bayaran, mendanai kelompok-kelompok millitan, dsb. Kalau di dalam negerinya yang ketat aturan saja sudah mulai banyak mogok, ini warning yang sudah merah. Bisa-bisa terjadi KUDETA !!

    Suka

5 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tak Kunjung Digaji, Pemogokan Pekerja Medis di Arab Saudi Memasuki Hari Ke-5 | Arrahmah
  2. Tak Kunjung Digaji, Pemogokan Pekerja Medis di Arab Saudi Memasuki Hari Ke-5 | ISLAM NKRI
  3. Bangkrut! Perusahaan Saudi Oger Digugat di Pangadilan | ISLAM NKRI
  4. Bangkrut! Perusahaan Pencetak Al-quran Saudi Digugat di Pangadilan – VOA ISLAM NEWS
  5. Bangkrut! Perusahaan Pencetak Al-quran Saudi Digugat di Pangadilan | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: