Berita Terbaru

Korban Ambisi Politik SBY dan Prabowo

Senin, 26 September 2016

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Hari Sabtu kemarin (24 September) saya dikejutkan oleh judul ‘headline’ di harian Tribun Medan tentang ketidak relaan Bu Any Yudhoyono atas naiknya putranya, Agus Yudhoyono, menjadi salah satu cagub DKI.

Pikiran saya pun langsung beralih ke status-status yang viral di media sosial sehari sebelumnya, yang isinya mencela keputusan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengorbankan karier militer putranya demi memenuhi ambisi politiknya. Bagi publik, apa yang dialamai Agus merupakan sebuah ironi karena mereka mengetahui bahwa untuk mewujudkan ambisi politik keluarganya, Agus harus mengakhiri karier militernya untuk selamanya.

Hal ini sangat beralasan karena Agus memiki prospek karier militer yang cemerlang. Berasal dari keluarga militer yang dihormati (selain ayahnya yang jendral berbintang tiga, kakeknya adalah mantan komandan pasukan khusus RPKAD yang berhasil menghancurkan gerakan pemberontakan PKI tahun 1965), sebagai putra mantan Presiden tentu memberinya nilai tambah yang sangat besar untuk mendorong karier militernya. Namun tiba-tiba saja, hanya untuk meraih ‘peluang’ menjadi gubernur, karier cemerlang itu dicampakkan begitu saja.

Keluarga Yudhoyono tentu sangat berkepentingan untuk menepis suara-suara miring tersebut. Maka, wartawan pun diundang untuk menuliskan ‘pandangan’ Any Yodhoyono tersebut.

‘Suara hati’ Any Yudhoyono itu tentu saja hanya sebuah trivia, atau hal yang tidak penting di tengah hiruk-pikuk pilkada DKI. Hal itu tidak berpengaruh terhadap apapun, tapi dengan pengaruhnya keluarga Yudhoyono bisa menjadikannya sebagai berita utama di media-media massa nasional. Lebih penting lagi, misalnya, memberitakan alasan kandidat kuat Yuslil Ihza Mahendra gagal melaju, atau apakah Anies Baswedan meminta ma’af kepada Prabowo agar bisa disetujui menjadi calon gubernur? Atau mengapa partai-partai ‘Islam’ PKB, Pan dan PPP seperti kerbau yang dicocok hidungnya mengikuti kemauan keluarga Yudhoyono?

Namun tidak ada ironi yang dialami oleh Prabowo dalam relasinya dengan Anies Baswedan. Menjadi musuh Prabowo dalam pilpres 2014 lalu, nama Anies tiba-tiba muncul di hadapan Prabowo untuk kemudian ‘memaksakan diri’ menjadi cagub DKI dengan menyingkirkan kandidat-kandidat lain yang sebelumnya telah menjadi wacana publik sebagai balon cagub DKI dari Gerindra-PKS, seperti Yusril Ihza Mahendra. Anies bahkan berhasil memaksa kandidat terkuat Gerindra-PKS hanya menjadi cawagub.

Sebagian besar pendukung Prabowo tentu saja marah dengan hal ini, meski Prabowo sudah memberikan alasan-alasannya kepada para pendukungnya, seperti adanya surat permintaan ma’af dari Anies Baswedan kepadanya, atau alasan lain bahwa Anies tidak membebani partai dengan biaya kampanye karena dibiayai oleh para pengusaha pribumi. Atau alasan lain bahwa menjadi korban ‘tipuan politik’ adalah sebuah risiko yang harus dihadapi semua politisi, seperti pengalamannya ditipu oleh Megawati, Jokowi dan Ahok.

Meski sebagian pendukungnya bisa menerima penjelasan Prabowo, bagi sebagian pendukung lainnya Prabowo dianggap terlalu baik, terlalu lemah, bahkan terlalu na’if. [ARN]

About ArrahmahNews (9661 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

6 Comments on Korban Ambisi Politik SBY dan Prabowo

  1. Prabowo dan yudoyono menurutku salah perhitungan dgn ambisi yg tdk msk akal, sby korbankan anaknya, bagaimana klo kalah di pilgub ? Dan prabowo mencalonkan anis yg dibawah yusril atau rizal ramli, lebih baik tdr bos drpd buang waktu percuma, harga diri pun semakin terinjak. Aku turut prihatin bos

    Suka

  2. mansarmansawan // Sep 28, 2016 pukul 8:08 pm // Balas

    Inilah namanya poitikus dadakan alias jago karbitan. Biasanya hasilnya sangat mengecewakan.

    Suka

  3. wahyu hidayat // Sep 29, 2016 pukul 10:22 am // Balas

    Perhitungan dan dibuat oleh sby cs.. kekuatan partai sudah digalang… MASYARAKAT yang akan MENENTUKAN…. persaingan itu indah .. tp Mereka hanya melihat sedikit kekurangan yang menjadi modal besar untuk menjelekan , menajiskan , meng antikan … padahal mereka membutakan mata kepala mereka sendiri … siapa yang sebenarnya BISA BEKERJA , BISA AMANAH , BERANI AMBIL RESIKO .. dengan satu tujuan PELAYANAN PADA MASYARAKAT adalah BUKAN PELAYANAN TIPU TIPU..

    DULU pelayanan amburadul , pemukiman masyarakat bawah tidak terperhatikan , KORUPSI SANGAT TINGGI , DEWAN bohongin masyarakat … kita merasa sedih .. merasa marah… tapi mau apa..? system membuat masyarkat menjadi bodoh , pemimpin berkolusi untuk pribadi dan partai… masyarakat jadi korban, semrawut , acak acakan , gak karuan…

    EHHH dia datang… bukan karna dia pintar , tapi karna suratan dan kemauna ALLAH dia ada jadi pemimpin kita… dia buktikan dia bisa , dia jujur , dia amanah… KALO URUSAN AGAMA dan Keyakinan, bukankah NABI MUHAMMAD juga berhubungan dengan non muslim untuk kehidupan..? selama dia tidakmengganggu jalanya ibadah Muslim , tidak melarang kegiatan keagamaan.. biarkan .. karna kita butuh orang seperti dia , sesuatau hal yang pemimpin muslim sebelumnya sudah salah pimpin , dan berkolusi untuk mendukung segolongan saja…

    Saya ,, dukung AHOOK.

    Suka

  4. Om Agus sepertinya kalah jauh …
    Mbah Yono kurang melihat arah pergerakan jaman…

    Suka

  5. saya gk ikutan soal politik lebaran kuda, naik kuda ataupun ketupat kuda.

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Korban Ambisi Politik SBY dan Prabowo | Arrahmah
  2. Korban Ambisi Politik SBY dan Prabowo | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: