Berita Terbaru

Shimon Peres, Penjahat Perang yang Mati Sebelum Diadili

Kamis, 29 September 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Kematian Shimon Peres pada hari Rabu kemarin dalam usia 93 tahun di tempat tidur sebuah rumah sakit dan bukan penjara menunjukkan bahwa berarti sekali lagi keadilan belumditegakkan. Sementara Israel mungkin menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan salah satu bapak pendiri rezim mereka, bagi rakyat  Palestina, kematian Peres menambah satu lagi  daftar penjajah yang  seharusnya bertanggung jawab terhadap penderitaan mereka, namun tak pernah dimintai pertanggung-jawaban. (Baca juga: Shimon Peres, Mantan Presiden Israel Meninggal Dunia)

Sejarah Hitam Shimon Peres

Media-media Barat dengan cepat bereaksi terhadap kematian Peres dengan potongan biografi dan daftar prestasi lengkap dengan puja-puji terhadap politisi dan mantan presiden rezim Israel itu. Namun, dalam rangka untuk mengetahui siapa Peres sebenarnya, seseorang hanya tinggal melihat sejarah untuk memeriksa kejahatan yang dilakukannya terhadap warga Palestina dan bangsa-bangsa lain di kawasan.

Peres sendiri adalah simbol dari pandangan yang bertentangan tentang eksistensi rezim Israel di Barat dan kawasan. Di Barat, gambaran untuk Peres dipoles sebagai pembawa perdamaian yang memenangkan Hadiah Nobel, dan di kawasan, ia secara realitas dilihat sebagai kolonialis Zionis yang berlumuran darah rakyat Palestina.

Keluarga Peres menetap di Palestina pada 1930-an dimana ia bergabung dengan Haganah, kelompok yang bertanggung jawab atas pembersihan etnis desa Palestina di 1947-1949 selama peristiwa Nakba, eksodus massal  warga Palestina dari tanah mereka. (Baca juga: Arab Saudi Bangun Kedutaan Raksasa di Israel)

Kemudian dalam hidupnya, Peres menjabat beberapa posisi menteri di samping menjabat sebagai perdana menteri dua kali dan presiden sekali.

Di Barat, ia dipandang sebagai orang yang memainkan peran utama dalam negosiasi yang mengakibatkan perjanjian Oslo 1993. Namun citra damai Peres sebagai burung merpati di Barat, disangkal oleh kenyataan bahwa ia adalah burung Nasar di Palestina dan kawasan.

Senjata nuklir

Peres telah digambarkan sebagai “arsitek dari program senjata nuklir Israel” yang, sampai hari ini, “tetap berada di luar pengawasan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).” Hal ini karena perannya selama ini ia menjabat sebagai menteri perang di tahun 50-an dan 60-an.

Memproduksi senjata nuklir hanya bisa untuk dua tujuan: menjualnya dan/atau menggunakannya. Pada tahun 1975, Peres kemudian dilaporkan bahwa ia telah menawarkan kepada Menteri Pertahanan Afrika Selatan PW Botha untuk menjual hulu ledak nuklir rezim apartheid. Tentu saja, ini hanya satu tawaran yang telah dibicarakan.

“Ancaman Demografi”

Shimon Peres juga memiliki peran dalam pencurian tanah massal dan pengusiran warga Palestina saat menjabat sebagai  direktur jenderal kementerian perang. Pasal 125, misalnya, mengizinkan pasukan Israel untuk menyebar di atas tanah Palestina dan mendeklarasikan zona militer tertutup. Saat itu, warga  Palestina tidak bisa memiliki akses ke properti mereka. Israel  menyita wilayah tersebut karena lahan disana sangat subur.

Peres mengklaim pasal  ini menjadi cara untuk “melanjutkan perjuangan untuk pemukiman dan imigrasi Yahudi secara langsung”. (Baca juga: Kedok Hubungan Mesra Israel-Saudi Terbongkar, Pangeran Saudi Tegaskan Tak Peduli Palestina)

Politisi yang sudah mati ini juga bertanggung jawab untuk upaya untuk mengurangi kehadiran etnis Palestina di Galilea. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan populasi Yahudi dan menyapu etnis Palestina di wilayah tersebut. Peres menganggap warga Palestina, yang tanahnya diduduki oleh rezim Israel itu, sebagai “ancaman demografi”.

Penggagas pemukiman ilegal

Sementara banyak orang Israel menuduh Peres merusak pentingnya pembangunan pemukiman, ia sebenarnya bertanggung jawab untuk pengembangan pemukiman illegal yang saat ini terus dilanjutkan Israel.

Selama masa jabatannya di tahun 70-an, beberapa permukiman di Tepi Barat dibangun, termasuk Ofra. Slogannya adalah: “Pemukiman di mana-mana.”

Baru-baru ini, ia mengaku memperkenalkan “rencana perdamaian”. Ia seolah-olah melindungi perundingan damai, dengan memberi sanksi meski sangat lemah untuk mereka yang tinggal secara ilegal di tanah Palestina.

Pembantaian Qana

Peres memiliki darah di tangannya, termasuk dari warga sipil Lebanon yang tewas dalam pembantaian selama “Operasi Grapes of Wrath” pada tahun 1996. Kemudian sebagai perdana menteri, ia memerintahkan operasi di mana 154 orang tewas di Libanon dan ratusan lainnya luka-luka. (Baca juga: Israel Perintahkan Youtube dan Google Sensor Video Kekejaman Zionis di Palestina)

Adegan mengerikan itu terjadi di sebuah desa kecil di Libanon selatan yang dikenal sebagai Qana. Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang sebuah kompleks PBB dan menewaskan 106 warga sipil yang bersembunyi di sana.

Peres menyatakan ia tidak memiliki penyesalan atas insiden tersebut.

“Semuanya dilakukan sesuai dengan logika yang jelas dan secara bertanggung jawab,” katanya. “Aku di pihak perdamaian.”

PBB kemudian menyatakan bahwa serangan itu tidak mungkin kesalahan.

Serangan di Gaza

Penerima Nobel Perdamaian itu, Peres, juga penghasut perang. Dia telah mendukung hukuman kolektif dan pertumpahan darah di Jalur Gaza dalam tiga perang terakhir.

Pada tahun 2009, Peres membenarkan kebrutalan pasukan Israel terhadap warga Palestina dengan mengatakan bahwa tujuan dari serangan “adalah untuk memberikan pukulan yang kuat kepada rakyat Gaza sehingga mereka akan kehilangan nafsu mereka untuk menembaki Israel”.

Tiga tahun kemudian ia terus mendukung pembunuhan sistematis warga Palestina di Gaza, sekaligus berakting sebagai pembawa perdamaian di media-media Barat.

Pada musim panas 2014, Peres membela pembunuhan empat anak yang sedang bermain di pantai ketika mereka dibombardir Israel.

Peres menyalahkan rakyat Palestina atas pertumpahan darah yang terjadi.

“Jika Gaza menghentikan serangan, maka tidak akan ada blokade,” kata Peres pada 2014 untuk membenarkan  blokade Israel di jalur Gaza. Penderitaan rakyat Palestina akibat pengepungan ini dianggap hukuman kolektif baginya.

Pengabaian Internasional

Peres secara jahat menggambarkan rakyat Palestina sebagai masayarakat yang menyakiti diri mereka sendiri dan seolah-olah tidak ada penindas, Israel tidak menzalimi mereka.

Ia menyatakan, “Mereka mengorbankan diri mereka sendiri. Mereka adalah korban tidak perlu dari kesalahan mereka sendiri”.

Masyarakat internasional sebagian besar bersalah karena membiarkan Israel terus saja tenggelam dalam ego kesombongan dan berbalik menuduh korban kejahatan Israel sebagai pelaku terhadap penderitaan yang mereka alami.

Jika saja komunitas internasional membawa penjahat seperti Peres ke pengadilan, mungkin Palestina akan memiliki pertarungan yang adil, mungkin pendudukan bahkan akan berakhir sendiri karena  pendudukan terus terjadi akibat Israel tahu bahwa mereka akan lolos begitu saja atas kejahatan apapun yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina.

Peres tidak pernah dituntut untuk kejahatan yang telah ia lakukan terhadap warga Palestina.  Ia tidak didakwa atas pembantaian di Qana. Ia mati pada hari Rabu dengan sebagian besar dunia telah memujinya sebagai pembawa “perdamaian” dan begitu sedikit yang membahas ketidakadilan yang telah ia tinggalkan. (ARN)

About ArrahmahNews (8873 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Shimon Peres, Penjahat Perang yang Mati Sebelum Diadili | Arrahmah
  2. Menteri Luar Negeri Bahrain Ucapkan Belasungkawa atas Kematian Shimon Peres | ISLAM NKRI
  3. Menlu Bahrain Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Shimon Peres – VOA ISLAM NEWS
  4. Menlu Bahrain Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Shimon Peres | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: