Berita Terbaru

Aroma Kepentingan Politik Dalam Skandal Dimas Kanjeng

Rabu, 05 Oktober 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Bukti-bukti bahwa praktik perdukunan dan penipuan yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng, pemilik padepokan dengan nama yang sama di Probolinggo, semakin terkuak. Setelah Dimas Kanjeng ditangkap Polisi dan dinyatakan sebagai tersangka penipuan penggandaan uang, dan kemungkinan terlibat dalam kasus pembunuhan dua orang pengikutnya, kini terbongkar pula adanya beberapa peti berisi batangan-batangan emas palsu dan uang palsu dari berbagai valuta asing di Makassar. Aparat dari Polda Sulsel dan Jatim bersama-sama melakukan operasi di rumah keluarga almarhumah Najmiah di Makassar dan menemukan setidaknya ada 4 peti berisi batangan emas palsu dan uang palsu.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan, menyatakan bahwa sebenarnya ada 9 peti yang dikirim ke Makassar oleh Dimas Kanjeng, namun 5 diantaranya dikembalikan karena hanya berisi kertas-kertas kosong. Sedangkan yang 4 peti diterima dan ternyata isinya adalah emas dan mata uang asing dari beberapa negara yang juga palsu! Peti-peti tersebut merupakan pemberian Dimas Kanjeng kepada Najmiah, yang telah membayar uang ‘mahar’ yang tidak tanggung-tanggung jumlahnya, yaitu sekitar Rp 202 miliar lebih. Pemebertian tersebut berlangsung bertahap sejak 2013 sampai sebelum Najmiah wafat, dan tampaknya beliau percaya bahwa Dimas Kanjeng akan mengembalikannya berlipat-lipat jumlahnya.

peti_emas_dimas_kanjeng

Dari temuan-temuan ini, patut dipertanyakan apakah tindak kriminalitas yang dilakukan Dimas Kanjeng adalah suatu hal yang semata-mata ‘murni’ penipuan uang untuk keperluan Dimas Kanjeng dan orang-orang dekatnya. Apalagi jika kemudian terdapat berbagai indikasi bahwa yang bersangkutan ternyat memiliki pengikut ribuan dan juga jejaring yang luas, yang mencakup mantan pejabat negara, politisi terkemuka, tokoh-tokoh adat, pemimpin ormas cendekiawan dan keagamaan, serta oknum-oknum aparat keamanan, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. Karena itu, penyelidikan sangat perlu untuk diperdalam dan diperluas karena jumlah uang yang luar biasa besar bisa jadi telah terkumpul dan bukan suatu yang berlebihan, jika muncul dugaan bahwa uang tersebut digunakan untuk mendanai berbagai kegiatan, termasuk untuk kepentingan politik.

Skandal Dimas Kanjeng ini merupakan sebuah bukti kongkrit bahwa keserakahan dan ambisi kekuasaan saling berkait sedemikian kuat dan mampu membuat nalar sehat dan status sosial terhormat telah dikorbankan dengan sia-sia. Bahkan lembaga keagamaan dan nilai-nilai spiritualitas telah dicemarkan dan didegradasi sedemikian vulgar, sehingga menjadi bahan pelecehan dan penistaan di dalam masyarakat. Dan dalam konteks kekinian, skandal ini bukan hanya menjadi perhatian di dalam negeri, tetapi saya yakin juga menjadi sorotan masyarakat internasional.

Tentu saja akan selalu terdapat pihak-pihak yang masih memberikan pembelaan terhadap Dimas Kanjeng dan para pendukungnya, dan mereka akan menggunakan berbagai dalih untuk membungkus praktik kriminal tersebut, termasuk menggelar wacana spiritualitas dan kegaiban. Namun pihak penegak hukum seyogyanya terus mencari dan mendalami kasus ini, termasuk mengungkap aktor-aktor intelektual di balik skandal ini. Bahkan tak ada salahnya untuk menyelidiki kemungkinan adanya kekuatan politik dan berbagai agenda yang ada di baliknya. Sebab rasanya tidak mungkin jika skandal yang demikian massif, sistematis, dan terstruktur seperti ini hanya merupakan sebuah tindak pidana “murni” penipuan saja. (ARN)

About ArrahmahNews (8873 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Aroma Kepentingan Politik Dalam Skandal Dimas Kanjeng | ISLAM NKRI
  2. Aroma Kepentingan Politik Dalam Skandal Dimas Kanjeng | Arrahmah
  3. Dalam Skandal Dimas Kanjeng, Ada Kekuatan Politik yang Melindunginya ? – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: