Berita Terbaru

Ancaman Sektarianisme di Indonesia

Selasa, 11 Oktober 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – “Sektarianisme adalah sebuah bentuk pemerosotan keduniawian dengan kedok agama. Ia (bahkan) dapat mengembangbiakkan suatu kesempitan dalam nurani lebih besar ketimbang pemujaan keduniaan berdasar kepentingan material.” (Rabindranath Tagore, penyair, pendidik, dan peraih Nobel asal India, 1861-1941). (Baca juga: Datangi MUI, Ulama Lebanon: INGAT! Isu Sektarian Alat Barat Pecah Belah Umat Islam)

Kembalinya wacana sektarian dan primordialisme di Indonesia saat ini, bukanlah suatu gejala yang singular atau hanya di negeri ini. Politik identitas sedang menggejala dan marak di seluruh muka bumi, bahkan di negara-negara maju dan demokrastis seperti di AS dan Eropa Barat. Muncul dan berkembangnya ideologi transnasional Jihadi dan aksi-aksi teror di Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Asia semuanya tak lepas dari akar sektarianisme dan primordialisme. (Baca juga: Sekjen ISNU: Wahabi dan Barat Hancurkan Islam dengan Isu Sektarian dan Palsukan Hadis Aswaja)

Kita sebagai bangsa yang DNA-nya adalah kemajemukan, tak bisa berpangku tangan apalagi menyerah terhadap ancaman wacana primordialisme dan praksis sektarianisme tersebut. Alm. Gus Dur, Presiden RI ke 4, adalah salah seorang pemimpin bangsa yang selalu mengingatkan tentang bahaya sektarianisme bagi bangsa dan negara kita. Karenanya beliau selalu berusaha mengajak kembali kepada asas kebangsaan sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa serta bernegara di Indonesia. (Baca juga: Wawancara Metro TV dengan Grand Syaikh Al-Azhar Saat Kunjungan di Indonesia)

Akhir-akhir ini, terutama di ibu kota Jakarta, wacana dan aksi primordialisme tampaknya sedang diangkat dan “dirayakan” oleh sementara elite politik dan agamawan serta kalangan masyarakat sipil seperti ormas, cendekiawan, dan disebarluaskan oleh media-media radikal, khususnya media sosial. Narasi yang sangat mengemuka, dan seringkali di luar nalar sehat, adalah menjadikan agama sebagai arena perebutan hegemoni kuasa. Melalui narasi itu diciptakanlah sebuah suasana mencekam dan menakutkan di ruang publik, dengan melancarkan perang urat syaraf (psywar) dan gerakan massa untuk menekan kelompok tertentu. (Baca juga: Ketum ICMI, Jimly Asshiddiqie: Umat Islam Jangan Mau Diadu Domba dengan Isu Sektarian)

Suasana seperti itu sengaja dikondisikan agar negeri ini seakan-akan sedang menghadapi krisis yang serius dalam kepemimpinan politik, pembangunan ekonomi, dan harmoni sosial seperti masa-masa sebelum reformasi. Padahal kondisi dan situasi saat ini sejatinya cukup stabil dan masyarakat Indonesia berangsur-angsur semakin menyadari pentingnya kohesi sosial. Namun demikian, negara dan aparat negara serta organisasi masyarakat sipil tak boleh lengah dan meremehkan pengkondisian dengan wacana primordialisme dan sektarianisme ini. Sebab ia akan seperti bola salju yang awalnya kecil teapi jika menggelinding terus menerus akan menjadi sangat besar.

Demikian pula kita sebagai individu-individu warganegara yang bertanggungjawab juga tidak boleh mendiamkan negeri ini dirongrong oleh wacana dan aksi primordialisme dan sektarianisme ini. Kita wajib mendukung para penyelenggara negara dan aparat hukum agar mereka jangan sampai ditekan dan didikte oleh kekuatan-kekuatan tersebut. Narasi dan aksi primordialisme dan sektarianisme mesti dihadapi secara tegas, terukur, dan rasional dengan senantiasa berlandaskan aturan hukum yang berlaku. (ARN)

Penulis; Muhammad A S Hikam.

About ArrahmahNews (10530 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Ancaman Sektarianisme di Indonesia | ISLAM NKRI
  2. Ancaman Sektarianisme di Indonesia | Arrahmah
  3. “Sektarianisme” Ancaman Serius Bagi Indonesia – VOA ISLAM NEWS
  4. “Sektarianisme” Ancaman Serius Bagi Indonesia | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: