News Ticker

Setelah Tendang AS, Duterte Bangun Hubungan Pertahanan Dengan China dan Rusia

Selasa, 11 Oktober 2016,

FILIPINA, ARRAHMAHNEWS.COM – “Mungkin kita harus mengkaji ulang (hubungan),” kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana. “Apakah itu menguntungkan kita? Apakah kita mendapatkan apa yang kita harus dapatkan dari aliansi itu?.”

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebabkan badai diplomatik dengan menyatakan bahwa latihan militer gabungan AS-Filipina akan dihentikan, perjanjian pertahanan akan ditinjau dan hingga waktu yang dirahasiakan, ia mungkin akan “putus” dengan Amerika Serikat. (Baca juga: Duterte Tantang Obama Bunuh Dirinya Jika Berani)

Nilai bantuan militer AS ke Filipina adalah “tidak banyak,” kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana, dan militer bisa meminta Kongres untuk menebus kekurangan sekitar US $ 50 juta-US $ 100 juta/tahun. Lorenzana juga menambahkan bahwa Filipina bermaksud membeli senjata dari China dan Rusia.

Duterte terkenal karena berdiri kejam terhadap kejahatan sejak menjadi walikota dari kota selatan, kemudian memenangkan pemilihan pada bulan Mei, dengan janji menghapus obat dan pengedar narkoba.

Dia mengatakan pada Kamis lalu, jika Amerika Serikat dan Uni Eropa keberatan dengan perang obat dan menggertak menarik bantuan, mereka harus melakukannya, dan Filipina tidak akan mengemis.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby menanggapi itu dengan mengatakan total bantuan AS ke Filipina yang dimulai pada 1 Oktober adalah US $ 180.000.000 “dan kami berkomitmen” untuk memberikan itu.

Lorenzana mengatakan dia yakin tujuan Duterte adalah untuk versifikasi hubungan luar negeri Filipina dan memotong ketergantungan pada mantan penguasa kolonial Amerika Serikat. (Baca juga: Duterte Ingin Bebaskan Filipina dari Belenggu AS)

“Mungkin kita harus menilai ulang tentang hubungan ini,” katanya. “Apakah menguntungkan kita?, Apakah kita mendapatkan apa yang kita harus dapatkan dari aliansi?”.

Pada hari Senin, Duterte mengatakan Presiden AS Barack Obama harus “pergi ke neraka”. (Baca juga: Duterte Bersumpah Akhiri Latihan Militer Dengan AS)

Duterte anti-AS, berdiri mengikuti garis yang sama dengan Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay yang mengatakan Duterte ingin membebaskan negara dari “belenggu ketergantungan” pada Amerika Serikat.

Yasay mengatakan Presiden “terpaksa menyetel kembali” kebijakan luar negeri Filipina yang tidak akan tunduk pada tuntutan dan kepentingan AS. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

6 Trackbacks / Pingbacks

  1. Setelah Tendang AS, Duterte Bangun Hubungan Pertahanan Dengan China dan Rusia | Arrahmah
  2. Setelah Tendang AS, Duterte Bangun Hubungan Pertahanan Dengan China dan Rusia | ISLAM NKRI
  3. Duterte Bangun Hubungan Pertahanan Dengan China dan Rusia Pasca Habisi AS – VOA ISLAM NEWS
  4. Duterte Bangun Hubungan Pertahanan Dengan China dan Rusia Pasca Habisi AS | ISLAM NKRI
  5. Perangi Narkoba, China Dukung Tindakan Duterte – VOA ISLAM NEWS
  6. Perangi Narkoba, China Dukung Tindakan Duterte | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: