Berita Terbaru

MUI Jawab Fitnah Pungutan 480 Triliun dengan Fitnah

#ArrahmahNewsMerahPutih

Senin, 17 Oktober 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa mendapat fitnah bertubi-tubi tak lama setelah mengeluarkan rekomendasi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Beberapa media daring seperti islamnkri, nkritoday, infomenia, hatree,me, sampai media syiah ArrahmahNews.com memuat berita yang sama dan tendensisus, mengutip keterangan MUI yang beredar via WhatsApp dan media cetak maupun online hari ini (17/10.

#ArrahmahNews

MUI yang mengaku terpojokkan nampaknya mulai berbicara ngawur atau menjawab fitnah dengan fitnah. Setidaknya, yang pertama mereka telah menyatakan bahwa Arrahmahnews.com telah memberitakan berita yang sama. Sementara, Pemred ArrahmahNews.com mengatakan bahwa medianya tidak pernah menurunkan berita seperti yang dituduhkan. Kedua, MUI juga menyatakan bahwa ArrahmahNews.com disebut sebagai media Syiah, kami tegaskan sekali lagi bahwa ArrahmahNews.com bukan media Syiah, dan tidak terkait golongan apapun. ArrahmahNews.com adalah media yang Independen dan moderat. Sebuah media yang terintegrasi, fokus pada menyampaikan muatan berita-berita luar negeri, khususnya Timur Tengah, dan ikut mengimbangi berita-berita fitnah yang disebarkan oleh kelompok radikal dan ekstrimis, media ini juga sebagai salah satu suara rakyat yang ingin membantu negara dalam menghadapi Proxy War dari kelompok-kelompok anti Pancasila dan Khilafah. (Baca juga: Pemilik “Arrahmah” Mantan Teroris dari Keluarga Pendukung Al-Qaeda Fitnah Media Aswaja ArrahmahNews.com)

Justru, kami melihat pernyataan MUI cenderung tendesius, berbau SARA dan Sektarian. Dimana MUI terlihat ingin cuci tangan dari tuduhan dengan melemparkan isu Syiah dibalik fitnah pungutan liar MUI senilai 480 Triliun. Dengan pembelokan fakta tersebut, tentu mereka ingin menggiring opini publik pada Syiah, dan membuat masyarakat lupa terhadap 480 Triliun, ini sangat berbahaya sekali seperti yang kita ketahui bersama bahwa seringkali fatwa-fatwa MUI ini menyebabkan timbulnya kegaduhan di republik tercinta ini, seperti yang di ungkap oleh Almarhum Adnan Buyung Nasution bahwa MUI dianggap harus bertanggung jawab atas maraknya tindak kekerasaan keagamaan. Fatwa aliran sesat yang mereka keluarkan kerap berbuah aksi penyerangan atas kelompok keyakinan tertentu. Terkait itu, Adnan Buyung Nasution berpendapat sebaiknya lembaga MUI sebaiknya dibubarkan. (Baca juga: Wahabi Aktor Sektarianisme di Indonesia)

Selain itu juga tak kalah pedasnya komentar dari Gus Mus yang mempertanyakan keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurutnya hingga kini status keberadaan MUI tidak jelas. Padahal MUI mengatasnamakan diri sebagai ulama. “MUI itu sebenarnya makhluk apa? Enggak pernah dijelaskan. Ujuk-ujuk (tiba-tiba) dijadikan lembaga fatwa, aneh sekali,” kata Gus Mus.

Gus Mus mempertanyakan sebenarnya apa status MUI. Ia pun bertanya kepada para hadirin, “Itu MUI makhluk apa? Instansi pemerintah? Ormas? Orsospol? Lembaga pemerintahankah? Tidak jelaskan? Tapi ada anggaran APBN. Ini jadi bingungi (membingungkan)”.

Menurut Gus Mus, penggunaan nama ulama bisa disalahgunakan. Di MUI, kata dia, asal bisa jadi pengurus MUI maka akan disebut sebagai ulama, meski hanya menjadi sekretaris maupun juru tulis. “Ya, juru tulis itu akan disebut ulama. Mosok pengurus majelis ulama tidak ulama,” kata Gus Mus, yang disambut tawa para hadirin.

Irfan Helmi

Kenapa MUI harus mengeluarkan statemen sektarian dan SARA untuk melakukan pembelaannya? Apa itu resmi MUI yang mengeluarkan statement seperti itu? Apa ada surat resmi dari MUI yang memberikan bantahan seperti itu. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi saat salah satu anggota MUI Irfan Helmi yang mengeluarkan statement kunjungan Syaikh Al Azhar dengan fitnah yang pada akhirnya MUI mengklarifikasinya bahwa statetemen itu bukan dari MUI tapi dari perorangan. (Baca juga: Datangi MUI, Ulama Lebanon: INGAT! Isu Sektarian Alat Barat Pecah Belah Umat Islam)

Bahkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH Ahmad Cholil Ridwan Lc mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Apakah MUI ini tidak mau intropeksi diri jika di dalamnya ada anggotanya yang anti kepada Pancasila.

Cholil Ridwan

Nasehat untuk MUI

Dengan mengutip UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Ketua Komisi Informasi Pusat, Abdul Hamid Dipopramono, mengingatkan bahwa MUI adalah badan publik yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN, APBD, dan sumbangan masyarakat atau luar negeri. Karena itu, menurutnya, MUI wajib membuka laporan keuangannya ke hadapan publik. (Baca juga: Membongkar ‘Makar’ Irfan Helmi Wahabi di MUI)

“MUI itu bukan lembaga bisnis. Kalau lembaga bisnis murni, memang tidak punya kewajiban untuk membuka (informasi) ke publik. Tapi (MUI) kan mendapat anggaran dari pemerintah maupun masyarakat, jadi dia harus terbuka. Badan publik yang mendapat APBN, APBD, dana masyarakat, tapi tertutup, tidak mencerdaskan bangsa. Saya kira nggak benar. Lalu uang itu kemudian untuk apa?” kata Abdul Hamid.

Abdul Hamid lalu menyoal transparansi sertifikasi halal MUI. Hingga saat ini, belum jelas seberapa banyak sertifikasi halal yang telah dikeluarkan MUI dan berapa besar jumlah pemasukan maupun pengeluaran MUI. (Baca juga: Gerakan Anti-Pancasila Ancaman Indonesia dan NU)

Seharusnya bila MUI tidak mau dituding korupsi 480 triliun sebagaimana yang dituding media online, MUI harus mau diaudit. Kenyataannnya MUI menolak diaudit padahal dari 1,7 juta pengusaha, MUI mengakui baru mengeluarkan 13000 sertifikat halal sampai tahun 2014. Tentu, ga ada yang percaya?? Apa susahnya MUI melakukan transparansi agar masyarakat tahu betul lembaga itu benar-benar bersih atau tidak?. (ARN)

About ArrahmahNews (9661 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. MUI Jawab Fitnah Pungutan 480 Triliun dengan Fitnah | Arrahmah
  2. Maman Imanulhaq Minta MUI Segera Umumkan Laporan Keuangan ke Publik | ISLAM NKRI
  3. Maman Desak MUI Segera Umumkan Laporan Keuangan ke Publik – VOA ISLAM NEWS
  4. Maman Desak MUI Segera Umumkan Laporan Keuangan ke Publik | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: