Trending News

Ketika Anak-anak Mosul Ceritakan Kekejaman ISIS

Iraqi Children from Mosul Speak of ISIS Crimes

Minggu, 23 Oktober 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, HASAKAH – Anak-anak Irak telah mengalami penderitaan mengerikan di bawah pemerintahan teokratis ISIS/Daesh. ARA News dalam sebuah kesempatan berbicara dengan beberapa pengungsi anak di Kamp al-Hawl, yang terletak di provinsi Hasakah, timur laut Suriah. Anak-anak yang baru-baru ini melarikan diri dari Mosul itu memiliki satu keinginan yang sama, mereka ingin kembali ke sekolah. (Baca juga: #PrayForIrak, Pesawat Perancis Sasar SD Fatimah Zahra di Mosul Irak, 28 Anak Tewas)

“Kami telah melarikan diri dari Daesh. Kami tidak pergi ke sekolah selama tiga tahun, ” ujar Khatab, seorang anak remaja dari Mosul kepada ARA News. Daesh adalah singkatan bahasa Arab untuk ISIS.

Di tempat manapun ISIS berkuasa, mereka melarang pendidikan untuk anak-anak perempuan dan membatasi pendidikan untuk anak laki-laki. Ketika sekolah dibuka, mereka dipaksa untuk mengajarkan kurikulum jihad yang menekankan militerisme dan Tafsir Islam ala aliran wahabi mereka, sebuah penafsiran yang terbatas.

Anak-anak yang berhasil mencapai Kamp al-Hawl itu telah memohon administrator kamp untuk membuka sekolah bagi mereka. Mereka yang berbicara kepada Kantor Berita ARA sangat ingin untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami berharap pengelola kamp akan membuka sekolah bagi kami sehingga kami dapat melanjutkan pendidikan kami sampai kami bisa kembali ke rumah,” kata Khatab sebagaimana dikutip ARA News, Minggu (23/10).

Raged, seorang gadis 10 tahun dari Mosul, mengatakan kepada ARA News bahwa ia ingin belajar dan mengisi kesenjangan dalam pendidikannya. “Kami lolos dari ISIS. Saya datang ke kamp dengan ayah saya dan anggota keluarga lainnya. Saya ingin pergi ke sekolah. Mereka merampas hal itu dari kami, hak kami untuk memperoleh pendidikan, “katanya. (Baca juga: ISIS Latih Tentara Anak Jadi Sadis dan Pembunuh)

Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terkena dampak perang, karena mereka tidak bisa mendapatkan hak mereka yang paling dasar. Mereka juga dalam masa pertumbuhan, mereka mengalami trauma namun sering tidak dapat memahami peristiwa traumatis yang menimpa mereka. Bahkan setelah perang, banyak profesional kesehatan yang percaya bahwa anak-anak Irak dan Suriah akan tetap terhambat secara emosional.

Raged menceritakan ia dan ibunya harus meninggalkan provinsi Niniwe di Irak. “Daesh memaksa kami selalu memakai pakaian hitam. Banyak dari kiam tidak bisa bersama keluarga kami lagi. Ibu saya sakit dan kakak saya tidak bisa datang, sehingga mereka tertinggal, “katanya.

“Anak-anak kami telah kehilangan pendidikan mereka selama bertahun-tahun karena invasi ISIS,” ungkap Hindi Ahmed, seorang pengungsi yang lebih tua, kepada ARA News. “Kami telah hidup di antara monster. Di sini, di Kamp al-Hawl, kami berharap mendapat keselamatan dan pendidikan untuk anak-anak kita. ” (ARN)

About arrahmahnews (7518 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

5 Trackbacks / Pingbacks

  1. Ketika Anak-anak Mosul Ceritakan Kekejaman ISIS | Arrahmah
  2. Cerita Pilu Anak-anak Mosul Tentang Kekejaman ISIS – VOA ISLAM NEWS
  3. UNICEF: Setengah dari Pengungsi Mosul adalah Anak-anak | ISLAM NKRI
  4. UNICEF: 50% dari Pengungsi Mosul adalah Anak-anak – VOA ISLAM NEWS
  5. UNICEF: 50% dari Pengungsi Mosul adalah Anak-anak | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: