Trending News

Studi: Mulai 2030 Diperkiakan 5,5 Juta Wanita Meninggal Pertahun Akibat Kanker

Kamis, 03 November 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, PARIS – Sebuah studi melaporkan bahwa hampir 60 persen perempuan di dunia mungkin menjadi korban berbagai jenis kanker pada tahun 2030. Laporan ini menunjukkan peningkatan yang meroket dalam hitungan kurang dari dua dekade.

Laporan The Global Burden of Cancer in Women yang diungkap pada hari Selasa di Kongres Kanker Dunia di Paris menunjukkan bahwa secara mengejutkan penelitian mereka menunjukkan angka tinggi yaitu sekitar 5,5 juta perempuan akan meninggal akibat kanker setiap tahunnya mulai tahun 2030, jauh lebih tinggi dari 3,5 juta kematian dari 6,7 juta kasus kanker yang tercatat pada tahun 2012.

“Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 9,9 juta kasus dan 5,5 juta kematian di antara wanita per tahun pada tahun 2030 sebagai hasil dari pertumbuhan dan penuaan penduduk,” kata laporan itu, memperingatkan bahwa jumlah korban tertinggi akan berada di antara perempuan yang berasal dari ekonomi menengah kebawah karena mereka tidak mampu memiliki pemngobatan untuk mencegah penyakitnya berkembang.

Laporan, yang disusun oleh American Cancer Society dan perusahaan farmasi Merck itu menyoroti ketimpangan geografis yang luas dalam ketersediaan sumber daya dan langkah-langkah pencegahan serta pengobatan untuk memerangi kanker, mengatakan proporsi yang jauh lebih kecil dari kasus kanker yang berhasil didiagnosa berada di negara-negara miskin.

Dikatakan sebagian besar kasus kanker masih dilaporkan di negara-negara berpenghasilan tinggi di Eropa, Amerika dan Asia karena mereka memiliki akses yang lebih baik untuk skrining dan deteksi. Namun, kelompok yang jauh lebih besar meninggal di negara-negara miskin seperti Zimbabwe, Malawi, Kenya, Mongolia dan Papua New Guinea.

Ia juga mengatakan bahwa perawatan kesehatan yang lebih baik yang disediakan di negara-negara berkembang, telah menyebabkan umur lebih lama untuk orang-orang yang terkena dengan menekan pertumbuhan kanker. Dikatakan perempuan dalam masyarakat ini terlibat dalam aktivitas fisik, diet yang tidak sehat, obesitas, dan faktor-faktor reproduksi seperti menunda kehamilan, yang berarti bahwa transisi ekonomi yang cepat meningkatkan risiko kanker bagi negara-negara tersebut.

Laporan itu mengatakan kanker serviks masih yang paling lazim di negara-negara miskin sedangkan negara berkembang memiliki angka kanker kolorektal lebih tinggi. Dikatakan kanker payudara dan paru-paru umum di kedua negara kaya dan miskin. Namun, menambahkan bahwa semua empat jenis kanker itu sebagian besarnya dapat dicegah atau dengan dideteksi dini, ketika pengobatan masih lebih mudah.

Kanker merupakan penyebab kedua kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Estimasi menunjukkan bahwa kanker sudah membunuh satu dari tujuh wanita di seluruh dunia. (ARN)

About arrahmahnews (7533 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Studi: Mulai 2030 Diperkiakan 5,5 Juta Wanita Meninggal Pertahun Akibat Kanker | Arrahmah
  2. Studi: Mulai 2030 Diperkiakan 5,5 Juta Wanita Meninggal Pertahun Akibat Kanker | ISLAM NKRI
  3. Penelitian: 2030 Jutaan Wanita Diperkiakan Meninggal Pertahun Akibat Kanker – VOA ISLAM NEWS
  4. Penelitian: 2030 Jutaan Wanita Diperkirakan Meninggal Pertahun Akibat Kanker – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: