Trending News

Perlukah Presiden Jokowi Mengundang SBY?

Kamis, 24 November 2016

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARATA – Usulan agar Presiden Jokowi bertemu dengan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menurut hemat saya, perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh dan diakomodasi oleh Istana, sebagai semacam sentuhan akhir atau ‘finishing touch’ dalam mewujudkan stabilisasi politik di tingkat elite yang beberapa waktu ini sempat mengalami keguncangan menyusul kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI (non-aktif), Basuki Tahaja Purnama (BTP) alias Ahok. [Baca; Siapa Penunggang Kuda yang Mau Menjegal Jokowi?]

Hal ini penting agara Presiden Jokowi semakin memiliki confidence bahwa beliau benar-benar telah dapat mengendalikan situasi, dan khususnya mengisolasi pihak-pihak yang berusaha memakai kasus Ahok tersebut sebagai papan loncat bagi tujuan akhir berupa pergantian rezim (regime change) melalui gerakan massa yang didasari primordialisme dan sektarianisme.

Presiden Jokowi dan aparat hukum serta keamanan, telah cukup efektif melakukan tindakan preventif melalui percepatan proses hukum terhadap Ahok, serta menciptakan rasa aman bagi publik melalui kinerja Kapolri dan Panglima TNI dalam menghadapai kemungkinan terjadinya demo susulan pasca-411. Kendati mendapat kritik dari beberapa pihak, seperti kelompok GNPF-MUI dan juga LSM seperti LBH, terkait pembatasan aksi demo 212 bulan depan, tetapi publik tampaknya cenderung menanggapi positif alasan-alasan yang dikemukakan oleh Kapolri yang juga didukung oleh Panglima TNI dan Presiden Jokowi sendiri.

Statemen Kapolri dan Panglima TNI terkait adanya agenda makar pada aksi-aksi demo susulan (25 Novemebr atau 2 Desember), juga memberikan efek politis dan psikologis, yang berdampak kepada rencana demo tersebut. Last but not least, safari “blusukan ke atas” dan juga pertemuan-pertemuan yang dilakukan Presiden Jokowi dengan para elite politik, mampu mencairkan ketegangan politik dan bahkan munculnya berbagai statemen dari ormas-ormas Islam besar yang menghimbau agar ummat Islam tidak mengikuti aksi demo 212.

Pemulihan stabilitas politik yang relatif cepat ini tentu akan lebih signifikan apabila Presiden Jokowi juga mengajak SBY di dalamnya, setidaknya untuk menunjukkan bahwa tindakan Presiden Jokowi adalah keinginan menciptakan inklusifisme politik menghadapi ancama bersama, yakni politik sektarian yang membahayakan kepentingan nasional bersama. [Baca; Tito; Demo 25 November Ingin Duduki DPR dan MPR Untuk Gulingkan Jokowi]

Kendati SBY memiliki kepentingan politik dalam pemenangan Pilkada DKI, tetapi tak berarti bahwa beliau harus dikesankan berada dalam lingkup pengaruh atau satu kubu dengan kepentingan gerakan kaum sektarian tersebut. Saya menganggap bahwa ancaman kelompok sektarian ini harus bisa diminimalisasi secara efektif di Jakarta, agar tidak menciptakan efek bola salju di daerah-daerah. Sebab saya yakin bahwa aksi 411 yang lalu bisa menginspirasi kelompok-kelompok sektarian untuk melakukan konsolidasi di daerah-daerah. Dan hal ini bisa dicegah dengan adanya kesamaan visi dan kesatuan para elit politik menghadapi ancaman yang nyata dan hadir bagi NKRI tersebut.

Pertemuan antara Presiden dan SBY, dengan demikian, cukup urgen untuk segera dilakukan karena akan memperkokoh “barisan nasional” vis-a-vis ancaman sektarianisme dan primordialisme yang dicoba dipakai untuk tujuan regime change dan mengubah NKRI. Model regime change seperti ini telah dilakukan di berbagai negara yang hasilnya terbukti hanya mengakibatkan kehancuran tatanan masyarakat dan kehdidupan bernegara.

Indonesia tak boleh menjadi Suriah kedua atau terbenam dalam konflik horizontal seperti negara-negara lain. Kaum radikal dan sektarian perlu dibatasi geraknya agar Pemerintah dan rakyat Indonesia bisa melanjutkan upaya mengejar ketertinggalan dan menciptakan kemajuan. [ARN]

About arrahmahnews (7524 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Perlukah Presiden Jokowi Mengundang SBY? | ISLAM NKRI
  2. Perlukah Presiden Jokowi Mengundang SBY? | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: