News Ticker

Pangeran Ibas, Bersiaplah Dibidik KPK

Senin, 05 Desember 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Masih ingat, ketika Angelina sebut kata “pangeran” dalam kasus dugaan Korupsi Hambalang yang mangkrak? Yang mana sebutan tersebut ditujukan untuk Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang lebih dikenal dengan nama Ibas.

Hal ini tentu membuat “si mantan” lumayan berkeringat dan bisa jadi pusing dengan bentuk bintang yang bagaimana dikepala. (Baca juga: Politik Cerdas Jokowi Amankan NKRI)

Di era kepemimpinan SBY. Bapaknya “pangeran” atau sekarang ini bisa disebut “mantan” pemimpin. Telah mempertontonkan mental korup yang kronis di internal partai, tempat ia berdiri yaitu demokrat. Terang saja jika melihat masa lalu kasus korupsi menyeret nama-nama anggota partai tersebut yang berada dalam kursi strategis partai, seperti Nazarudin, Angelina, Andi Malarangen, bahkan sekelas Anas.

Apa yang dikabarkan berita beberapa waktu yang lalu mengenai akan mengkaji keterlibatan Ibas dalam kasus korupsi. Jelas membuat kubu cikeas semakin memprihatinkan, meskipun informasi yang diberikan saksi belum bisa menjadi acuan ataupun tolak ukur dalam menyatakan seseorang tersebut ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi.

“Entah alibi dan retorika yang bagaimana lagi yang akan dilontarkan oleh pak mantan?”

Dalam kasus Hambalang, Jokowi dengan tegas telah memerintahkan untuk cek secara total pembangunan dan begitupun untuk melakukan audit terhadap Hambalang yang mangkrak. Jelas hal ini karena pembangunan Hambalang selain penuh kasus degaan korupsi juga tampak memprihatinkan dan tidak tuntas di tangan “mantan”.

Hal ini bukan bermaksud memburukan atau membela A atau B, tetapi objek dalam fakta realitas dilapangan memang demikian adanya. Dan masalah pangeran yang terlupakan, terlibat atau tidaknya dalam kasus dugaan korupsi Hambalang ini, setidaknya dari keterangan saksi mengenai kata “izin” ada ditangan pangeran yang terlupakan tersebut, “pangeran” dalam hal ini disebut-sebut adalah Ibas, tidak sepenuhnya salah jika publik pun menilai Ibas bisa jadi terlibat. Logika sederhananya “tidak mungkin ia tidak tahu” jika melihat si pangeran yang terlupakan ini berada diposisi strategis partai.

Kalau kata kawanku saat santai di kedai kopi, kawan berucap “Tuh pak mantan (SBY) keasyikan berstrategi, bersiasat dan mengkritik, eh gak sadar dia kalau dicubit pakde Joko Widodo.” (Baca juga: Siapa Penunggang Kuda yang Mau Menjegal Jokowi?)

Nyaris hitungan tahun kasus Hambalang yang mangkrak dan bermental korup ini, menjadi seperti rumah tua yang tak bertuan, yang tak di urus, memprihatinkan dan ingin ditenggelamkan.

“Ohh tidak untuk sekarang ini, justru Hambalang yang mangkrak dan penuh dugaan korupsi itu, harus dilanjut, dirapikan, dan di usut sampai keakar-akarnya”.

Hal ini dapat kita lihat atas pernyataan tegas KPK di era kepemimpinan Jokowi untuk lanjutkan, usut kasus ini sampai tuntas. Belum lagi di sisi lain kasus pembunuhan Munir juga akan segera diselesaikan, kemudian kebebasan Antasari tampak seperti momok menakutkan di kubu Cikeas. Ditambah lagi pasukan terduga makar sudah ditangkap dan sudah dalam proses penyidikan, ada tidaknya hubungan terduga makar dengan kubu Cikeas, setidaknya dalam demonstrasi yang dilakukan minggu pertama bulan November dan Desember yang dikenal dengan aksi 411 & 212, “mereka” ada dipihak yang sama.

Apa yang telah diberitakan dan dikabarkan mengenai untuk mengusut tuntas kasus Hambalang, jelas nama pangeran yang terlupakan juga akan dibawa.

Jokowi tampaknya sudah cukup untuk bertahan, jika pepatah mengatakan “sebaik-baiknya pertahanan adalah menyerang” maka memang benar sekali-kali “mereka” butuh dihajar. Dengan demikian saya ingin sekali mengucapkan “pangeran yang terlupakan, bersiaplah!”

Keserakahan, kerakusan, tipu muslihat, hasrat kekuasaan dan ketamakan pada akhirnya tetap akan terbongkar dan muncul kepermukaan meski dibalut dengan wibawa sedemikian rupa.

“Prihatin sekaligus memprihatinkan jadinya tersungkur”.

Terakhir mengutip sepenggal bait musisi legendaris Indonesia I.F : “Rasa sesal di dasar hati, diam tak mau pergi, haruskah aku lari dari kenyataan ini…”

Ditekan kan sekali lagi, bahwa dalam tulisan ini tidak bermaksud memburukan A atau B, tapi pada kenyataanya memang demikian, jika kasus dugaan korupsi di Hambalang akan di usut lagi sampai keakar-akarnya, maka “pangeran yang terlupakan, bersiaplah!”. (ARN)

Sumber: Seword

Iklan
  • Bendera HTI
  • Gubernur Jatim dan Kiai NU
  • Karikatur Mudik Lebaran
  • Ambulans Gerindra
  • Jerry D Grey
  • Irma Suryani Chaniago VS Rocky Gerung
  • Bos Djarum
  • Cuitan Andi Arief
  • Hina Ani Yudhoyono

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Pangeran Ibas, Bersiaplah Dibidik KPK | Arrahmah
  2. Pangeran Ibas, Bersiaplah Dibidik KPK | ISLAM NKRI
  3. Pangeran Ibas Diujung Tanduk? – VOA ISLAM NEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: