NewsTicker

Ryabkov: Tak Ada Kesepakatan Rusia-AS Mengenai Penarikan Mundur Militan dari Aleppo

Senin, 12 Desember 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menolak klaim media yang mengatakan bahwa Moskow dan Washington telah bersepakat untuk membiarkan militan Suriah meninggalkan daerah terkepung di Timur Aleppo. (Baca juga: Menhan Rusia; Ribuan Teroris Letakkan Senjata di Aleppo Timur)

“Rusia dan Amerika Serikat tidak bersetuju untuk membiarkan militan Suriah meninggalkan daerah terkepung dari Aleppo Timur,” jelas wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov pada hari Minggu (11/12) sebagaimana dikutip Sputnik.

Sebelumnya pada hari itu, laporan media mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia telah sepakat untuk membuka rute evakuasi bagi warga sipil dan militan bersenjata ringan di Aleppo timur. Laporan itu mengutip seorang pejabat oposisi Suriah yang menyatakan perjanjian itu akan dilaksanakan dalam waktu dua hari, tetapi para pemberontak belum menerima tawaran yang diajukan tersebut.

Ryabkov membantah bahwa pemberontak Suriah akan diberi tawaran yang boleh mereka terima atau tolak.

“Tidak ada usulan bersama atau perjanjian apapun yang ditawarkan dan untuk dipertimbangkan oleh oposisi. Tidak jelas sumber apa yang digunakan oleh mereka yang memanasi media dengan cara ini,” kata wakil menteri tersebut, menekankan bahwa pasukan Rusia di Suriah melakukan segala kemungkinan untuk memungkinkan perjalanan yang aman dari Aleppo bagi semua orang yang ingin meninggalkan kota.

Ryabkov juga mengatakan bahwa pertemuan tingkat ahli Rusia-AS mengenai Suriah pada hari Sabtu di Jenewa belum menghasilkan kesepakatan apapun dan mengalami kemajuan yang lambat. (Baca juga: Pasukan Suriah Tangkap 4 Komandan Tinggi Al-Nusra saat Hendak Kabur dari Aleppo)

“Ada beberapa kemajuan, tetapi tidak ada kesepakatan … Kami masih menghadapi situasi di mana Amerika Serikat mencoba untuk menggunakan saluran ini untuk mempengaruhi situasi di lapangan untuk kepentingan sendiri,” kata Ryabkov kepada RIA Novosti. Ryabkov menambahkan bahwa proses “bergerak cukup lambat,” tetapi mengatakan bahwa pembicaraan akan berlanjut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: