Berita Terbaru

Duterte Ucapkan “Bye-Bye America”

Minggu, 18 Desember 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, FILIPINA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengucapkan “bye-bye America”, dan mengancam akan menghentikan perjanjian dengan Washington untuk tentara AS yang ingin mengunjungi negaranya.

Duterte membuat ancaman pada hari Sabtu (17/12) sebagai reaksi terhadap apa yang ia anggap sebagai suatu langkah AS untuk menghentikan paket bantuan besar kepada Filipina atas masalah hak asasi manusia.

Awal pekan ini, sebuah lembaga bantuan pemerintah AS, Millenium Challenge Corporation, mengumumkan bahwa dewan direksi telah menangguhkan perpanjangan paket bantuan sebagai “keprihatinan atas supremasi hukum dan kebebasan sipil”. (Baca juga: Duterte; Ancaman Barat “Bullshit”)

“Saya mengerti bahwa kita telah dilanda keluar dari Millennium Challenge. Baik, saya menyambut itu,” kata Duterte. “Kami bisa bertahan hidup tanpa uang Amerika,” tambahnya.

“Tapi kau tahu, Amerika, … Bersiaplah untuk meninggalkan Filipina, persiapkan diri untuk pencabutan dari Forces Agreement Visiting,” katanya, mengacu pada kesepakatan tahun 1998 dengan pasukan AS yang akan mengunjungi Filipina untuk latihan tempur gabungan.

“Kau tahu, gayung bersambut … jika Anda bisa melakukan ini, jadi kita juga (bisa). Ini bukan lalu lintas satu arah,” tambahnya.

Sementara itu, badan bantuan telah mengumumkan bahwa mereka akan terus memantau peristiwa dan situasi hak asasi manusia di Filipina sebelum memutuskan paket bantuan.

Menurut angka resmi yang dikeluarkan kepolisian Filipina, lebih dari 2.500 orang telah tewas selama penumpasan narkoba yang dikomadoi oleh Duterte, yang dimulai ketika ia menjabat pada bulan Juni lalu.

Kampanye hak-hak sipil mengecam operasi polisi Filipina di tengah kekhawatiran bahwa beberapa tersangka tewas mungkin telah dieksekusi oleh aparat penegak hukum. (Baca juga: Duterte Sebut Pejabat AS “Idiot” dan “Monyet”)

Duterte telah menolak kritik dari tindakan kerasnya terhadap pengedar narkoba, dan mengancam akan menarik Filipina keluar dari PBB. Pada tanggal 19 September ia mengatakan bahwa ia membutuhkan enam bulan lagi untuk perang yang sedang berlangsung pada obat-obatan, dan menambahkan bahwa ada terlalu banyak orang yang terlibat dalam perdagangan narkotika dan ia “tidak bisa membunuh mereka semua,” tapi setidaknya bisa mengurangi jumlah mereka. (ARN)

About ArrahmahNews (9227 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Duterte Ucapkan “Bye-Bye America” | Arrahmah
  2. Duterte Ucapkan “Bye-Bye America” | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: