NewsTicker

Asosiasi Al-Nushra Sebarkan Ideologi Radikal Melalui Kampus-kampus di Turki

Rabu, 04 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, ANKARA – Beberapa sumber Turki mengungkap bahwa asosiasi yang berafiliasi dengan kelompok teror Fatah al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai front al-Nusra) secara serius dan terbuka telah mempromosikan ideologi radikal Abdullah Muhammad al-Muhaysini, pemimpin relijius kelompok teroris koalisi Jeish al-Fatah di universitas-universitas Turki.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Turkey’s Syndica Org Base mengatakan bahwa Asosiasi Pelatihan Pemuda Turki yang dikenal sebagai Toqora mendesak para siswa untuk mengikuti pidato-pidato al-Muhaysini, menekankan bahwa langkah tersebut menunjukkan hubungan antara Mufti Saudi ini dan asosiasi tersebut dan menunjukkan bahwa mereka mempromosikan gerakan al-Nusra di universitas-universitas Turki.

Basis itu lebih lanjut menambahkan bahwa Toqora memaksa para mahasiswa untuk mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa di depan kedutaan Rusia dan Iran di Turki pada bulan Desember lalu untuk menentang pertempuran di Aleppo dan mengumumkan dukungan mereka terhadap militan di Aleppo.

Basis itu lebih lanjut merilis bahwa asosiasi Toqora telah menerima izin kerja resmi dari pemerintah Turki. Asosiasi itu adalah sebuah badan pendidikan dimana tokoh-tokohnya sebagian besar terkait dengan kelompok teroris al-Turkistani yang berusaha melawan pemerintah Damaskus di Suriah. Beberapa pejabat lain dari asosiasi juga memiliki hubungan dengan Fatah al-Sham.

Basis itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa universitas-universitas Turki telah menjadi wadah kegiatan kelompok-kelompok ekstremis yang setelah merekrut pasukan segar dari para mahasiswa kemudian mempersiapkan mereka untuk mengambil bagian dalam aksi teror dan demonstrasi di kota-kota Turki.

Sementara itu, laman media sosial yang berafiliasi dengan kelompok oposisi kini memulai tren Hashtag (#) terhadap al-Muhaysini pada hari Senin, menuduhnya mempromosikan ideologi ISIS di antara militan lainnya.

Para aktivis media sosial menuduhnya sebagai promotor pemikiran ISIS di bawah hastag #Al-Muhaysini Did Enough to Destroy Our Revolution. (Al-Muhaysini telah cukup menghancurkan Revolusi kami).

Para aktivis itu mengatakan al-Muhaysini telah membiayai Fatah al-Sham, tetapi mengabaikan agresi lanjutan kelompok tersebut terhadap kelompok militan yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Suriah.

Mereka juga menuduh al-Muhaysini tetap bungkam terhadap kejahatan brutal Jund al-Aqsa.

Anehnya di pihak ISIS, kelompok teror itu juga menawarkan hadiah sebesar setengah juta dolar bagi siapa yang berhasil membunuh al-Muhaysini.

Kantor berita berbahasa Arab al-Nashra mengutip dari sumber rahasia ISIS mengatakan bahwa kelompok teroris Takfiri itu dalam sebuah pernyataan telah menawarkan sejumlah hadiah 500.000 dolar bagi pembunuh Muhaysini, Mufti Nasional Saudi (hakim agama) dari Jeish al-Fatah.

ISIS merilis foto Muhaysini dan nama lengkapnya, Abdullah Bin Muhammad Bin Suleiman al-Muhaysini, dibawah pernyataan bahwa Muhaysini berada di Idlib. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: