Bashar Assad; Suriah Siap Bernegosiasi Dengan Kelompok Oposisi

Senin, 09 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan “optimis” tentang perundingan perdamaian yang akan diselenggarakan di Kazakhstan antara perwakilan Damaskus dan puluhan kelompok oposisi yang didukung Barat.

Presiden Suriah membuat pernyataan itu dalam pertemuan dengan delegasi anggota parlemen Perancis dan cendikiawan di ibukota Suriah, Damaskus, pada hari Minggu (8/01/2017).

Damaskus “siap untuk bernegosiasi” dengan 91 kelompok oposisi bersenjata, kata Presiden Bashar Assad yang dikutip oleh Kantor Berita Suriah (SANA).

Presiden Suriah juga menyalahkan kebijakan Prancis saat ini, yang tidak sesuai dengan realitas perang di Suriah. Dan menambahkan bahwa kebijakan yang diadopsi oleh Paris telah memperburuk situasi melalui dukungan kepada kelompok-kelompok teroris di negara ini.

Negosiasi yang mengecualikan kelompok teroris Takfiri ISIS dan Jabhat Fateh al-Sham, akan dimediasi oleh Rusia, Turki, dan Iran. Ketiga negara berhasil menerapkan perjanjian serupa pada bulan Desember menyusul kekalahan militan di barat laut kota Suriah, Aleppo.

Presiden Suriah juga menyatakan bahwa ia siap “untuk rekonsiliasi dengan (kelompok militan) dan memberikan amnesti setelah mereka meletakkan senjata.”

Di tempat lain dalam sambutannya, Assad mengkritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menyalahkan tindakan represipnya terhadap “tahanan politik.”

Selain itu, Bashar Assad juga menolak kejahatan perang yang dutuduhkan pada pemerintahannya, dan menegaskan tidak ada perang bersih dan tanpa cacat. Bagaimanapun, ia menambahkan, “Mungkin ada kesalahan di sisi pemerintah, yang saya menyesal dan menghukum mereka.”

Delegasi Perancis mengatakan mereka telah melihat peningkatan yang substansial dari situasi keamanan di Suriah, yang pada gilirannya mengungkapkan kemampuan orang-orang Suriah dan pemerintah untuk memulihkan keamanan dan stabilitas serta terus berdiri kokoh dalam menghadapi terorisme. Mereka menambahkan bahwa opini publik Barat, khususnya di Perancis, telah menyadari bahwa gambaran mereka tentang status quo di Suriah tidak realistis dan lebih banyak propaganda.

Delegasi Perancis, yang dipimpin oleh anggota parlemen Thierry Mariani, tiba di Suriah pada 5 Januari dan akan mengunjungi kota kuno Aleppo pada hari berikutnya.

Pertemuan itu diadakan di tengah gencatan senjata di Suriah, yang mulai berlaku pada tanggal 30 Desember 2016, berkat negosiasi Rusia-Turki. Selama pembicaraan, Rusia mewakili pemerintah Suriah, sedangkan Turki bernegosiasi atas nama militan. Gencatan senjata kemudian disahkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB. (ARN)

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Bashar Assad; Suriah Siap Bernegosiasi Dengan Kelompok Oposisi | ISLAM NKRI
  2. Bashar Assad; Suriah Siap Bernegosiasi Dengan Kelompok Oposisi | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: