News Ticker

Bagaimana Konflik Suriah Dapat Berakhir Pada 2017?

Selasa, 10 Januari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Tentara Arab Suriah dengan kekuatan 125.000 tentara, berjuang hampir enam tahun, melawan 200.000 militan Takfiri yang disebut “pemberontak”, 90% darinya adalah tentara bayaran yang terlatih dan dibayar oleh Barat dan sekutu regionalnya serta badan intelijen mereka. Pada awal perang, pertahanan nasional Suriah telah melakukan serangkaian kesalahan yang memungkinkan tentara bayaran merebut 1/3 peralatan tempur dan 45% dari depot amunisi.

Tentara Arab Suriah telah kehilangan lebih dari 40.000 tentara yang tidak bisa digantikan oleh pasukan sukarelawan, karena 75% dari wilayah nasional telah diduduki oleh teroris Takfiri. Selanjutnya, dengan kedatangan instruktur Iran, Hizbullah dan Rusia, dan pengiriman peralatan tempur modern, efektivitas Tentara Arab Suriah kembali meningkat secara eksponensial. Selama pembebasan kota Aleppo oleh tentara Suriah, peran kunci dimainkan oleh pasukan khusus Rusia “operasi Spetsnaz”. Meskipun Tentara Arab Suriah telah kembali mengambil inisiatif dan melancarkan serangan di beberapa arah, serta merebut kembali beberapa daerah kunci, tetap saja mereka belum mampu mengakhiri perang dan pembebasan nasional, dengan kemenangan cepat.

Alasannya adalah dispersi Tentara Arab Suriah di beberapa bidang. Oleh karena itu, keseimbangan kekuatan masih berpihak pada teroris Takfiri. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka telah kehilangan hampir 100.000 militan yang tewas dalam serangan udara Suriah dan Rusia, serta pertempuran darat. Namun aliran teroris yang baru direkrut dan dilatih di Turki dengan mudah memasuki Suriah, dikarenakan tidak terkontrolnya perbatasan oleh tentara Suriah. Tentara bayaran membentuk kelompok di berbagai bagian Suriah, di mana mereka menggali labirin ratusan kilometer yang difungsikan sebagai terowongan, tempat penampungan dan bunker yang disamarkan oleh vegetasi yang berfungsi sebagai gudang makanan, bahan bakar, amunisi dan bengkel produksi amunisi.

Penampungan bawah tanah menyembunyikan juga senjata berat, tank dan artileri. Banyak dari kelompok teroris yang terkepung oleh tentara Suriah, tetap bisa menerima senjata, amunisi dan merekrut militan dari luar Suriah. Situs berita Al-Manar berdasarkan artikel dari pers internasional, telah menerbitkan sebuah pernyataan dari kelompok-kelompok teroris dan pejuang Kurdi, serta daerah di mana mereka beroperasi. Kami menemukan, di selatan Suriah, Daraa dan wilayah Quneitra, serta kelompok Front Selatan dan gerakan Islam al-Muthanna, yang bersekutu dengan ISIS.

peta_perang_suriah

Keduanya telah diciptakan dan didanai oleh pusat operasi militer di Yordania, bawahan CIA. Setelah tersingkirnya Kadhafi, MI6, CIA dan DGSE membawa tentara bayaran dari Libya, untuk melatih mereka di pangkalan militer Yordania dan Turki. Kelompok-kelompok ini mengontrol sebagian besar dari perbatasan Yordania-Suriah yang terdiri dari 38.000 tentara bayaran.

Di pinggiran kota Damaskus dan daerah gurun Qalamoun, kelompok tentara bayaran Faylaq al-Rahman, Jaish al-Islam dan Brigade Martir Islam diciptakan dan dibiayai oleh Arab Saudi dan Qatar. Pendiri Jaish al-Islam, Zahran Alloush, telah tewas dalam serangan udara Rusia.

Kedua kelompok di pusat Suriah sebesar 40 000 militan

Di provinsi Aleppo, utara Suriah, kami menemukan Jabhat Fateh al-Sham, yang sering menggunakan rudal anti-tank Tow Amerika yang disediakan oleh Arab Saudi, diperkenalkan melalui perbatasan Turki. Di barat laut Aleppo, ada kelompok Nour al-Din al-Zenke yang dibayar dan dipersenjatai oleh CIA melalui pusat operasi militer di Amman. Selain itu, ada juga kelompok lain yang beroperasi di Aleppo, Brigade Sultan Murad, cabang dari tentara Suriah Turkmenistan (STO), yang didukung oleh Turki setelah melancarkan operasi Perisai Efrat.

peta_suriah_lebanon

Total ada 11.000 tentara bayaran yang beroperasi di provinsi Aleppo. Di provinsi Idlib, Utara-Barat Suriah, ada Brigade of Falcons of the mountain, dibentuk di Arab Saudi dan Qatar. Brigade ini dikendalikan oleh pasukan khusus dari beberapa negara Barat dan Semenanjung Arab, menerima informasi dari CIA melalui pusat operasi militer di Turki. Brigade ini juga bekerjasama dengan Jabhat al-Nusra dan Ahrar al-Sham dalam melawan pasukan Suriah. Provinsi Idlib juga menyimpan divisi ke-13, yang dilengkapi dengan rudal Tow anti-tank dan benar-benar didanai oleh Qatar dan Arab Saudi. Kelompok yang paling kuat mencengkeram di Idlib adalah Ahrar al-sham, yang didanai oleh Arab Saudi dan dengan instruktur dari pasukan khusus negara-negara Barat.

Ada juga al-Nusra (cabang Al-Qaeda di Suriah). Al-Nusra didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris. Ada 29.000 militan Jabhat al-Nusra di Idlib, dan mengontrol perbatasan dengan Turki, perbatasan Aleppo dan Hama. Di utara kita menemukan Devisi yang bekerja sama dengan kelompok Jaish al-Nasr dan Ahrar Sham /Faylaq al-Sham. Ahrar Sham ikut berpartisipasi dalam operasi Perisai Efrat di Suriah utara, bersama tentara Turki. Tiga kelompok itu mencakup lebih dari 10.000 tentara bayaran. Di provinsi Idlib dan Latakia ada Divisi 1, yang terdiri dari 2.800 tentara bayaran, yang dipersenjatai dengan senjata anti-tank yang disediakan oleh Amerika Serikat.

peta_aleppo

Latakia juga memiliki militan Turkmen Suriah (STO)), yang didukung oleh Turki, dengan anggota 5000 pejuang. Langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan dengan Turki diterapkan oleh presiden Vladimir Putin, setelah serangan terhadap bomber Rusia Su-24 oleh F-16 Turki, juga menyebabkan pembukaan kembali proyek pembangunan pipa gas dan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Turki, serta dukungan pada Presiden Erdogan selama kudeta militer pada musim panas 2016 lalu. Hal ini jelas bahwa Rusia bukannya pergi berkonfrontasi, justru mencoba menyelaraskan kebijakan Turki terhadap Suriah. Jika Presiden Putin dan Erdogan jatuh pada kesepakatan masa depan Suriah, perubahan keseimbangan kekuatan untuk mendukung Tentara Arab Suriah bisa datang dari Turki.

Presiden Recep Erdogan bisa melarang pelatihan dan mencegah arus masuk tentara bayaran ke provinsi Idlib, yang direkrut oleh MI6, CIA, DGSE dan GID dari Arab Saudi, dari perbatasan Turki dan Aleppo. Pada saat yang sama, tentara Turkmen Suriah, yang didukung oleh Turki bisa meluncurkan kerjasama dalam skala besar dengan tentara Suriah. 7 Korps tentara Turki bisa mengambil alih Angkatan Darat Arab Suriah untuk mengendalikan Utara pada Suriah, untuk mengisolasi dan menghentikan gerakan ISIS atau pejuang Kurdi. Hal ini akan memungkinkan 2 sampai 3 korps tentara Suriah (divisi 1, 3 dan 11 tank, Divisi mekanik 4, 10, 14, 15 brigade dan pasukan khusus Tigers) fokus pada satu operasi, pembersihan Utara, Pusat dan barat Suriah (Aleppo, Idlib. Hama dan Homs).

peta_aleppo_idlib

Operasi ini akan selesai empat bulan paling banyak, yaitu tepatnya pada saat kota Irak Mosul akan dibebaskan dari ISIS. Pada bulan Juni 2017, operasi skala besar baru bisa dilakukan untuk membersihkan ISIS di Suriah dan Irak, sebuah operasi di mana tentara Suriah akan didukung oleh kontingen Rusia, Hizbullah, Iran, dan Turki, serta operasi tentara Irak yang dikoordinasikan oleh Rusia. [ARN]

Catatat;

[1] Le retour de l’Armée arabe syrienne (http://www.voltairenet.org/article190577.html).

[2] Le rôle des Spetsnaz dans la libération d’Alep (http://reseauinternational.net/le-role-des-spetsnaz-dans-la-liberation-dalep/

[3] Les guerres de Libye et de Syrie : les points communs et les différences (http://reseauinternational.net/les-guerres-en-libye-et-en-syrie-les-points-communs-et-les-differences/).

[4] Qui combat vraiment en Syrie: la liste noire de la honte de l’Occident ( http://french.almanar.com.lb/177043# ).

[5] Pourquoi Erdogan est-il devenu anti-euro-atlantiste ? ( http://reseauinternational.net/pourquoi-erdogan-est-il-devenu-anti-euro-atlantiste/). Read more at http://reseauinternational.net/comment-pourrait-se-terminer-le-conflit-en-syrie-en-2017/#6zzxA02reRvGRzQR.99

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Bagaimana Konflik Suriah Dapat Berakhir Pada 2017? | Arrahmah
  2. Bagaimana Konflik Suriah Dapat Berakhir Pada 2017? | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: