Yusuf Muhammad Semprot Irena Handono

Kamis, 12 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, SURABAYA – Yusuf Muhammad salah satu pegiat sosial media semprot Irena Handono yang telah berani disumpah dengan Al-Quran namun memberikan kesaksian palsu dalam kesaksian dalam kasus sidang Ahok, berikut tulisannya: (Baca juga: Pengacara Polda Metro Jaya: Buni dengan Sengaja Sebarkan Video Ahok)

Fitnah dan Kebohongan Irena Handono (IH) Dibawah Sumpah Al-Qur’an

Bagaimana jika ada seseorang yang memberi kesaksian bohong (palsu) dibawah sumpah Al-Qur’an, karena informasi yang diterima tidak terverifikasi dan tidak mengandung kebenaran?

Tentu hal ini sangat berbahaya dan maka dari itu Allah SWT mengingatkan kepada para hamba-Nya dalam Q.S AL-Hujurat ayat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Ayat di atas jelas mewanti-wanti, agar umat Islam selalu “tabayyun” (cek dan ricek) terhadap informasi apapun yang akan diterima. Entah dari manapun atau dari siapapun, hal itu guna menghindarkan manusia dari perbuatan yang mencelakakan dan berujung pada penyesalan. (Baca juga: Yusuf Muhammad: AHOK Menggila)

Apa yang disampaikan IH di persidangan Ahok jelas sangat keterlaluan. Meskipun telah disumpah dibawah Al-Qur’an, namun apa yang disampaikan banyak mengandung fitnah dan kebohongan.

Berikut rangkaian fitnah dan kebohongannya IH di persidangan Ahok :

Pertama, IH memfitnah Ahok telah merobohkan masjid tanpa menjelaskan, masjid mana yang dimaksudkan. Padahal kalau Ahok merobohkan masjid (seperti masjid di Marunda), ya itu untuk dibangun kembali yang lebih bagus. Faktanya: diera Ahok justru banyak Masjid baru dibangun dan diremajakan. Baca: Resmikan Masjid di Rusun Marunda, Ahok Kecewa dengan Kualitas Bangunan

Kedua, IH memfintah Ahok melarang kegiatan keagamaan di Monas bagi umat Islam, tapi mengizinkan umat Kristen merayakan Paskah disana. Faktanya: Ahok melarang untuk semua kegiataan keagamaan (bukan hanya islam, tapi Kristen, Hindu, Budha dan lainya juga dilarang ), ini karena fungsi Monas ingin dikembalikan sesuai Keppres 95. Monas bukan untuk kegiatan keagamaan. Baca:

Ketiga, IH memfitnah Ahok melarang siswa mengenakan pakaian muslim (jilbab). Faktanya: Ahok tidak pernah mengeluarkan larangan tersebut. Baca : Ahok: Saya Enggak Melarang Anak Sekolah Pakai Jilbab.

Dan masih banyak fitnah dan kebohongan lain yang disampaikan oleh IH di persidangan Ahok, Selasa (10/1/2017).

Bahkan ketika ditanya, Hakim: “apakah tidak sebaiknya sebelum melapor melakukan klarifikasi terlebih dahulu?” IH justru menjawab: “Saya taat hukum, yang memiliki tugas untuk cek dan ricek (tabayyun) itu kepolisian. Saya sebagai warga negara hanya memiliki hak untuk melapor,”

Pertanyaanya saya: Lha, apakah Allah SWT menurunkan Surat Al-Hujurat ayat 6 itu berlaku hanya untuk pihak kepolisian saja? Hebat bener tafsiran mu’alaf yang mendadak ustadzah dan penggerak khilafah ini. Salam tabayyun, ya ustadzah Irena. Yusuf Muhammad masih belajar agama. (ARN)

Sumber: Fan Page Facebook Yusuf Muhammad

About ArrahmahNews (12188 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Yusuf Muhammad Semprot Irena Handono | ISLAM NKRI
  2. Yusuf Muhammad Semprot Irena Handono | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: