Dikejar Rusia, Agen MI6 Pembocor Skandal Trump Menghilang

Senin, 16 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, LONDON – Robert Fisk, jurnalis senior yang sering menulis tentang konflik di Suriah di media mainstream ‘kanan’ The Independent. Ia sering mengkritik tajam pemerintah Inggris dan Amerika dan selalu menulis tentang Hillary Clinton dengan nada ejekan, ‘La Clinton’.

Kasus terakhir yang ditulisnya adalah laporan di Daily Mail, 12 Januari lalu berjudul ‘Agent Named as Being Behind the Trump “Dirty Dossier” yang ditulis wartawan Martin Robinson dan Sam Greenhill.

Laporan ini tentang agen badan inteligen Inggris M16, Christopher Steele (52 tahun), yang menghilangkan diri setelah ketahuan menjadi sumber ‘fitnah’ terhadap presiden terpilih Amerika Donald Trump dan pemerintah Rusia. Ini dilakukannya karena ketakutan terhadap tindakan balasan Rusia kepadanya.

“Christopher Steele, 52, disebut sebagai ‘sosialis yang terkonfirmasi’, sepertinya telah meninggalkan rumahnya seharga £1,5 juta di Surrey dalam ketakutan kemarin dan mengatakan kepada para tetangganya: ‘Tolong jaga kucing-kucing saya.’,” tulis Daily Mail dalam laporannya.

“Steele, ayah dari tiga orang anak dari seorang janda, mungkin telah terbang ke luar negeri setelah secara sensasional terbongkar sebagai sumber informasi palsu tentang Donald Trump yang dituduh melakukan prostitusi di sebuah istana kepresidenan Rusia. Beberapa jam setelah ia menghilang, Kedubes Rusia di London mengirim pesan misterius (Twitt): ‘Kisah Christopher Steele: staff MI6 tidak pernah pensiun: berkicau melawan Rusia dan Presiden Amerika,” tambah laporan itu.

Lebih jauh, Daily Mail melaporkan bahwa Steele adalah mantan Ketua Cambridge Union, klub debat di kampus Cambridge University yang prestisius pada tahun 1986, sebelum bergabung dengan MI6 dan ditugaskan di Moscow. Di klub kampus tersebut berkawan dengan Boris Johnson yang kini menjadi Menlu Inggris. Daily Mail bahkan menyebutkan bahwa Steele mendapatkan keuntungan besar dalam kasus korupsi FIFA yang melibatkan ketuanya Sepp Blatter tahun lalu.

“Mail Online bisa menginformasikan saat ini bahwa mantan mahasiswa Girton College (bagian dari Cambridge University) ini mendapatkan lebih dari £1 juta (sekitar Rp 15 miliar) setelah bekerjasama dengan FBI membongkar kasus korupsi FIFA. Ia menjalankan Orbis Business Intelligence Ltd bersama sesama mantan agen MI6 Christopher Burrows, yang mendapatkan keuntungan £401.000 di tahun 2015 dan £621.000 tahun 2016. Bisnis mereka meroket setelah Steele menjual informasi kepada FBI tentang korupsi FIFA,” tulis Daily Mail lagi.

Kita tentu tidak akan bisa mendapatkan laporan seperti ini di medi-media massa utama Amerika seperti USA Today, New York Times dan Washington Post. Sama seperti kita tidak akan mendapatkan laporan tentang korupsi Ahok di Metro TV. Menariknya adalah media-media Israel jauh lebih independen lagi daripada media-media massa Eropa. Mereka kini tengah meributkan korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (ARN)

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Dikejar Rusia, Agen MI6 Pembocor Skandal Trump Menghilang | Arrahmah
  2. Dikejar Rusia, Agen MI6 Pembocor Skandal Trump Menghilang | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: