Bashar Al-Assad Ungkap Tujuan Diadakannya Pembicaraan Astana

Jum’at, 20 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Menjaga terus berlangsungnya gencatan senjata pemerintah untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah di Suriah akan menjadi prioritas pada pembicaraan Suriah mendatang, di Astana. Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan hal ini dalam sebuah wawancara dengan televisi TBS Jepang.

Pengumuman mengenai pelaksanaan pembicaraan yang akan datang antara pemerintah Suriah dan oposisi dibuat setelah pertemuan menteri luar negeri Rusia, Turki dan Iran di Moskow pada tanggal 20 Desember 2016. Mereka memberi dukungan kepada upaya untuk membangun perdamaian di seluruh wilayah Suriah.

Pembicaraan di Astana akan memungkinkan kelompok oposisi bersenjata untuk bergabung dengan proses rekonsiliasi nasional di Suriah. Presiden Suriah mengatakan bahwa anggota kelompok bersenjata “harus melucuti senjata dan menerima amnesti pemerintah.”

“Ini adalah satu-satunya yang bisa kita harapkan pada saat ini,” katanya sebagaimana dikutip TASS, Kamis (19/01). “Kami berharap, Astana akan menjadi platform untuk kontak antara semua pihak Suriah, di mana semua masalah akan dibahas.”

“Saya pikir, pada awalnya pembicaraan akan fokus pada gencatan senjata dan perlindungan warga sipil, pada memungkinkan bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah,” katanya. “Masih belum jelas apakah dialog politik akan berlangsung pada konferensi di Astana.”

“Kami masih belum bisa memastikan siapa yang [mewakili oposisi] untuk berpartisipasi dalam pembicaraan ini,” kata sang presiden Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Bashar Al-Assad Ungkap Tujuan Diadakannya Pembicaraan Astana | ISLAM NKRI
  2. Bashar Al-Assad Ungkap Tujuan Diadakannya Pembicaraan Astana | Arrahmah
  3. Inilah Tujuan Bashar Al-Assad Diadakannya Pembicaraan Astana – VOA ISLAM NEWS
  4. Inilah Tujuan Bashar Al-Assad Diadakannya Pembicaraan Astana | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: