Maria Zakharova: Obama Presiden AS Terkonyol dan Memalukan

Jum’at, 20 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, RUSIA – Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh mantan Presiden AS Barrack Obama menjanjikan kerjasama “terhormat” antara Washington dan Moskow, tetapi mengejar pendekatan tuan terhadap budak pada kenyataannya.

“Perlu diingat bahwa Barack Obama, pada awal masa jabatan pada 2009, menyatakan akan me-restart ulang perkembangan hubungan dengan Rusia secara menyeluruh. Di beberapa titik, kami berhasil menyimpulkan sejumlah perjanjian bilateral yang penting, termasuk perjanjian CIS pada 2010,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Zakharova pada konferensi pers di Moskow pada hari Kamis, sebagaimana yang dikutip Sputnik.

Dia menambahkan, “Namun, mitra kami tidak bisa mengelolanya dengan lama. Menjanjikan secara lisan untuk bekerja sama dengan cara yang terhormat, pada kenyataannya, Washington memiliki interaksi seperti tuan dan budak dalam pikiran. Dan itulah cara yang digunakan Gedung Putih untuk melakukan bisnis dan bekerja sama dengan negara-negara Eropa Barat.”

“Perilaku pemerintahan Obama terlihat begitu konyol dan memalukan untuk sebuah negara besar seperti Amerika Serikat … Kami sangat menyesal bahwa Presiden Barack Obama, terutama pada masa jabatan kedua, adalah periode kesempatan yang hilang untuk hubungan bilateral,” ujar Zakharova.

Dia juga menyatakan harapan pada pemerintah AS yang akan dipimpin oleh Donald Trump akan “menjalankan kebijaksanaan dan fokus pada dialog pragmatis.”

Sementara itu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev telah menjelaskan hubungan Rusia-AS semakin mengkhawatirkan, terutama blunder kebijakan luar negeri pada masa pemerintahan Obama.

Bahkan, “hubungan AS-Rusia benar-benar runtuh pada akhir periode kedua pemerintahan Obama,” tulis Medvedev dalam sebuah postingan yang dipublikasikan di halaman resmi Facebooknya.

Dia menambahkan bahwa pemerintahan Obama telah terbukti menjadi “mandek pada isu penting dan rumit seperti hubungan dengan Rusia.”

Medvedev lebih lanjut mencatat bahwa tekanan politik AS dan pembatasan ekonomi pada bisnis Rusia dan individu telah mengurangi kerjasama Moskow-Washington.

Perdana Menteri Rusia menyatakan harapan bahwa Washington akan mengadopsi pendekatan yang lebih seimbang terhadap negaranya di bawah Trump. “Kami siap untuk melakukan bagian kita dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerjasama,” komentar Medvedev. (ARN)

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Maria Zakharova: Obama Presiden AS Terkonyol dan Memalukan | Arrahmah
  2. Jubir Menlu Rusia Sebut Obama Presiden AS Terkonyol dan Memalukan – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: