Suriah-Rusia Resmi Tandatangani Penggunaan Pangkalan Angkatan Laut di Tartus

Sabtu, 21 Januari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Rusia dan Suriah telah menandatangani perjanjian pengembangan dan modernisasi instalasi militer Angkatan Laut Rusia di kota pelabuhan Mediterania, Tartus, dan memperluas operasi di sana untuk beberapa dekade mendatang.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada Rabu (18/01/2017) di Damaskus, dan dipublikasikan pada hari Jumat lalu, Suriah telah menawarkan Rusia penggunaan gratis fasilitas angkatan laut dan pemeliharaan selama 49 tahun. Istilah ini dapat diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu 25 tahun lebih lanjut jika tidak hambatan.

Perjanjian ini memungkinkan Moskow untuk meng-upgrade pangkalan angkatan laut Tartus, sehingga dapat segera menampung hingga 11 kapal Rusia, termasuk yang dilengkapi dengan sistem nuklir, selama pedoman keselamatan nuklir dan lingkungan diperhitungkan.

Kesepakatan itu mengatakan fasilitas Tartus akan membantu untuk “mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan [Timur Tengah],” dan menambahkan bahwa “ia memiliki karakter defensif dan tidak ditujukan terhadap negara manapun.”

Militer Rusia juga akan menjamin keamanan berlayar di laut dan udara, sementara Suriah akan bertanggung jawab untuk keamanan ground.

Rusia akan memiliki hak untuk merenovasi, membangun kembali dan menghancurkan bangunan, serta melakukan pekerjaan konstruksi, termasuk air, dan menyiapkan platform lepas pantai.

Perjanjian ini juga mengatur bahwa Rusia akan membantu Suriah meng-upgrade kapal perang era Soviet.

Pada tanggal 7 Oktober 2016, majelis rendah parlemen Rusia (DUMA) meratifikasi perjanjian dengan pemerintah Damaskus yang memungkinkan pasukan Rusia untuk tinggal tanpa batas di Suriah.

Kesepakatan itu memungkinkan Rusia untuk menjaga pasukannya di pangkalan udara Hmeimim di provinsi pesisir barat Suriah, Latakia, selama yang diinginkan.

Kesepakatan itu ditulis pada bulan Agustus 2015, satu bulan sebelum kampanye udara Rusia terhadap posisi militan di Suriah, dimulai atas permintaan pemerintah Damaskus. Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian menyerahkan perjanjian untuk Duma Negara pada tanggal 9 Agustus 2016.

Berdasarkan kesepakatan itu, angkatan udara Rusia akan beroperasi di dalam wilayah Suriah atas perintah komandan kelompok udara dan berkoordinasi dengan pihak berwenang Suriah.

Rusia juga berhak untuk mengangkut atau menghapus dari Suriah setiap amunisi atau peralatan militer yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas angkatan udara dan memberikan keamanan personilnya. Perjanjian tersebut akan dihentikan setelah salah satu pihak menginginkannya. [ARN]

6 Trackbacks / Pingbacks

  1. Suriah-Rusia Resmi Tandatangani Penggunaan Pangkalan Angkatan Laut di Tartus | Arrahmah
  2. Suriah-Rusia Resmi Tandatangani Penggunaan Pangkalan Angkatan Laut di Tartus | ISLAM NKRI
  3. SEPAKAT! Suriah-Rusia Tandatangani Penggunaan Pangkalan Angkatan Laut di Tartus – VOA ISLAM NEWS
  4. Rusia Kembali Kirim Pasukan dan Peralatan Militer ke Suriah | ISLAM NKRI
  5. Rusia Kembali Kirim Peralatan Militer Lapis Baja Beserta Pasukannya ke Suriah – VOA ISLAM NEWS
  6. Rusia Kembali Kirim Peralatan Militer Lapis Baja Beserta Pasukannya ke Suriah | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: