Panah “Maut” Jokowi Bidik Sang Mantan

Minggu, 22 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Cuitan *SBY* yang menimbulkan pro-kontra, ditanggapi enteng oleh Jokowi dengan mengikuti lomba memanah di Bogor. Keikutsertaan Presiden dalam lomba ini bukan sekedar berpastisipasi dalam turnamen tersebut, tapi lebih pada tanggapan Jokowi atas sikap baper SBY di Twitter. (Baca juga: Ketika Orang Dekat ‘SBY’ Dibidik KPK, Mereka ‘Teriak Politik Balas Dendam’)

Panah Jokowi tentu memilik makna, bahwa dirinya bukan penguasa Hoax tapi orang yang akan membidik hoax dan memeranginya sampai keakar-akarnya. Sebagaimana pemanah dengan sigap dan fokus tinggi membidikan panahnya ke titik tengah di depannya, maka Jokowi juga hanya akan berdialog masalah-masalah kebangsaan kepada orang-orang tepat, tegas dan optimis dalam membangun kebangsaan bukan pada orang yang selalu mengungkapkan perasaan dan bersikap pesimis. (Baca juga: Jokowi Lawan Hoax, SBY Baper di Twitter; Negara Kok Jadi Gini?)

photo_2017-01-20_19-32-17

Apa yang dilakukan Jokowi mungkin terasa pahit bagi lawan, tapi inilah gaya cerdas beliau dalam menanggapi serangan sang mantan, yang tak perlu berkeluh-kesah di keramaian.

Presiden Joko Widodo mengegaskan pemerintah secara konsisten terus melawan. “Kita sudah bertarung lama. Kita harus membangun budaya baru, membangun kesopanan, dan kesantunan dalam berucap,” kata Jokowi, usai mengikuti kejuaraan Archery Open Championship 2017 di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD, Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/1/2017).

Menurutnya, seluruh elemen bangsa agar membangun optimisme dalam menghadapi suatu persoalan tidak perbanyak mengeluh melalui media sosial. (Baca juga: HEBOH! Presiden Jokowi Ikut Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka)

“Kita hadapi itu semua, karena negara lain juga menghadapi persoalan itu. Tidak perlu banyak keluhan, saya bekerja selalu membangun optimisme,” jelas Jokowi.

Presiden berharap, setiap pengguna media sosial dalam menyampaikan ujaran sebaiknya bersikap netral, tidak menghasut, memfitnah, menyebarkan kabar bohong, ataupun menyebarkan ujaran-ujaran kebencian.

“Itu yang selalu saya sampaikan. Kita berhadapan dengan masalah keterbukaan ini ya harus dihadapi,” ungkap Jokowi.

sby_jokowi

SBY mengungkapkan keprihatinan kuadrat, kenapa negara jadi begini? Langsung dibidik panah Jokowi, begini bagaimana? Negara baik-baik saja kok. Isu hoax yang bikin negara ini gaduh. Dan sekarang pemerintah sudah bertindak tegas. Tapi reaksinya apa? Dibilang pemerintah totaliter, mengekang kebebasan berpendapat, kembali ke zaman orba dan bla bla bla. Maunya apa sih? Ibaratnya orang tua yang memberi kebebasan pada anaknya, bukan berarti sesuka hati pergi dugem, konsumsi narkoba, atau mabok. Kalau sudah begitu, wajar kalau orang tua bertindak tegas. Sungguh pekok jika orang tua berkata, “Wah, anakku sudah besar, sudah bisa mabok-mabokan, sudah jago isap narkoba, anak pintar. Bapak nggak ngelarang, kamu bebas lakukan apa saja.” (Baca juga: Jokowi Bikin Mati Kutu sang Mantan ‘SBY’)

Kalau mau prihatin, saya justru lebih prihatin yang ini. Masalahnya kenapa SBY baru mencuit sekarang? Kalau mau buka-bukaan, zaman SBY lebih parah. Seperti yang dikatakan Ramses, SBY cenderung pesimis. Cuitannya seperti sedang melempar bola panas. Untuk apa? Negara ini baik-baik saja kalau tidak ada hoax dan segelintir orang tidak waras yang terus berbuat gaduh. Kalau bukan karena Pilkada, negara juga takkan begini. Politik haus kekuasaan yang jadi biang keroknya. Cuitan SBY menurut saya adalah perasaan yang diluapkan tidak pada tempatnya. Kalau mau prihatin, jangan di Twitter. Negara butuh kesejukan, bukan cuitan yang bikin suasana jadi panas.

Mungkin SBY harus lebih banyak merenungkan kata-kata ini, “Pemimpin yang baik mendengarkan keluh kesah rakyatnya, tapi jarang berkeluh kesah pada rakyatnya”. (ARN)

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Panah “Maut” Jokowi Bidik Sang Mantan | Arrahmah
  2. Antasari Aja Diundang ke Istana, Masa SBY Tidak? | ISLAM NKRI
  3. Antasari Sudah Diundang ke Istana, SBY Kapan? – VOA ISLAM NEWS
  4. Antasari Sudah Diundang ke Istana, SBY Kapan? | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: