Antasari Minta SBY Tidak Bikin Gaduh

Selasa, 24 Januari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Antasari Azhar meminta mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak membuat gaduh dengan membuat pernyataan di media sosial seolah Presiden Jokowi adalah penguasa hoax. Hal ini terkait cuitan SBY di Twitter beberapa waktu lalu.

“Berbicara kekebasan ada undang-undang. Itu sah, masalahnya adalah konten bicara kita. Jangan membuat statemen gaduh, jangan membuat ricuh. Seperti membuat cuitan, yang seakan terkesan penguasa saat ini hoax, saya bukan bela Jokowi, tapi kan negarawan kan tidak begitu. Harusnya beliau menyampaikan, siapapun bebas memberikan komentar, tetapi harus sesuai etika,” katanya, Selasa (24/01).

Antasari berharap kegaduhan ini tidak terus dilakukan oleh SBY. “Saya mengharapkan beliau mantan presiden, kalau tidak mau disebut mantan presiden, oke lah presiden ke-enam lah, kalau komentar atau cuit di twitter harus menyejukan, buat yang saat ini tenang bekerja. Kan bahaya sekali kalau masyarakat yang awan mengira penguasa sekarang hoax,” terangnya.

Dia menceritakan bagaimana dirinya di dalam penjara selama delapan tahun. “Saya pernah di dalam (penjara) delapan tahun, apa saya pernah teriak-teriak?” ujarnya.

Sebelumnya Antasari juga mengomentari tweet SBY yang dinilai tak pantas, “ada hal yang begitu penting daripada ngeluh-ngeluh begitu,” usai menghadiri pagelaran Teater Kebangsaan ‘TRIPIKALA’ tertawa bersama Megawati Soekarnoputri di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (23/1).

“Daripada beliau cuit-cuit enggak karuan mending bantu saya. Bikin cuit-cuit di twitter, kapan negara ini kacau. Orang enggak kacau,” sambungnya. [ARN]

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Antasari Minta SBY Tidak Bikin Gaduh | ISLAM NKRI
  2. Antasari Minta SBY Tidak Bikin Gaduh | Arrahmah
  3. Mantan Ketua KPK Minta SBY Tidak Bikin Gaduh – VOA ISLAM NEWS
  4. Mantan Ketua KPK Minta SBY Tidak Bikin Gaduh | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: