Bayang-bayang Israel dalam Perang Kotor Guatemala

Kamis, 26 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, GUATEMALA – Sebuah laporan yang baru dipublikasikan mengatakan bahwa Israel diduga menyediakan penasihat militer, serta senjata, selama perang kotor Guatemala melawan petani dan pekerja.

“Sebuah laporan investigasi yang dikeluarkan oleh Intifada Elektronik mengingatkan mengenai peran Israel yang jelas terdokumentasi dengan baik tapi benar-benar diabaikan, dalam perang kotor Guatemala dari tahun 1980-an,” lapor Telesur, Selasa (25/01).

Israel dilaporkan memberikan pelatihan militer untuk pasukan diktator Rios Montt, yang dimana jendral itu mengaku kepada wartawan ABC News, mengatakan bahwa pengambilalihan rezimnya berjalan begitu lancar “karena banyak tentara kami dilatih oleh Israel.”

Keuntungan lain perang sipil terpanjang ini adalah membangkitkan manfaat ekonomi bagi Israel, yang diperkirakan menydiakan jasa 300 penasihat di Guatemala pada saat itu.

Menurut buku berjudul, “Dangerous Liaison,” oleh Andrew dan Leslie Cockburn, Letnan Kolonel Amatzia Shuali mengatakan, “Saya tidak peduli apa yang orang-orang kafir lakukan dengan senjata-senjata itu. Hal utama adalah bahwa orang-orang Yahudi mendapat keuntungan,”

Israel melihat kesempatan untuk mengeruk keuntungan dari perang ketika pemerintahan Jimmy Carter di AS membatasi bantuan militer negara itu setelah ada protes dari kritik tentang pelanggaran hak asasi manusia.

Laporan oleh Gabriel Schivone mengutip Yaakov Meridor, Menteri ekonomi Israel saat itu mengatakan, “Kami akan mengatakan kepada orang-orang Amerika: Jangan bersaing dengan kami di Taiwan; jangan bersaing dengan kami di Afrika Selatan; jangan bersaing dengan kami di Karibia atau di tempat-tempat lain di mana Anda tidak bisa menjual senjata secara langsung. Mari kita melakukannya (bersama)… Israel akan jadi perantara kalian. “

“Kerjasama militer antara Israel dan Guatemala jika ditelusuri kembali telah berlangsung sejak tahun 1960-an,” tambah laporan penyelidikan. “Pada saat Rios Montt berkuasa, Israel telah menjadi penyedia utama senjata, pelatihan militer, teknologi pengawasan Guatemala dan bantuan penting lainnya dalam perang negara ini terhadap suku asli Maya,” kata laporan itu.

Sejarah Guatemala penuh dengan kekerasan. Selama 36 tahun, Guatemala dilanda perang sipil yang mereggut lebih dari 200.000 nyawa. Perang mengakibatkan pembunuhan massal dan jutaan orang mengungsi dari Guatemala. Perang sipil Guatemala berakhir pada Desember 1996, tetapi traumanya masih tersisa hingga sekarang. (ARN)

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Bayang-bayang Israel dalam Perang Kotor Guatemala | Arrahmah
  2. Bayang-bayang Israel dalam Perang Kotor Guatemala | ISLAM NKRI
  3. Persiapan Israel dalam Perang Kotor Guatemala Melawan Petani – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: