#End_Yemen_Siege: Dunia Menyeru Saudi Akhiri Blokade Bandara Internasional Sana’a

Jum’at, 27 Januari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Hingga kini Yaman terus dilanda perang. Sebuah perang yang dipaksakan oleh Agresi dari Kerajaan Arab Saudi beserta koalisinya dengan dukungan Amerika Serikat. Serangan-serangan udara brutal Koalisi Saudi menimbulkan bencana kemanusiaan luar biasa yang menempatkan puluhan juta rakyat Yaman dalam krisis kesehatan dan pangan yang sangat ekstrem.

Kenyataan mandulnya PBB dalam mengatasi kengerian ini sekali lagi menggerakkan para aktivis media sosial untuk menyoroti penderitaan negara miskin tersebut dan menyeru diakhirinya blokade Saudi atas Bandara Internasional Sana’a.

Hashtag #End_Yemen_Siege digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia atas krisis kemanusiaan di negara termiskin di Timur Tengah ini.

Lebih dari 10.000 orang telah tewas sejak konflik meningkat di Maret 2015, ketika koalisi pimpinan Arabia Saudi mulai melakukan serangan udara pada negara ini demi mendukung mantan Presiden Yaman yang melarikan diri Abdrabbuh Mansour Hadi.

Sebagian besar fokus dari kampanye #End_Yemen_Siege adalah menyerukan diangkatnya blokade di Bandara Internasional Sana’a. Penutupan bandara di Yaman ini telah mencegah banyaknya bantuan kemanusiaan mencapai mereka yang membutuhkan, dan menghalangi warga Yaman meninggalkan atau kembali ke negara tersebut.

Beberapa aktivis media sosial menggambarkan penutupan bandara ini sebagai sebuah tindakan melanggar hukum internasional, sementara yang lain mengarahkan tweet mereka kepada Presiden AS Donald Trump, menyerukan pemimpin baru itu untuk melakukan sesuatu.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, meminta untuk “memungkinkan dimulainya kembali penerbangan komersial ke Sana’a tanpa penundaan lebih lanjut dan bagi semua pihak untuk menjamin keamanan lalu lintas bandara dan udara,” saat ia menyimpulkan misinya ke Yaman pada hari Senin.

https://twitter.com/breathofreedom2/status/823990487111634945

“Pembatasan perjalanan masuk dan keluar dari bandara Sana’a telah mencegah puluhan warga Yaman dari menerima perawatan medis yang sangat dibutuhkan dan telah meninggalkan banyak lainnya terdampar di luar negeri,” katanya. “Ini tidak bisa terus berlangsung.”

Koalisi Saudi dengan dukungan Amerika Serikat memberlakukan zona larangan terbang di negara itu pada akhir Maret 2015, sedangkan angkatan udara Saudi membom bandara dan pesawat pada bulan April tahun itu.

Pada bulan Agustus, Oxfam dan 11 lembaga bantuan lainnya menyerukan koalisi pimpinan Saudi yang meliputi Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Maroko, dan Sudan untuk mengakhiri blokade di wilayah udara Yaman dan untuk memungkinkan penerbangan berlangsung di bandara dari Internasional Sana’a.

AS dan Inggris juga dikritik karena peran mereka dalam mempersenjatai dan mendukung koalisi yang dipimpin Saudi, melihat banyaknya bukti-bukti kejahatan perang, menggunungnya korban sipil dan tekanan dari lembaga-lembaga hak asasi manusia.

“Beberapa Pemerintah asing terus menjual senjata ke Arab Saudi, meskipun bukti yang berkembang menunjukkan bahwa koalisi telah melakukan serangan udara yang melanggar hukum,” tulis Human Rights Watch dalam laporan tahunannya.

HRW melanjutkan bahwa para anggota parlemen AS dan Inggris, bersama pemerintah mereka telah menyetujui lebih dari 20 miliar dolar dan 4 miliar dolar penjualan senjata, masing-masing ke Arab Saudi pada tahun 2015 saja. Hal ini justru semakin membuat mereka tertantang untuk melanjutkan penjualan tersebut karena dianggap menghasilkan keuntungan besar. (ARN)

About ArrahmahNews (12209 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. #End_Yemen_Siege: Dunia Menyeru Saudi Akhiri Blokade Bandara Internasional Sana’a | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: