EKSLUSIF! Jejak Kejahatan Perang Sadis Saudi dan Koalisinya di Yaman

sabtu, 28 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Tahun ketiga sudah menjelang, semenjak Arab Saudi dan sekutunya memulai agresi di Yaman.

Pada 26 Maret 2015, dengan dalih membawa kembali legitimasi ke Yaman, mantan Presiden keluar Abd-Rabbo Mansour Hadi, yang melarikan diri ke Riyadh, meminta intervensi militer untuk “kembali memaksakan otoritas dan legitimasi” dari apa yang mereka sebut agresi Houthi. (Baca juga: Realitas Kejahatan Saudi, PBB dan Dunia Atas Rakyat Yaman)

Hal diatas adalah menurut apa yang dikatakan oleh kalangan pengambilan keputusan di Arab Saudi, dan diterbitkan oleh kantor berita Saudi, mengutip kata-kata Hadi yang ditujukan kepada para pemimpin Dewan kerjasama Teluk, tanggal 24 Maret 2015. Hadi, dalam pesannya menuntut campur tangan cepat untuk menyelamatkan apa yang disebutnya situasi tragis yang dialami oleh Yaman.

Presiden di pengasingan itu juga meminta dalam pesan yang diterbitkan oleh badan berita Saudi untuk menyediakan semua sarana yang diperlukan dan langkah-langkah dukungan, termasuk intervensi militer.

Sementara, mantan Presiden Hadi mengakui selama wawancara dengan Abu Dhabi TV, tanggal 6 Januari, 2016, bahwa ia tidak pernah tahu tentang operasi “Badai Tegas”, ia diberitahu tentang apa yang terjadi di kota Ghaida saat akan menuju Oman. Semua itu, setelah Amerika mengatakan bahwa tidak ada yang akan melakukan intervensi militer dalam urusan Yaman, bertentangan dengan pengumuman yang dibuat oleh Pemerintah Arab Saudi bahwa operasi militer merupakan tanggapan terhadap permintaan Hadi. (Baca juga: Tuhan Tampakkan Wajah Sadis Kerajaan Saudi di Yaman)

Sejak itu dan sampai saat ini ribuan serangan udara Saudi menyerang berbagai daerah yang berbeda di gubernuran yang berbeda di Yaman, tidak hanya sasaran militer, tetapi segala sesuatu di Yaman, tidak perduli apakah mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah atau bahkan binatang ternak.

Konstruktor, pemerintah, kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas ekonomi dan infrastruktur, jembatan, jalan, bandara, pelabuhan, stasiun listrik, sistem air, sanitasi dan toko makanan, lengkap dengan secara langsung menargetkan perumahan dan lingkungan warga sipil.

Ratusan kejahatan paling keji dan pembantaian terhadap orang tak berdosa di rumah-rumah mereka, pasar, pernikahan, pemakaman, dan bahkan lokasi pengungsian, terus dilakukan Kerajaan Arab Saudi tanpa henti.

Menurut statistik terbaru memgenai jumlah korban yang tidak bersalah oleh Pusat Hukum HAM –dan Anggota dari aliansi sipil untuk observasi dan dokumentasi kejahatan agresi di Sana’a, pada 1 Januari 2016, hasil awal dari 560 hari agresi adalah 10.562 korban tewas, yang 2397 dari mereka adalah anak-anak. 18.508 korban luka-luka, 2.201 dari mereka adalah anak-anak dan 1.809 perempuan.

Bungkamnya Dunia Atas Kejahatan Saudi dan Koalisi Baratnta di Yaman

Sementara itu, situasi kemanusiaan Yaman terus memburuk karena blokade ekonomi mencekik, yang menyebabkan kekurangan sejumlah besar bahan pokok seperti makanan, obat-obatan dan bahan bakar. Meskipun semua itu, yang paling sangat menyakiti rasa keadilan adalah karena kegagalan Dewan HAM PBB dalam membentuk sebuah komite untuk menyelidiki pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh koalisi Saudi terhadap warga sipil di Yaman. Sebaliknya, dewan mengadopsi keputusan yang buruk yang diberikan oleh Arab Saudi tanpa menyebutkan apa yang telah Saudi dan sekutunya lakukan dalam kejahatan, pembantaian dan pelanggaran terhadap warga sipil. (Baca juga: Hilangnya Kemanusiaan Koalisi Saudi dan Media Atas Rakyat Yaman)

Agresi di Yaman dari perspektif hukum Internasional

Melalui studi pembenaran yang dikemukakan oleh Arab Saudi dan sekutunya dalam melancarkan agresi mereka di Yaman adalah (sebagai ekspresi) berdasarkan permintaan resmi dari buronan, mantan presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi. Dilihat dari hukum internasional, agresi ini adalah jelas melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan bukti teks, dalam asas (4) Pasal (2) Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekuatan dalam hubungan antar negara dan berbunyi sebagai berikut:

Bahwa negara anggota harus menjauhkan diri dari penggunaan ancaman dan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara lain, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan tujuan PBB. Asas ini merupakan pelengkap dari asas ketiga yang mendorong negara untuk menyelesaikan sengketanya secara damai.

Tambahan lagi, Piagam PBB memutuskan pada asas (7) dari artikel yang sama (2) bahwa:

“Perserikatan bangsa-bangsa dilarang untuk mencampuri urusan yang pada hakikatnya merupakan urusan dalam negeri suatu negara. Negara anggota tidak diharuskan untuk menyelesaikan urusan dalam negerinya sesuai dengan ketentuan piagam. Asas ini juga dapat digunakan sebagai perisai, misalnya apabila terdapat tuduhan adanya pelanggaran hak-hak asasi dalam suatu negara. Akan tetapi, berlakunya asas ini dibatasi oleh tindakan pemaksaan yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan sebagaimana yang diatur dalam Bab VII”. (Baca juga: Foreign Policy: Perang Yaman Hasil Kebijakan Paranoid Saudi)

Berarti bab ini memberi kewenangan kepada hanya dan hanya Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan represif, Sementara Dewan Keamanan belum mengeluarkan keputusan apapun yang membutuhkan kampanye militer terhadap Yaman atau serangan udara militer secara langsung di Yaman.

Karena operasi militer dan serangan udara yang dilakukan Saudi dilakukan tanpa persetujuan PBB, maka itu adalah agresi keji pada kedaulatan wilayah Yaman dan hal itu memberikan orang-orang Yaman hak untuk menggunakan hak sah mereka, yang dijamin di bawah hukum internasional untuk membela diri.

Selain itu, semua pembenaran yang diklaim oleh koalisi Saudi dukungan Amerika tentang legitimasi, atau alasan mendukung kepentingan rakyat Yaman, atau membela keamanan sendiri, adalah semacam omong kosong.

Karena, orang-orang Yaman tidak pernah mengancam keamanan tetangga mereka, selain itu, tidak ada orang waras yang akan mempertimbangkan bahwa membunuh & menghancurkan, menyebabkan pengungsian, dan pengepungan, dapat membawa kepentingan apapun bagi orang-orang Yaman.

Diamnya dunia meningkatkan kebrutalan agresi Saudi-AS

Serangan udara Pertama Amerika-Saudi, menargetkan lingkungan “bani Hawwat”, yang merupakan lingkungan perumahan penuh sesak dengan warga, di ibukota Sanaa, menewaskan 29 orang, termasuk 15 anak-anak, 5 perempuan. Serangan itu juga melukai 42 warga sipil, termasuk 13 anak-anak dan 4 wanita.

Mereka adalah korban dari serangan udara Saudi pertama, sekarang ada ribuan serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa syang dilakukan dengan sengaja. Dunia harus menyadari luasnya kebrutalan dan kriminalitas koalisi pimpinan ini Saudi-UEA dukungan AS-Inggris ini.

Dua puluh pembantaian brutal yang dilakukan oleh negara-negara koalisi

Kami akan menyebutkan dua puluh pembantaian brutal yang dilakukan oleh negara-negara koalisi yang menggunakan serangan udara barbar biadab mereka terhadap orang-orang Yaman. Ini adalah hanya sebagian kecil dari serangkaian kejahatan dan pembantaian yang memenuhi daftar dalam arsip dari pusat pemantauan dan dokumentasi:

1. (31 Maret 2015) Sekitar 40 pengungsi Yaman tewas, & lebih dari 200 lainnya terluka, dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap para pengungsi yang berkumpul di kamp Al Mazrak, di provinsi Hajjah, distrik Harad.

2. (1 April 2015) 38 pekerja tewas & 80 lainnya terluka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi AS-Saudi terhadap para pekerja di pabrik susu, provinsi Hodeidah.

3. (30 Juni 2015) 92 warga sipil tewas & sekitar 300 lainnya luka-luka dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi AS-Saudi menggunakan bom panas yang dilarang secara internasional di “daerah fag-Attan di ibukota Sanaa.

4. (28September 2015) hampir 130 warga sipil tewas & lebih banyak lainnya terluka dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS dalam sebuah perayaan pernikahan di direktorat Thobab, provinsi Taiz.

5. (21September 2015) 25 warga sipil dari satu keluarga tewas dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi yang menargetkan keluarga ” Al-Kokabani” di lingkungan perumahan AL-hasaba, ibu kota Sanaa.

6. (7September 2015) 18 warga sipil tewas & sekitar 40 lainnya luka-luka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi AS terhadap warga sipil di lingkungan Al-Derm, kota Yarim, provinsi Ibb.

7. (6 September 2015) 27 warga sipil tewas & 53 lainnya luka-luka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi dukungan AS terhadap tenda pemakaman di daerah AL-gayah, persimpangan AL-yatmah, provinsi Jawf.

8. (8 Oktober 2015) 30 warga sipil tewas & sekitar lebih dari 200 terluka dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi terhadap warga sipil di pernikahan yang diselenggarakan di Kabupaten Senban, provinsi Dhamar.

9. (22 Oktober 2015), lebih dari 200 nelayan Yaman tewas & terluka dalam pembantaian brutal mengejutkan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap para nelayan di pulau Okban, Provinsi Hodeida.

10. (19 November, 2015) sekitar 120 warga sipil tewas & puluhan terluka dalam pembantaian biadab mengejutkan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap kota para pekerja listrik di kota Mokha, gubernuran Taiz.

11. (20 Januari 2016) 12 siswa & guru mereka tewas dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS yang menargetkan sekolah anak yatim di lingkungan AL-Hrir, provinsi Taiz.

12. (21 Januari 2016) 18 warga sipil tewas & puluhan lainnya terluka dalam pembantaian brutal yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap para pekerja di fasilitas minyak Ras-Isa, provinsi Hodeidah.

13. (26 Januari 2016) Hakim Yahya robid tewas bersama dengan delapan anggota keluarganya dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS di ibukota Yaman, Sanaa.

14. (30 Januari 2016) 13 warga sipil termasuk perempuan & anak-anak tewas dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS, yang menargetkan rumah-rumah sipil di desa AL-Maghsl, distrik Haydan, provinsi saada.

15. (21 Februari 2016) 30 warga tewas & terluka, dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS yang menargetkan rumah-rumah penduduk di desa Direktorat Ghfrh Al Dhaher, provinsi Saada.

16. (28 Februari 2016) sekitar 41 warga sipil tewas, termasuk sembilan anak-anak, dan puluhan lainnya terluka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi AS terhadap warga sipil di pasar Khalqh, distrik Nihm, provinsi Sana’a.

17. (1 Maret 2016) 10 tewas & sekitar 20 orang terluka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap warga sipil di daerah Alehimh, provinsi Sana’a.

18. (15 Maret 2016) 117 warga sipil tewas, termasuk 25 anak-anak, & lebih dari 20 terluka dalam salah satu pembantaian paling brutal yang pernah dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS, yang membombardir pasar rakyat di Direktorat Mstba, provinsi Hajjah.

19. (21September 2016) 26 warga sipil, termasuk 4 wanita & 5 anak-anak tewas, lebih dari 54 luka-luka, termasuk 17 wanita & 7 anak-anak, dalam serangan udara yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi terhadap distrik pasar India, provinsi Hodeidah.

20. (8 Oktober 2016) 170 warga sipil tewas dan lebih dari 500 terluka dalam apa yang disebut-sebut serangan paling mengerikan, palingkejam, paling berdarah dan kriminalitas kejahatan perang sampai sekarang – meskipun ada beberapa kejahatan yang telah dilakukan setelahnya yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi, yang membom sebuah aula pemakaman di ibukota, Sanaa.

Berbagai pembantaian Biadab, Brutal, mengejutkan ini jika dilihat lebih dekat melalui tempat-tempat yang telah ditargetkan, yang bervariasi antara lingkungan padat penduduk, pasar, kamp-kamp pengungsi, sekolah, pabrik, fasilitas sipil, dan perayaan pernikahan bahkan hingga upacara dalam ruang pemakaman, menegaskan tanpa keraguan, bahwa koalisi pimpinan Saudi – UEA dukungan AS – Inggris telah melakukan pembunuhan dan genosida terhadap seluruh rakyat Yaman dalam cara yang direncanakan dan disengaja. (ARN)

About ArrahmahNews (12186 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Comments on EKSLUSIF! Jejak Kejahatan Perang Sadis Saudi dan Koalisinya di Yaman

  1. SUDAH JELAS SAUDIMEMBUKTIKAN DIRINYA SEBAGAI PEMUJA SETAN YG HAUS DARAH.

  2. ternyata tangan sang raja yang kita elu2 kan kemarin bergelimang darah dan air mata. الهم اهلك من في هلاكه صلاح المسامين

1 Trackback / Pingback

  1. Jejak Kekejaman Perang Sadis Saudi dan Koalisinya di Yaman – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: