Kedatangan Raja Salman ke Indonesia, Hujan Berkah Bagi Kelompok Radikal

Sabtu, 28 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Siapa yang tak kenal Raja Saudi, yang mengklaim dirinya sebagai khadim Haramain, dua kota suci ( Mekkah dan Madinah). Siapa yang tak kenal Masjid al-Haram di Makkah yang telah diduduki keluarga kerajaan tiran Al Saud, meskipun dengan embel-embel Muslim atau atas nama Islam. (Baca juga: Zionis Duduki Masjidil Aqsa, Kerajaan Saudi Duduki Masjidil Haram)

Sebagian kaum intoleran berideologi Wahabi, mungkin akan menyangkal pernyataan ini sebagai lelucon atau sampah, mengingat tingkat kebodohan mereka akan prilaku korup raja-raja Saudi, pangeran dan keluarga kerajaan, pesta seks, skandal para pangeran Saudi, kazaliman mereka kepada rakyat atau pun negara-negara tetangga dengan mengimpor idelogi ekstrim Wahhabi dan menciptakan perang sektarian di antara kaum muslimin. (Baca juga: Kerajaan Saudi Perjual Belikan Haramain)

Iya, itulah Raja Saudi. Dikabarkan, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud  dan beberapa delegasinya akan melakukan lawatan ke Indonesia pada bulan Maret mendatang. Nah, tentu kabar tersebut memberikan angin segar sekaligus petir yang menggelegar. Bagaimana tidak, karena hampir semua orang Indonesia tidak suka padanya, dan hanya segelintir dari mereka kaum Wahabi yang siap menyambutnya, termasuk pernyataan wakil ketua DPR Fahri Hamzah.

Artinya, di sini ada dua kubu: pro dan kontra. Setidaknya, kabar tersebut membawa kebahagiaan bagi kaum cingkrang dan jenggot, karena mereka bakal menerima bertumpuk-tumpuk uang riyal sebagai stimulus untuk melancarkan aksinya: mengadu domba umat Islam di Indonesia. (Baca juga: Antara Haramain dan Kerajaan Monarki Arab Saudi)

Saya rasa, bukan rahasia lagi dan publik sudah tahu itu, bahwa Saudi adalah sumber keuangan bagi kaum cingkrang, makanya tak heran mengapa begitu gencar kaum cingkrang melakukan aksinya, baik di dunia maya mapun di dunia nyata untuk melakukan adu domba di tengah kerukunan beragama di negeri tercinta ini. Makanya, mereka melakukan segala cara agar umat manusia ini berpecah-belah, meski kadang  perihal yang mereka lakukan sangat tidak masuk akal dan sering berseberangan dengan ajaran Islam yang sejati.

Sekelompok ormas pun melakukan demonstrasi di depan Kedubes Saudi kemarin, sebagai bentuk penolakan kedatangan Raja Salman, pertanda kalau di negeri ini  masih  banyak orang yang sadar dan waras yang tak suka dengannya, lantaran beberapa sikapnya yang dinilai arogan dan otoriter. Di antaranya saat Saudi dan beberapa negara sekutunya, termasuk Amerika  melakukan bom-bardir secara membabibuta terhadap warga sipil Yaman, yang akan genap dua tahun pada 26 Maret mendatang. (Baca juga: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”)

Konflik Yaman bukan hanya konflik nasional, melainkan internasional. Setiap orang, di mana pun berada, di belahan dunia mana pun pastinya merasa iba  melihatnya, karena secara kemanusiaan mereka adalah subyek yang mesti dimanusiakan, namun oleh Saudi dan konco-konconya, mereka seperti hewan yang dimusnahkan tanpa rasa belas kasih sedikit pun. Selama ini kita mengenal  Saudi sebagai kiblat bagi  umat Muslim dunia, sebab di sana ada dua tempat suci yang pernah disinggahi Rasulullah Saw dan para pejuang sejati Islam lainnya. Dan artinya, mereka seharusnya menjadi contoh bagi umat Muslim secara kusus dan non-Muslim secara umum. (Baca juga: Islam Sejati Versus Wahabisme)

Namun, kenyataanya malah sebaliknya, yang ada justru malah kekerasan dan kejumudan dalam beragama mendominasi negara Saudi. Justru negara Arab lain yang tidak punya tempat suci seperti di Mekkah dan Madinah, malah selalu meniupkan angin kedamaian, seperti Mesir maupun negara luar Arab seperti Indonesia, di mana ulama-ulamanya sangat menjunjung tinggi toleransi dalam beragama dan tidak keras seperti halnya kebanyakan ulama Saudi yang dikenal keras dan intoleran. Itulah mestinya yang selalu kita amati, jangan mentang-mentang di sana Ada Ka’bah kemudian langsung kita klaim kalau orang-orang Saudi itu baik-baik, kalaupun ada itu hanya secuil saja. (Baca juga: Saudi Negeri Dongeng, Tapi Nyata)

Mengenai Raja Salman, dan bahaya atau tidaknya apabila ia benar-benar datang ke Indonesia. Yang jelas, yang paling girang saat Raja Saudi ini datang ke Indonesia, ialah kaum cingkrang, sebab duit mereka semakin numpuk dan dompet pun menjadi  gendut. (ARN)

1 Comment on Kedatangan Raja Salman ke Indonesia, Hujan Berkah Bagi Kelompok Radikal

  1. Reblogged this on tafsirahlulbayt.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: