CENTCOM Akui Operasinya di Yaman Korbankan Warga Sipil

Naurah

Kamis, 02 Februari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Warga sipil, termasuk anak-anak, mungkin telah tewas pada hari Minggu dalam serangan AS terhadap militan al-Qaeda di Yaman. Komando Sentral AS (CENTCOM) mengatakan hal ini dalam siaran pers mereka, Rabu (01/02).

Dalam kegiatan operasi di Yaman, Pasukan Operasi Khusus AS mengklaim telah menewaskan 14 militan al-Qaeda. Menurut Gedung Putih sebagaimana dilaporkan Sputnik, Kamis (02/02), selama operasi, teroris telah menewaskan seorang anggota angkatan laut AS, William Owens, dan melukai beberapa prajurit lainnya. (Baca juga: Pembantaian Super Keji Terbaru Amerika di Yaman)

c3x6sxsxaaat02e
Rilis CENTCOM yang dikeluarkan pada hari Rabu itu mengkonfirmasi laporan dari sumber Arrahmahnews sebelumnya yang menyebut bahwa marinir AS telah melakukan penembakan brutal kea rah warga sipil termasuk diantaranya wanita dan anak-anak. Sumber Arrahmahnews, Hussain AlBukhaiti juga menyatakan bahwa hanya dua dari korban tewas yang dikenali sebagai anggota Al-Qaeda sementara yang lainnya adalah warga sipil. (Baca juga: AS Umumkan Identitas Tentaranya yang Tewas di Yaman

)

Rilis CENTCOM AS tersebut menyatakan bahwa korban sipil itu kemungkinan terjebak dalam “pertempuran” mereka melawan musuh. Rilis itu juga menambahkan bahwa kelompok teroris al-Qaeda memiliki sejarah menggunakan perempuan dan anak-anak sebagai perisai manusia di tengah daerah operasi dan kamp-kamp teroris.

Sebelumnya pada hari itu, media AS melaporkan Nawar al-Awlaki (Naurah al-Awlaqi), seorang gadis 8 tahun yang merupakan putri dari pimpinan Al-Qaeda berkebangsaan AS Anwar al-Awlaki yang sebelumnya dibunuh, tewas dalam serangan AS pada hari Minggu tersebut. Laporan media menyebut gadis itu juga seorang warga negara AS. (Baca juga: Ditembak Marinir AS, Gadis 8 Tahun Yaman “Jangan Menangis Mama, Aku Baik-baik Saja”)

Menurut laporan Hussain sebelumnya, setelah drone dan helikopter AS menembakkan rudal dan menewaskan beberapa warga sipil, pasukan komando AS lalu memulai pembunuhan membabi buta dengan tembakan. Warga sipil sengaja dijadikan target, khususnya ketika salah satu dari tentara AS tewas dan 3 lainnya mengalami luka-luka.

“Penembakan sadis itu adalah sebuah balas dendam. Anda bisa lihat dalam gambar-gambar dari korban sipil bahwa beberapa tembakan tepat mengenai kepala atau leher mereka (seperti yang dialami Nuorah, 8 th) dan tembakan-tembakan yang diarahkan ke organ vital di tubuh bagian atas. ini benar-benar mengingatkan saya kepada pembantaian Haditha di Irak,” ujar Hussain, kepada ARN. (Baca juga: PBB; Agresi Saudi Runtuhkan Sistem Kesehatan di Yaman)

Pembantaian Haditsa adalah Insiden tragis yang terjadi di Irak, ketika seorang mariner AS, Sersan Frank Wuterich, memerintahkan orang-orangnya untuk mencari dan membunuh militan-militan di Kota Haditha setelah menemukan jenazah seorang rekan tentara. Saat itu, Wuterich dan tim skuadnya membunuh begitu saja lima pemuda Irak yang terlihat berada di dekat daerah tempat jasad tentara AS tersebut ditemukan.

Para marinir AS itu kemudian masuk ke tiga rumah di dekatnya dan membunuh 19 anggota keluarga. Para korban termasuk 7 anak, tiga pria dan seorang pria berumur 76 tahun yang menggunakan kursi roda. Insiden itu oleh media disebut sebagai “Pembantaian Haditha”. (ARN)

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. CENTCOM Akui Operasinya di Yaman Korbankan Warga Sipil | ISLAM NKRI
  2. CENTCOM Akui Operasinya di Yaman Korbankan Warga Sipil | Arrahmah
  3. Serangan Mematikan AS di AQAP-Yaman Tak Menghasilkan Apapun | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: