Ditembak Marinir AS, Gadis 8 Tahun Yaman “Jangan Menangis Mama, Aku Baik-baik Saja”

Kamis, 2 Februari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Media-media Barat lebih fokus pada seorang tentara AS yang tewas dalam serangan di Yaman, salah satu korban yang paling tragis dalam serangan diperintahkan oleh Presiden Donald Trump adalah seorang gadis delapan tahun.

Serangan itu berlangsung selama akhir pekan, ketika pasukan AS memburu militan Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP). Namun, tidak jelas apa yang dilakukan pasukan AS di sana, terutama banyaknya korban tewas dari kalangan sipil. [Baca; Serangan Fajar AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Yaman]

Meskipun Amerika Serikat memuji operasi itu sebagai suatu keberhasilan, laporan dari Yaman tampaknya menunjukkan bahwa warga sipil non-kombatan menjadi korban dalam serangan itu.

‘Jangan menangis mama, aku baik-baik saja’

Menurut sumber-sumber medis setempat yang dikutip oleh Reuters, 30 orang tewas dan sepuluh dari mereka perempuan dan anak-anak, dalam sebuah operasi unit komando AS yang dikirim berdasarkan laporan intelijen.

Di antara para korban adalah gadis delapan tahun yang bernama Nawar Al-Awlaki. Dalam posting Facebook, paman Nawar dan mantan Wakil Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Yaman, Ammar Al-Aulaqi mengatakan, “[Nawar] ditembak beberapa kali, satu peluru menembus lehernya. Dia kehabisan darah selama dua jam dan tidak memungkinkan untuk mendapatkan perhatian medis.”

photo_2017-02-02_09-43-58

“Nawar adalah anak gadis yang memiliki kepribadian dan pikiran jauh lebih tua dari usianya, ia meyakinkan ibunya saat ia dalam keadaan berlumuran darah; ‘Jangan menangis mama, aku baik-baik saja, aku baik-baik saja’,” ujar Ammar menirukan ucapan keponakannya. [Baca; Pembantaian Super Keji Terbaru Amerika di Yaman

]

“Tak lama tangisan meledak, dan jiwanya pergi dari tubuh mungilnya” ujar Ammar.

“Dia tertembak di lehernya dan menderita selama dua jam,” Nasser Al-Awlaki, kakek Nawar, kepada Reuters.

“Kenapa membunuh anak-anak? Ini adalah kejahatan AS – ini sangat menyedihkan dan kejahatan besar “.

Pertarungan Trump melawan ‘terorisme Islam’

Kematian Nawar datang sebagai hasil dari pertarungan pemerintahan Trump terhadap apa yang disebut “terorisme Islam radikal”. Pada pidato pengukuhannya, Trump bersumpah akan menghapus itu dari muka bumi. Trump tidak membuat sumpah serupa terhadap kelompok-kelompok teror di luar Islam, termasuk ISIS.

Dalam sebuah pernyataan, Pentagon menyebut korban sipil, meskipun seorang pejabat militer AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan mereka tidak bisa dikesampingkan. Sebaliknya, AS disibukkan dengan kematian salah seorang tentara AS yang tewas selama operasi yang membantai anak-anak dan Nawar.

Trump mengatakan: “Amerika sedang sedih pagi ini dengan berita bahwa prajurit heroiknya telah tewas dalam perjuangan kami melawan kejahatan terorisme.” [Baca; VIDEO: Coba Dekati Pantai Yaman, Kapal Perang Saudi jadi Sasaran Rudal Houthi]

Dua prajurit AS juga cedera ketika pesawat militer V-22 Osprey dikirim untuk mengevakuasi komando lain yang terluka, tapi mereka diserang dengan tembakan hingga pesawat mengalami kerusakan dan harus “dihancurkan di tempat,” kata Pentagon.

Sosial media bereaksi

Media sosial dibanjiri dengan kemarahan atas kematian Nawar, dan menuduh AS sengaja “membunuh anak-anak”.

Mohammad Alrubaa, seorang wartawan dan pembawa acara televisi Arab, dalam kicauannya mengatakan, “Nawar Al-Awlaki dibunuh marinir Amerika yang datang ke Yaman untuk membunuh … #American_terrorism.”

Mousa Alomar, seorang jurnalis Suriah, dalam tweet-nya mengatakan “marinir AS membunuh Nawar Al-Awlaki dan puluhan perempuan serta anak-anak di Yaman. #US_terrorism_kills_Yemenis. “

Qamar Muhammad Asbhy, seorang aktivis media sosial mengatakan, “keluarga emas tidak akan menyerah, dan akan tetap mempertahankan iman mereka sampai anak terakhir mereka”.

Mengomentari fakta bahwa banyak korban sipil yang berjatuhan dan “kerusakan yang ditimbulkan” oleh marinir AS, politisi Yaman Ali Albukhaiti dalam tweet-nya, mengatakan “Nawar Al-Awlaki tidak tewas karena serangan udara, tetapi dengan peluru yang ditembakkan dari jarak dekat. Ini adalah terorisme di atas terorisme, tetapi mereka mempertahankannya dan dibenarkan oleh media mereka.”

Meskipun mereka melakukan operasi sergap di pedesaaan provinsi Al-Bayda, Amerika Serikat telah terbiasa menggunakan serangan drone untuk menargetkan orang-orang yang dianggap pembunuhan di luar hukum. Warga sipil secara rutin tewas dalam serangan pesawat tak berawak tersebut yang sebagian besar tak akurat, tapi dibenarkan sebagai “perbuatan hukum perang” oleh Departemen Kehakiman AS. [ARN]

Sumber; Middle East Monitor.

 

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Ditembak Marinir AS, Gadis 8 Tahun Yaman “Jangan Menangis Mama, Aku Baik-baik Saja” | ISLAM NKRI
  2. Ditembak Marinir AS, Gadis 8 Tahun Yaman “Jangan Menangis Mama, Aku Baik-baik Saja” | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: