Fox News dan Dongeng Aneh dari Yaman

Jum’at, 03 Februari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Pada hari Senin pejuang Houthi Ansharullah menyerang sebuah kapal perang Saudi di lepas pantai Yaman, menewaskan dua awaknya dan melukai tiga orang lainnya. Pada hari Selasa, di bawah spanduk bertuliskan “EXCLUSIVE”, Fox News datang dengan klaim mengejutkan dan sulit dipercaya. Mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya di Pentagon, Outlet itu mengatakan “serangan bunuh diri dukungan Iran” pada kapal perang Saudi “mungkin dimaksudkan untuk menyerang kapal perang Amerika”. (Baca juga: VIDEO: Coba Dekati Pantai Yaman, Kapal Perang Saudi jadi Sasaran Rudal Houthi)

Fox News mengatakan klaim itu berdasarkan analisis oleh para pejabat intelijen AS dari video yang menunjukkan serangan itu. Dalam video yang diedarkan oleh Houthi tersebut, ada suara teriakan “Allahu akbar!” dua kali segera setelah ledakan, diikuti oleh slogan Houthi: “Mampus Amerika, Mampus Israel, Terkutuklah Yahudi, Menanglah Islam”.

Houthi telah menggunakan slogan ini selama bertahun-tahun dan hanya orang bodoh yang membayangkan bahwa itu berarti Houthi mengira mereka telah menabrak sebuah kapal perang Amerika, apalagi Israel. Namun demikian, tampaknya hal itu telah menjadi dasar penilaian bagi intelijen Amerika sebagaimana dilansir Fox News. (Baca juga: AL Yaman Bersumpah Tenggelamkan Semua Kapal Perang Koalisi Saudi yang Berani Langgar Perbatasan)

Dalam pengumuman serangan asli mereka, sumber resmi Houthi bahkan tidak memberikan indikasi bahwa sebuah kapal Amerika adalah sasaran yang dituju. Mereka tahu benar dan telah jelas mengidentifikasi kapal itu sebagai kapal perang Saudi dan menyebut namanya “al-Madina”.

Houthi juga mengatakan mereka telah menghantam kapal perang Saudi itu dengan rudal seperti yang terlihat dalam video, tetapi Fox News ngotot bahwa itu adalah serangan bunuh diri. (Baca juga: Tentara Yaman Hancurkan dan Tenggelamkan Kapal Perang Saudi di Perairan Yaman)

Sumber awal klaim bunuh diri itu tampaknya diambil dari laporan kantor berita pemerintah Saudi yang mengacu serangan oleh tiga “kapal bunuh diri ” (zawariq intihariyya dalam bahasa Arab). Laporan Saudi melanjutkan dengan mengatakan “salah satu kapal menabrak bagian belakang kapal yang mengakibatkan perahu meledak dan api berkobar di bagian belakang kapal”. Membingungkan, karena laporan itu kemudian mengatakan kapal melarikan diri, dan dikejar oleh pasukan Saudi.

Versi berita bahasa Arab itu menyiratkan bahwa ketiga kapal tersebut melarikan diri, karena mengacu kepada mereka dalam bentuk jamak. Jika salah satu telah hancur dan hanya dua lolos, aturan tata bahasa Arab akan memerlukan penggunaan “dual” bentuk daripada jamak. Namun, bisa saja itu adalah hasil penulisan yang ceroboh.

Secara keseluruhan, laporan Saudi semacam ini tidak bisa lebih dipercaya daripada laporan Houthi, tapi tampaknya pada kesempatan ini Houthi lebih cenderung mengatakan yang sebenarnya. Tentu saja! karena tidak ada cukup bukti untuk melaporkan dugaan serangan bunuh diri itu sebagai fakta (seperti yang Fox News lakukan). (Baca juga: Makar Amerika, Media Arab dan Barat Atas Perang Yaman)

Lagi pula, serangan bunuh diri bukanlah bagian dari ‘modus operandi normal Houthi. Mereka selalu menggunakan rudal dalam serangan sebelumnya pada kapal-kapal Saudi di Laut Merah. Juga, apa yang bisa dilihat di video itu lebih terlihat seperti serangan rudal, itu menunjukkan bola api naik diatas superstruktur kapal.

Jika kapal telah ditabrak oleh perahu kecil yang kemudian meledak, kerusakan lambung kapal kemungkinan akan terjadi. Pihak Saudi tidak menyebutkan kerusakan lambung dan mengatakan kapal tersebut melanjutkan tugas patroli setelah api padam. Sebagai perbandingan, serangan bunuh diri Al-Qaeda di USS Cole pada tahun 2000, yang dilakukan oleh dua orang di sebuah perahu karet berbahan peledak, telah meledakkan kapal dan membuat lubang 40 kaki di sisinya, sehingga benar-benar tidak memungkinkannya berlayar lagi.

Fox News memiliki sejarah melebih-lebihkan cerita tentang konflik di Yaman. Oktober lalu outlet media itu membuat laporan yang kemudian ternyata salah, mengenai kapal perang Iran yang hendak menyerang kapal Angkatan Laut AS yang berpatroli di lepas pantai Yaman. “Armada” Iran yang disebut-sebut itu ternyata terdiri dari kapal tunggal berusia 48 tahun dan Kapal barang yang berlayar membawa pasokan dalam perjalanan ke Afrika timur dan selatan. (ARN)

Sumber: artikel Brian Whitaker, Al-Bab.com

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Fox News dan Dongeng Aneh dari Yaman | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: