MEMALUKAN! Demi Benarkan Pembantaian Yaman Pentagon Pakai Rekaman 10 Tahun Lalu

Sabtu, 04 Februari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Pembantaian komando AS di Yaman memicu kontroversi baru pada hari Jum’at (03/01) kemarin setelah Pentagon menerbitkan sebuah video militan yang semula dimaksudkan untuk membenarkan serangan mereka ke Yaman, dengan menyebut video itu baru-baru ini didapatkan dari intelijen yang ditugaskan ke negara Arab tersebut. Sayangnya, hanya beberapa saat terbongkar bahwa video itu ternyata adalah video lama.

Video, yang dikatakan telah disita pasukan operasi khusus AS dari komputer itu menggambarkan seorang militan bertopeng sedang memberi pelatihan tentang “Cara Menghancurkan The Cross” dan menunjukkan bagaimana membuat bahan peledak.

Masalahnya, video itu ternyata adalah video berusia sekitar 10 tahun dan sudah pernah beredar secara online. Pentagon segera menarik kembali video tersebut, namun tak urung berbagai komentar sinis terlanjur beredar. (Baca juga: Pembantaian Super Keji Terbaru Amerika di Yaman)

“Kami tidak tahu itu adalah file lama,” kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kolonel John Thomas membela diri.

Sebagaimana dilaporkan MEM pada Jum’at (03/01), Thomas mengatakan bahwa dirinya menarik video itu karena tidak ingin ada kritik yang mengklaim militer menggunakan informasi intel lawas, dan menekankan bahwa pasukan komando memiliki file-file terkini dan yang tetap berguna. (Baca juga: CENTCOM Akui Operasinya di Yaman Korbankan Warga Sipil)

“Aku hanya tidak ingin siapa pun mengatakan … kami mengada-adakan informasi dan mencoba untuk menipu, karena itu bukan yang terjadi,” kata Thomas.

Gedung Putih dan Pentagon telah bersikap defensif sejak serangan hari Minggu itu yang sebagian kalangan menyebutnya mirip pembantaian Haditsa di Irak. Serangan itu adalah serangan pertama yang disahkan oleh Presiden Donald Trump, yang menargetkan Al-Qaeda di kompleks Semenanjung Arab di Yaman.

Pemerintahan Trump melakukan serangkaian serangan pesawat tak berawak dan serangan darat pada hari Minggu di desa Yakla, di provinsi al-Bayda Yaman. Pada hari Rabu, para pejabat AS mengakui bahwa warga sipil “kemungkinan termasuk diantara korban tewas”.

Media AS melaporkan Nawar al-Awlaki (Naurah al-Awlaqi), seorang gadis 8 tahun yang merupakan putri dari pimpinan Al-Qaeda berkebangsaan AS, Anwar al-Awlaki, yang sebelumnya dibunuh, tewas dalam serangan AS pada hari Minggu itu. Menurut laporan media gadis itu juga seorang warga negara AS. (Baca juga: Perwira Saudi Murtad Karena Pembantaian Mengerikan di Yaman; VIDEO)

Sedangkan menurut laporan sumber Arrahmahnews di Yaman, Hussain alBukhaiti, setelah drone dan helikopter Amerika menembakkan rudal dan menewaskan beberapa warga sipil, pasukan komando AS lalu memulai pembunuhan membabi buta dengan tembakan. Warga sipil sengaja dijadikan target, khususnya ketika salah satu dari tentara AS tewas dan 3 lainnya mengalami luka-luka.

“Penembakan sadis itu adalah sebuah balas dendam. Anda bisa lihat dalam gambar-gambar dari korban sipil bahwa beberapa tembakan tepat mengenai kepala atau leher mereka (seperti yang dialami Nuorah, 8 th) dan tembakan-tembakan yang diarahkan ke organ vital di tubuh bagian atas. ini benar-benar mengingatkan saya kepada pembantaian Haditha di Irak,” ujar Hussain, kepada ARN. (ARN)

About ArrahmahNews (12203 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. MEMALUKAN! Demi Benarkan Pembantaian Yaman Pentagon Pakai Rekaman 10 Tahun Lalu | ISLAM NKRI
  2. MEMALUKAN! Demi Benarkan Pembantaian Yaman Pentagon Pakai Rekaman 10 Tahun Lalu | Arrahmah
  3. Pentagon Gunakan Rekaman 10 Tahun Lalu, untuk Benarkan Pembantaian Yaman – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: