Awal Mula Antasari Mengendus Korupsi Pengadaan IT KPU yang Melibatkan Ibas

Jum’at, 17 Februari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Ketika masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengusut kasus korupsi yang menyeret Aulia Pohan. Saat itu Aulia Pohan menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Hal itulah yang mengancam keamanannya. Seperti diketahui, Aulia Pohan merupakan ayah dari Annisa Pohan yang merupakan istri Agus Harimurti Yudhoyono.

Usai mengusut Aulia, tanpa ragu Antasari juga menyelidiki adanya praktik korupsi yang dilakukan Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam pengadaan IT KPU.

“Saat ditahan dua bulan ada teman saya datang, saya lupa lama sekali itu. Dia bilang, Antasari kamu ini kok melawan tembok? Tembok gimana, kata saya, ‘ya itu kemarin besannya ditahan sudah selesai, kok sekarang anaknya mau kamu tangkap, anaknya yg mana? Itu si Ibas’. Urusannya apa? ‘Itu pengadaan IT itu si Ibas,” ungkap Antasari saat dihubungi, Kamis (17/2).

Antasari pun menjelaskan awal mula dirinya mengendus praktik korupsi dalam pengadaan IT di KPU.

“Jadi gini, dulu kan saya ngusut IT KPU karena saya nonton Metro TV berita malam ada salah satu orang komisioner KPU, perempuan, menyatakan IT KPU ini sering error sehingga kita grounded. Dalam artian kan tidak dipakai. Nah saya berpikir kalau digrounded di Jakarta kan di daerah juga karena connected,” jelasnya.

Alhasil, saat itu Antasari mencium adanya ketidakberesan dalam pengadaan alat hingga bisa digrounded. “Wah ini kan perencanaan engga matang berarti, kerugian negara kan. Nah, untuk itu maka saya tugaskan wakil saya Maryono Umar untuk koordinasi dengan KPU minta klarifikasi apa alasan digrounded, nah itu. Pada waktu itu kita kan lembaga antikorupsi cuma membuat hipotesa,” tuturnya.

Hipotesa yang terbentuk, tambah Antasari, yakni alat yang dipakai tidak benar.

“Ini apakah karena alatnya yang tidak benar, kan kalau alat tdk benar artinya pengadaan tidak teliti, nah itu. Sampai situ saja kemudian, ketika mau masuk pendataan tentang itu saya sudah dikirim ke tahanan,” bebernya.

Antasari pun menyayangkan saat itu wakilnya tidak menjemput bola kasus tersebut.

“Nah saya kan tidak bisa lagi menelusuri, cuma yang saya sayangkan wakil saya yang masuk aktif waktu itu tidak meneruskan lagi waktu itu penyelidikan,” tuturnya.

Namun, ia beranggapan untuk menelusuri kasus tersebut tidaklah sulit. Tinggal mencari pihak yang memenangkan lelang ketika itu.

“Tapi Anda gampang lah pengadaan menelusuri itu. Bagaimana lelangnya, siapa yang mengadakan lelang dan siapa yang aktif menemui komisioner KPU bidang pengadaan dan Anas juga bisa dikroscek itu. Iya, kan komisioner KPU waktu itu dia (Anas) salah satunya,” pungkasnya.

Namanya disebut, Ibas pun tak tinggal diam. Meski tak langsung membantah tudingan Antasari, Ibas meminta masyarakat jangan larut terhadap hal-hal yang menyesatkan dan mengarah ke fitnah.

“Wahai rakyatku dan saudara-saudaraku. Janganlah kita larut dalam demokrasi yang menyesatkan (fitnah). Masih banyak cara yang lebih ksatria menuju satu tujuan,” tulis Ibas dalam akun Twitternya, @Edhie_Baskoro dikutip arrahmahnews.com, Selasa (14/2).  [ARN/merdeka]

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Awal Mula Antasari Mengendus Korupsi Pengadaan IT KPU yang Melibatkan Ibas

  1. kombespol // Feb 17, 2017 at 4:54 pm // Balas

    rakyatku gundulmu bas ibas .. bahasa nya sok banget .. dipenjara ajalah

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Awal Mula Antasari Mengendus Korupsi Pengadaan IT KPU yang Melibatkan Ibas | Arrahmah
  2. Awal Mula Antasari Mengendus Korupsi Pengadaan IT KPU yang Melibatkan Ibas | ISLAM NKRI
  3. Penjelasan Antasari, Awal Mula Mengendus Korupsi Pengadaan IT KPU yang Melibatkan Ibas – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: