Temui Delegasi Perancis, Assad Tegaskan Komitmen Bebaskan Suriah dari Terorisme

Jum’at, 17 Febrauri 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan tekad pemerintah untuk membebaskan “setiap inci” dari tanah Suriah yang dikendalikan oleh teroris yang didukung Barat dan sekutu regionalnya.

Dalam sebuah wawancara, Kamis (16/02/2017), dengan media Prancis, Assad mengatakan pembebasan kota Raqqah bukan satu-satunya prioritas bagi pemerintah, dan menegaskan bahwa “Raqqah hanya sebuah simbol.”

“Anda harus tahu bahwa ISIS (Daesh) dekat dengan Damaskus, Anda harus tahu mereka di mana-mana,” kata Assad. “Di mana-mana adalah prioritas, tergantung pada perkembangan pertempuran,” tambahnya.

“Bagi kami itu semua sama, Raqqah, Palmyra, Idlib, itu semua sama,” ujar Assad, dan menekankan bahwa itu adalah “kewajiban setiap pemerintah” untuk mendapatkan kembali kontrol dari “setiap inci” dari wilayahnya.

Pernyataan itu juga mengisyaratkan tentara Suriah yang sedang bentrok dengan militan Jabhat al-Nusra di provinsi Dara’a.

Para militan mengatakan mereka berusaha untuk menghalangi setiap upaya tentara untuk mengambil alih perbatasan strategis dengan Jordan. Kontrol tentara atas persimpangan di jalur selatan kota akan memutus akses militan ‘ke bagian timur dan barat dari Dara’a.

Pembicaraan perdamaian internasional di Suriah

Dalam wawancara itu, Assad mengkritik Barat yang berperan “pasif” dalam membantu menyelesaikan krisis Suriah, dan mengatakan negara-negara Barat telah “kehilangan kesempatan mereka untuk mencapai apa pun di Jenewa.”

Assad memuji Turki, Rusia dan Iran dalam memimpin perundingan damai Suriah di ibukota Kazakhstan, Astana, dan mengecam Barat yang mendukung “kelompok-kelompok yang mewakili para teroris terhadap pemerintah.”

Pembukaan negosiasi antara Damaskus dan kelompok oposisi di Astana rencananya akan diselenggarakan pada hari Kamis.

Putaran pertama perundingan Astana pada bulan Januari bersama wakil-wakil dari pemerintah dan kelompok oposisi untuk pertama kalinya selama hampir enam tahun konflik.

Rusia, Iran dan Turki sepakat pada akhir pembicaraan untuk membentuk suatu mekanisme yang bertujuan memantau gencatan senjata yang mulai berlaku di seluruh Suriah pada 30 Desember 2016.

Kedua belah pihak yang berperang Suriah juga diatur untuk mengadakan putaran terpisah dari pembicaraan di kota Swiss, Jenewa, pada 20 Februari di bawah naungan PBB. [ARN]

About ArrahmahNews (12176 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Temui Delegasi Perancis, Assad Tegaskan Komitmen Bebaskan Suriah dari Terorisme | ISLAM NKRI
  2. Temui Delegasi Perancis, Assad Tegaskan Komitmen Bebaskan Suriah dari Terorisme | Arrahmah
  3. Assad Tegaskan Komitmen Bebaskan Suriah dari Terorisme Saat Temui Delegasi Perancis – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: