Turki Tangkap Wartawan Jerman Terkait Pemberitaan Kebocoran Email

Sabtu, 18 Februari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, ANKARA – Turki, yang saat ini dikenal dengan tindakan keras terhadap media pasca kudeta gagal, telah kembali menangkap seorang jurnalis terkait kebocoran email yang mengungkap tindak korupsi dalam pemerintahan negara itu. Rekan-rekannya mengatakan bahwa ia mungkin ditangkap setelah berbagi pesan langsung di Twitter dengan kelompok hacker dan beberapa rekan wartawan.

“Deniz Yucel, koresponden Turki untuk koran Jerman Die Welt, telah ditahan dalam tahanan polisi sejak hari Selasa,” demikian dilaporkan surat kabar tersebut sebagaimana dikutip vocative, Jum’at (17/02). Yucel adalah wartawan ketujuh yang dipenjara karena melaporkan tentang kebocoran email dari Menteri Energi Turki Berat Albayrak, yang secara terbuka dirilis pada bulan Oktober oleh kelompok hacktivist marxis RedHack, kemudian diindeks oleh WikiLeaks.

Jika terbukti bersalah, ia bisa dipenjara hingga lima tahun.

Sebelumnya ada sekitar 60 ribu email internal milik pemerintah Turki bocor dan diretas oleh pihak yang menyebut kelompok mereka RedHack.

RedHack mengklaim telah meretas email pribadi milik Presiden Recep Tayyip Erdogan serta Menteri Energi dan SDA Berat Albayrak dengan jumlah total kapasitas file sebesar 17GB. Pihak RedHack juga mengaku meretas file-file milik pemerintah, mulai dari dokumen lawas di era tahun 2000 hingga 2016.

Pada Hari Natal, 2016, Polisi Turki menggerebek rumah dari beberapa wartawan sehubungan dengan email yang bocor tersebut. Menurut Komite Perlindungan Jurnalis, mereka tetap dalam tahanan tanpa sidang selama 23 hari. Ketiganya dituduh “sebagai anggota organisasi [teroris].”

Surat kabar pro-pemerintah Turki, Sabah, mengklaim bahwa para wartawan itu ditahan karena telah “membuat propaganda RedHack,” dan Turki mengklasifikasikan kelompok hacktivist itu sebagai organisasi teror. Sabah juga menyebutkan beberapa buronan, di antaranya Yucel. Tak satu pun dari wartawan Sabah menghadapi tuntutan yang sama karena telah berbagi arsip tersebut ke publik, padahal mereka semua telah melaporkan tentang detail kebocoran, termasuk mengungkapkan penawaran minyak Albayrak di Irak, rute perdagangan senjata ISIS di Suriah, dan kontrol Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas media Turki. (ARN)

About ArrahmahNews (12172 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Turki Tangkap Wartawan Jerman Terkait Pemberitaan Kebocoran Email | Arrahmah
  2. Turki Tangkap Wartawan Jerman Terkait Pemberitaan Kebocoran Email | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: