Pensiunan Polisi Sebut Dibayar Duterte Untuk Membunuh

Senin, 20 Februari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, FILIPINA – Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut pensiunan polisi Davao, Filipina. Arturo Lascanas mengatakan, dia merupakan bagian dari ‘skuad kematian’ Davao, yang bertugas memusnahkan penjahat di wilayah tersebut.

Menurut Artuto, yang baru saja pensiun, Senin pekan lalu dia membunuh seorang penyiar radio yang kritis kepada Presiden Rodrigo Duterte. Dia mengaku pembunuhan itu dilakukan atas perintah seorang sopir dan pembantu dekat walikota.

Pensiunan ini juga menyebutkan, polisi dibayar Duterte untuk membunuh.

Dilansir dari Asian Correspondent, Senin (20/1), Duterte berulang kali membantah terlibat langsung dalam pembunuhan yang dilakukan polisi kepada para penjahat.

“Selama 22 tahun saya menjadi wali kota Davao dan saat ini menjadi presiden, tidak pernah terlibat langsung dalam pembunuhan penjahat dan bandar narkoba,” ujar Duterte.

Sekretaris Komunikasi Presiden Martin Andanar dalam sebuah wawancara menjelaskan, klaim Lascanas adalah drama politik yang berlarut-larut. Pasalnya, dalam konferensi pers oleh Senat Manila, Lascanas, disebutkan kalau polisi di Filipina diberikan uang untuk membunuh.

Besarnya bayaran tergantung pada status target.

“Komentar Lascanas berbeda dari yang dibuat saat Sidang Senat pada Oktober lalu. Mereka bahkan dengan lantang menyebutkan tidak ada skuad kematian di Davao,” tutur Martin. Selama masa jabatan Duterte sebagai presiden Filipina, setidaknya 7.700 orang terkait narkoba tewas. (ARN)

About ArrahmahNews (12164 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: