Tolak Kenakan Jilbab, Le Pen Batal Temui Mufti Lebanon

Rabu, 22 Februari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BEIRUT – Calon presiden dari partai sayap kanan Prancis Front Nasional, Marine Le Pen, telah membatalkan pertemuan dengan Lebanon Mufti setelah diberitahu dia harus mengenakan jilbab.

Le Pen dijadwalkan bertemu Mufti Sheikh Abdul Latif Derian pada hari Selasa (21/02), tapi pertemuan itu kemudian batal setelah ia menolak untuk mengenakan jilbab. Capres Prancis itu tengah melaksanakan perjalanan dua hari di Lebanon.

“Kalian bisa menyampaikan salam hormat saya kepada Mufti, tapi saya tidak akan menutupi diri saya,” katanya sebagaimana dikutip Sputnik.

Juru bicara Mufti, Khaldoun Awas, mengatakan kepada wartawan bahwa Le Pen telah diberitahu sebelum pertemuan bahwa ia akan diwajibkan mengenakan penutup kepala, dan bahwa ia sendiri “terkejut dengan penolakan Le Pen.”

“Saya pribadi menyambut dia di pintu rumah dan menyerahkan kepadanya jilbab putih yang ada di tangan saya, ia menolak untuk menerimanya,” kata Awas.

“Saya mendesaknya untuk memakainya, dia menolak dan mengatakan dia tidak akan memakainya dan berjalan keluar tanpa menghadiri pertemuan yang disepakati sebelumnya dengan Mufti. Tuan Rumah mengungkap penyesalan perilaku tidak pantas seperti (yang diperlihatkan Le Pen) pada pertemuan tersebut,” tambahnya.

Undang-undang Perancis melarang jilbab di ruang kelas. Le Pen telah mengusulkan memperluas Undang-undang 2004 yang melarang jilbab dan simbol-simbol agama lainnya di semua ruang publik.

Dia meluncurkan tawaran pemilihannya di awal bulan dengan sikap anti-Islam. Dia juga mencatat bahwa jika ia terpilih sebagai presiden, masjid dan tempat-tempat ajaran Islam akan ditutup. (ARN)

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tolak Kenakan Jilbab, Le Pen Batal Temui Mufti Lebanon | Arrahmah
  2. Tak Mau Kenakan Jilbab, Capres Perancis Ini Batal Temui Mufti Lebanon – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: