Euforia Wahabi Indonesia atas Kedatangan Raja Saudi

Sabtu, 25 Februari 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Kunjungannya Raja Arab Saudi ke Indonesia tak seharusnya disambut secara berlebihan. Terlebih kunjungan ini hanya sekedar mengumbar janji-janji manis, seperti investasi triliuan rupiah, kuota haji dan berbagai transaksi lainnya. Selama ini janji itu sudah sering diungkapkan, dan terakhir pada pertemuan G-20 di China, Pangeran Mohammed yang bertemu dengan Presiden Jokowi saat itu berjanji akan menambah kuota haji dan investasi jutaan dolar di Indonesia. Namun, janji tinggallah janji.

Sambutan menjelang kedatang Raja Salman bin Abdulazizย  juga dianggap berlebihan. Apalagi lembaga eksekutif negara seperti DPR harus berbena dan menyiapkan jalur khusus untuk penyambutannya. Selain itu, Masjid Istiqlal pun tidak mau kalah dengan DPR. Selain menyiapkan jalur khusus, mereka juga menyiapkan parkir dan menutup Istiqlal selama kunjungan ke Masjid itu.

Layakkah kita menyambut seorang yang bukan raja bagi 250 juta lebih penduduk Indonesia? Pantaskah kita menyambut raja yang telah menumpahkan darah lebih dari 12.000 warga sipil di Yaman, menyebabkan krisis kemanusiaan akut dan menyebabkan kehancuran perumahan penduduk, fasilitas umum, gedung-gedung sekolah, pemerintah dan pusat-pusat perbelanjaan?

Kunjungan Raja Salman tidak lebih dari sekedar plesiran, pesta pora, menghambur-hamburkan uang dengan membawa duit triliyuan rupiah, menyewa pantai dan hotel-hotel mewah. Bahkan media-media Barat sudah sering membongkar liburan raja-raja Saudi dan para pengeran dengan kemewahan dan pesta seks. Semua ini jauh dari nilai-nilai kesederhanaan yang diutamakan Islam. Bahkan sangat tidak pantas raja yang menyandang ‘khadimul kharamain’ menghambur-hamburkan uang di saat kemiskinan, pengangguran, krisis ekonomi dan langkah penghematan di berlakukan di negaranya. Apalagi tempat yang didatangi adalah tempat bule-bule terlanjang.

Raja Arab liburan, itu manusiawi semua orang butuh piknik biar otaknya nggak kejang, tapi mengapa pilih Bali yang budayanya jauh 180 derajat? Karena bali ada Pantai dan nyiur melambai, mungkin Raja jenuh dengan pemandangan syar’i digurun pasir, sekali kali mau jadi anak pantai. Lagipula temannya orang mamarika sering cerita soal keindahan Bali, mungkin do’i minder karena belum pernah kesono makanya sekarang saatnya liburan.

Selain plesiran, Raja Arab juga akan menyantuni Densus 88, saya kira itu cuma cari muka saja, cari rasa aman selama berkunjung ke negara kita atau itu politik Tatmi’ (istilah Arab; mengenyangkan lawan) karena Densus dianggap penghalang terbesar bagi gerakan radikal Wahabi di Indonesia. Jika diperhatian, mereka yang gembira akan kedatang raja adalah para politisi PKS dan kaum radikal wahabi. Dan perlu sekiranya diawasi, karena ketua PBNU pernah mengatakan bahwa gerakan radikal wahabi di Indonesia hidup dari dana-dana Arab Saudi.

Kalo Raja Arab mau beneran berlaku adil, mengapa sampai sekarang Raja Arab belum bayar santunan korban ketimpa Crane waktu ibadah Haji kemarin? mengapa Raja Arab nggak beri santunan korban salah Bom di Yaman, mengapa Raja Arab menyokong kelompok pemberontak di suriah kepada pemerintahan yang sah dan yang paling mengenaskan, mengapa Arab tidak pernah berlaku keras terhadap Israel atas penjajahan Palestina?

Jadi sekali lagi menunjukan bahwa Arab itu hanya sebuah negara, Arab bukan Islam dan Islam bukan Arab. Arab itu hanya Islam dengan budaya Arabnya seperti Islam dengan budaya Chinanya, Islam dengan budaya Indonesianya dan bermacam lainnya. Menunjukan bahwa ajaran Islam itu universal bisa diterima oleh siapapun juga tanpa meninggalkan budaya mereka sejauh tidak bertentangan dengan ajaran Islam. [ARN]

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Comments on Euforia Wahabi Indonesia atas Kedatangan Raja Saudi

  1. apriadieneste // Feb 25, 2017 at 4:26 pm // Balas

    Terlalu berlebihan, over dosis krn mengharapkn kucuran uangnya, negara pengemis kt orang awam

  2. abu hamzah // Feb 27, 2017 at 7:33 pm // Balas

    Bismillah,

    Sangat menyedihkan menyaksikan fakta bahwa ada penguasa negeri muslim yang mengklaim menerapkan Islam justru menghambur-hamburkan jutaan dolar untuk bersenang-senang di banyak tempat,

    Sementara setiap harinya darah kaum Muslim ditumpahkan di Suriah; pembantaian terhadap kaum Muslim yang lemah secara sistematis di Burma selama lebih dari dua tahun; setiap hari terjadi pembantaian terhadap kaum Muslim di Republik Afrika Tengah sejak terjadinya kerusuhan politik selama beberapa bulan yang lalu; warga Palestina menderita akibat penjajahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun; kaum Muslim di di Sudan, Somalia dan Yaman tengah kelaparan; dan ratusan juta kaum Muslim lainnya masih diselimuti berbagai jenis penderitaan dan kesengsaraan.

    Sungguh begitu menyakitkan kita melihat para penguasa negeri muslim tersebut justru bersenang-senang dan menghambur-hamburkan kekayaan umat untuk memuaskan syahwatnya dan keinginan nafsunya.

    Sementara mayoritas kaum Muslim hidup dalam kondisi kesulitan, penderitaan dan ketakutan.
    Seandainya pangeran, raja dan para penguasa negeri muslim lainnya masih memiliki sedikit kehormatan dan keimanan, niscaya mereka tidak akan menghambur-hamburkan kekayaan, sementara sebagian besar umat dalam keadaan sangat membutuhkan.

    Inilah potret para raja dan pangeran serta para penguasa negeri muslim yang menjadi budak keinginan syahwatnya. Mereka akan semakin jauh tersesat dalam kesalahan. Mereka terpisah dari umat secara pemikiran dan emosional. Mereka adalah para musuh umat, dan musuh generasi umat di masa mendatang. Mereka adalah para boneka kaum kafir penjajah yang hidupnya hanya untuk melayani dan menjaga kepentingan dan pengaruhnya.

    Sehingga menjadi keharusan bagi warga Hijaz dan Najd serta seluruh kaum muslimin untuk bangkit melawan mereka, mencabut mereka dari kekuasaan, dan menyelamatkan umat dari kejahatannya.

    ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุณู’ุชูŽุฌููŠุจููˆุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงูƒูู…ู’ ู„ูู…ูŽุง ูŠูุญู’ูŠููŠูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุญููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูุญู’ุดูŽุฑููˆู†ูŽ
    โ€œHai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya. Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.โ€ (QS. Al-Anfal [8] : 24). ()

  3. Klo di pikir betul juga saya yg minim pemahaman agama tapi bingung lihat arab saudi kenapa saat saudara muslim kita di palestina ato dimana saja yg di dholimi penguasa arab saudi tenang adem ayem,,blm pernah saya dengar berita arab saudi membela irak, palestina,yaman,,malah sekarang lebih dekat dg arab penguasa arab saudijauh dari sifat yg di contohkan nabi muhammad

5 Trackbacks / Pingbacks

  1. Euforia Wahabi Indonesia atas Kedatangan Raja Saudi | Arrahmah
  2. Euforia Wahabi Indonesia atas Kedatangan Raja Saudi | ISLAM NKRI
  3. Korban Crane Bulukumba Tagih Janji Kompensasi Raja Salman Saudi | ISLAM NKRI
  4. Kunjungi Indonesia, Raja Saudi Ditagih Janji oleh Korban Crane – VOA ISLAM NEWS
  5. Seandainya (Sebagian) Biaya Kunjungan Raja Salman Diberikan Kepada Aleppo dan Lainnya | Semangat Berbagi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: