Selamat Datang Raja Salman, Apa Kabar Yaman?

Rabu, 1 Maret 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dan rombongannya akan mendarat di Halim Perdanakusuma, Rabu (1/3/2017).

Raja Salman membawa rombongan besar, yakni ada 1.500 orang, dalam lawatannya ke Indonesia pada 1-9 Maret. Juga kunjungan terlama ke luar negeri.

Raja, anggota keluarganya, dan petinggi Arab Saudi datang dengan menggunakan dua pesawat Boeing 747-400, satu Boeing 777 dan Boeing 757.

Di balik semua kehebohan dan hiruk-pikuk persiapan menjelang dan selama kunjungan tersebut, izinkan saya menyapa dan menanyakan pertanyaan penting kepada Raja Saudi; Selamat Datang Raja Salman, apa kabar Yaman dan Suriah?

raja_salman_pembunuh_anak_yaman

Perang Yaman dimulai dengan invansi Saudi pada 26 Maret 2015. Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Kamis, Pusat Hukum untuk HAM dan Pembangunan Yaman, sebuah kelompok pemantau independen, lebih dari 12.041 orang tewas di Yaman, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil tak berdosa yang mencapai angka 10.000 orang, yang meliputi 2.568 anak dan 1.870 perempuan.

Badan HAM itu mengatakan bahwa pemboman juga telah melukai 20.001 warga sipil, termasuk 2.354 anak-anak dan 1.960 perempuan, sementara lebih dari empat juta orang telah mengungsi.

Menceritakan kerusakan infrastruktur yang sudah sangat rapuh di Yaman, pusat itu mengatakan serangan Saudi telah meruntuhkan 270 pusat kesehatan, 25 lembaga media, lebih dari 402.076 rumah dan 706 masjid.

Lebih dari 700 hari pertempuran ini berlangsung. Kekaisaran Arab Saudi kini menjadi begitu hina dalam kekerasan dan kesombongannya hingga kerajaan itu memilih untuk menahan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Yaman demi menghentikan tumbuhnya gerakan perlawanan yang melawan agresinya.

700_hari_perang_yaman

Sejak itu dan sampai saat ini ribuan serangan udara Saudi menyerang berbagai daerah yang berbeda di gubernuran yang berbeda di Yaman, tidak hanya sasaran militer, tetapi segala sesuatu di Yaman, tidak perduli apakah mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah atau bahkan binatang ternak.

Konstruktor, pemerintah, kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas ekonomi dan infrastruktur, jembatan, jalan, bandara, pelabuhan, stasiun listrik, sistem air, sanitasi dan toko makanan, lengkap dengan secara langsung menargetkan perumahan dan lingkungan warga sipil.

Ratusan kejahatan paling keji dan pembantaian terhadap orang tak berdosa di rumah-rumah mereka, pasar, pernikahan, pemakaman, dan bahkan lokasi pengungsian, terus dilakukan Kerajaan Arab Saudi tanpa henti.

Komplek sekali pelanggaran Saudi dan koalisinya tidak hanya kepada hukum internasional namun juga norma-norma kesusilaan, Raja Salman dan kroni-kroninya tidak hanya berlumuran darah anak-anak Yaman, bahkan mereka bekerjasama untuk melakukan sabotase terhadap bantuan kemanusiaan yang diorganisir oleh PBB bagi masyarakat Yaman, dan menjadikan hal itu sebagai salah satu ‘senjata perang’ atas nama kebanggaan yang digembar-gemborkan namun sebenarnya tidak pernah ada.

kejahatan_arab_saudi

Seorang pengacara kejahatan perang percaya bahwa Arab Saudi sedang melakukan “kejahatan perang sistematis” di Yaman, menambahkan bahwa kejahatan itu “di ambang genosida” jika mengacu Konvensi Jenewa, karena Riyadh secara sistematis menargetkan anak-anak.

“Pertama saya ingin mengatakan bahwa karena Konvensi Jenewa dan perlindungan khusus yang diberikan kepada anak-anak, jelas bahwa … menurut pendapat saya jika sebuah pengadilan melihat ini, mereka mungkin akan memvonis hal ini sebagai genosida,” ungkap Alfred Lambremont Webre kepada Press TV dalam sebuah wawancara pada hari Minggu (26/02).

Analis itu juga berpendapat bahwa “rezim penjahat” Arab Saudi dalam “keadaan turbulensi” itu sendiri. Webre lebih lanjut mengkritik lembaga-lembaga internasional, termasuk Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC), atas diamnya mereka sehubungan dengan kejahatan perang Arab Saudi di Yaman.

potret_pembantai_saudi_di_yaman

Di kondisi seperti ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terkesan lamban sikapnya dalam masalah ini, secara praktis menghindarkan diri dari berperan aktif di krisis Yaman. Langkah dan persiapan PBB lebih banyak di bawah kebijakan rezim Al Saud dan pendukung Baratnya. Hal ini membuat rezim Al Saud semakin leluasa melanjutkan kejahatannya di Yaman.

Meski dikecam oleh berbagai organisasi kemanusiaan, Arab Saudi tidak pernah menghentikan serangan brutal mereka atas infrastruktur sipil dan perumahan warga Yaman. Jelang akhir tahun 2016, Arab Saudi menghiasi langit Yaman dengan serangkaian serangan bom di hampir seluruh wilayah, di awal tahun 2017 Arab Saudi juga tak berhenti untuk terus menekan dan membantai warga sipil Yaman dengan serangan udara yang tiada berhenti.

Kami akan menyebutkan puluh pembantaian brutal yang dilakukan oleh Arab Saudi yang menggunakan serangan udara barbar dan biadab mereka terhadap orang-orang Yaman. Ini adalah hanya sebagian kecil dari serangkaian kejahatan dan pembantaian yang memenuhi daftar dalam arsip dari pusat pemantauan dan dokumentasi:

1. (31 Maret 2015) Sekitar 40 pengungsi Yaman tewas, & lebih dari 200 lainnya terluka, dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap para pengungsi yang berkumpul di kamp Al Mazrak, di provinsi Hajjah, distrik Harad.

2. (1 April 2015) 38 pekerja tewas & 80 lainnya terluka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi AS-Saudi terhadap para pekerja di pabrik susu, provinsi Hodeidah.

3. (30 Juni 2015) 92 warga sipil tewas & sekitar 300 lainnya luka-luka dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi AS-Saudi menggunakan bom panas yang dilarang secara internasional di “daerah fag-Attan di ibukota Sanaa.

4. (28 September 2015) hampir 130 warga sipil tewas & lebih banyak lainnya terluka dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS dalam sebuah perayaan pernikahan di direktorat Thobab, provinsi Taiz.

5. (21 September 2015) 25 warga sipil dari satu keluarga tewas dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi yang menargetkan keluarga ” Al-Kokabani” di lingkungan perumahan AL-hasaba, ibu kota Sanaa.

6. (7 September 2015) 18 warga sipil tewas & sekitar 40 lainnya luka-luka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi AS terhadap warga sipil di lingkungan Al-Derm, kota Yarim, provinsi Ibb.

7. (6 September 2015) 27 warga sipil tewas & 53 lainnya luka-luka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi dukungan AS terhadap tenda pemakaman di daerah AL-gayah, persimpangan AL-yatmah, provinsi Jawf.

8. (8 Oktober 2015) 30 warga sipil tewas & sekitar lebih dari 200 terluka dalam pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi terhadap warga sipil di pernikahan yang diselenggarakan di Kabupaten Senban, provinsi Dhamar.

9. (22 Oktober 2015), lebih dari 200 nelayan Yaman tewas & terluka dalam pembantaian brutal mengejutkan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap para nelayan di pulau Okban, Provinsi Hodeida.

10. (30 Oktober 2016) Setidaknya 60 tahanan tewas dan 38 lainnya luka-luka ketika jet tempur koalisi agresi yang dipimpin Arab Saudi dengan dukungan AS membombardir sebuah penjara pada awal hari Minggu di al-distrik Zaydiya dari kota pelabuhan Hudaydah.

11. (19 November, 2015) sekitar 120 warga sipil tewas & puluhan terluka dalam pembantaian biadab mengejutkan yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap kota para pekerja listrik di kota Mokha, gubernuran Taiz.

12. (20 Januari 2016) 12 siswa & guru mereka tewas dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS yang menargetkan sekolah anak yatim di lingkungan AL-Hrir, provinsi Taiz.

13. (21 Januari 2016) 18 warga sipil tewas & puluhan lainnya terluka dalam pembantaian brutal yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap para pekerja di fasilitas minyak Ras-Isa, provinsi Hodeidah.

14. (26 Januari 2016) Hakim Yahya robid tewas bersama dengan delapan anggota keluarganya dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS di ibukota Yaman, Sanaa.

15. (30 Januari 2016) 13 warga sipil termasuk perempuan & anak-anak tewas dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS, yang menargetkan rumah-rumah sipil di desa AL-Maghsl, distrik Haydan, provinsi saada.

16. (21 Februari 2016) 30 warga tewas & terluka, dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS yang menargetkan rumah-rumah penduduk di desa Direktorat Ghfrh Al Dhaher, provinsi Saada.

17. (28 Februari 2016) sekitar 41 warga sipil tewas, termasuk sembilan anak-anak, dan puluhan lainnya terluka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi AS terhadap warga sipil di pasar Khalqh, distrik Nihm, provinsi Sana’a.

18. (1 Maret 2016) 10 tewas & sekitar 20 orang terluka dalam pembantaian yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS terhadap warga sipil di daerah Alehimh, provinsi Sana’a.

19. (15 Maret 2016) 117 warga sipil tewas, termasuk 25 anak-anak, & lebih dari 20 terluka dalam salah satu pembantaian paling brutal yang pernah dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi-AS, yang membombardir pasar rakyat di Direktorat Mstba, provinsi Hajjah.

20. (21 September 2016) 26 warga sipil, termasuk 4 wanita & 5 anak-anak tewas, lebih dari 54 luka-luka, termasuk 17 wanita & 7 anak-anak, dalam serangan udara yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi terhadap distrik pasar India, provinsi Hodeidah.

21. (8 Oktober 2016) 170 warga sipil tewas dan lebih dari 500 terluka dalam apa yang disebut-sebut serangan paling mengerikan, palingkejam, paling berdarah dan kriminalitas kejahatan perang sampai sekarang – meskipun ada beberapa kejahatan yang telah dilakukan setelahnya yang dilakukan oleh jet tempur agresi Saudi, yang membom sebuah aula pemakaman di ibukota, Sanaa.

22. (16 Februari 2017) Saudi kembali membombardir sebuah upacara pemakaman di Yaman. Serangan ganda Saudi terhadap upacara pemakaman salah seorang wanita di Yaman, menewaskan 8 wanita dan anak-anak, serta melukai 13 lainnya. Serangan kedua dilancarkan ke tempat yang sama dengan serangan pertama saat orang-orang tengah berusaha menyelamatkan korban.

Berbagai pembantaian Biadab dan Brutal, yang mengejutkan ini jika dilihat lebih dekat melalui tempat-tempat yang telah ditargetkan, yang bervariasi antara lingkungan padat penduduk, pasar, kamp-kamp pengungsi, sekolah, pabrik, fasilitas sipil, dan perayaan pernikahan bahkan hingga upacara dalam ruang pemakaman, menegaskan tanpa keraguan, bahwa Arab Saudi bersama dengan koalisinya – dukungan AS dan Inggris – telah melakukan pembunuhan dan genosida terhadap seluruh rakyat Yaman dalam cara yang direncanakan dan disengaja. (bersambung) [ARN]

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Selamat Datang Raja Salman, Apa Kabar Yaman? | Arrahmah
  2. Selamat Datang Raja Salman, Apa Kabar Yaman? | ISLAM NKRI
  3. Ahlan Wasahlan Raja Salman, Bagaimana Kabar Yaman? – VOA ISLAM NEWS
  4. Warga Yaman: Mansur Hadi Presiden Hotel Riyadh, Bukan Presiden Yaman | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: