Serangan Mematikan AS di AQAP-Yaman Tak Menghasilkan Apapun

Rabu, 1 Maret 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Serangan darat dan udara AS baru-baru ini di provinsi Bayda, Yaman, telah yang menyebabkan puluhan warga sipil tewas. Namun, serangan mematikan itu belum menghasilkan intelijen yang signifikan, kata para pejabat yang bertentangan dengan klaim sebelumnya yang membual keberhasilan serangan ini.

Para pejabat senior AS mengatakan kepada NBC News pada Senin bahwa mereka tidak mengetahui adanya hasil dari operasi itu yang didasari oleh laporan intelijen. [Baca; CENTCOM Akui Operasinya di Yaman Korbankan Warga Sipil]

Sebelumnya, Pentagon mengklaim bahwa serangan itu merupakan hasil dari data “intelijen” tentang al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

Seorang pejabat Departemen Pertahanan yang tidak disebutkan namanya juga telah mengklaim bahwa serangan itu telah menghasilkan “sejumlah besar” kecerdasan. [Baca; Ditembak Marinir AS, Gadis 8 Tahun Yaman “Jangan Menangis Mama, Aku Baik-baik Saja”]

elain itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengklaim bahwa Washington telah “mengumpulkan informasi yang akan mencegah kematian potensial atau serangan di tanah Amerika,” dan menambahkan bahwa mereka yang merusak keberhasilan misi dengan melakukan tindakan merugikan terhadap Navy SEAL Ryan Owens yang tewas dalam serangan itu.

Bill Owens, ayah Ryan, mengkritik serangan itu dan menuntut penyelidikan atas operasi yang terkesan mendadak itu. [Baca; MEMALUKAN! Demi Benarkan Pembantaian Yaman Pentagon Pakai Rekaman 10 Tahun Lalu]

“Mengapa harus ada misi bodoh ini, bahkan hanya seminggu setelah Donald Trump diresmikan sebagai Presiden AS?” katanya dalam sebuah wawancara dengan Miami Herald.

“Selama dua tahun sebelumnya, tidak ada sepatu Amerika di tanah Yaman – semuanya rudal dan pesawat karena tidak ada target senilai satu kehidupan Amerika. Sekarang, tiba-tiba kami harus membuat tampilan besar ini?” lanjutnya dengan nada bertanya.

Dia sebelumnya menolak untuk bertemu dengan Trump ketika tubuh anaknya diambil dari pesawat di Dover Air Force Base. [Baca; Selamat Datang Raja Salman, Apa Kabar Yaman?]

Sementara itu, seorang pejabat senior Kongres AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, pemerintahan Trump belum menjelaskan apa tujuan yang mendorong serangan tersebut, dan menekankan bahwa ia tidak mengetahui adanya ancaman baru dari AQAP.

Pensiunan Laksamana AS James Stavridis juga menantang fatal serangan itu. “Ketika kita melihat, jelas sangat sedikit kecerdasan dalam operasi itu, hancurnya pesawat dan lebih dari itu kehilangan anggota pasukan khusus yang sangat terlatih dari Tim SEAL 6. Saya pikir kita perlu memahami mengapa misi ini, mengapa sekarang, apa yang terjadi, dan apa output yang dihasilkan,” kata Stavridis. [Baca; Badui Najd Membunuh Muslim, Tapi Mencium Zionis]

Beberapa laporan mengatakan total 57 orang tewas, termasuk warga sipil, di mana helikopter Apache melanda desa di Yaman, sebelum pasukan komando menyerbu masuk ke desa itu. [ARN]

About ArrahmahNews (12235 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Serangan Mematikan AS di AQAP-Yaman Tak Menghasilkan Apapun | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: