Pengkhotbah Radikal Zakir Naik Lolos Masuk ke Indonesia

Kamis, 2 Maret 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah hiruk pikuk kedatangan Raja Salman ke Indonesia, ada kabar lainnya soal kedatangan tokoh radikal yang lolos dari sorotan. Pendakwah kelahiran Mumbai, Zakir Naik diam-diam telah tiba di Jakarta kemarin, Rabu (1/3). (Baca juga: Dr Zakir Naik Dituntut Oleh Para Ulama Terkemuka India Karena Sebarkan Kebencian)

Foto-foto Zakir Naik di Indonesia telah banyak berseliweran di jagad sosial media, sebut saja Facebook dan Twitter. Beberapa orang telah memposting foto dirinya dengan pemuka agama asal India itu.

Sumber dari lembaga Mualaf Center Indonesia membenarkan kedatangan Zakir Naik tersebut. Kedatangan Zakir Naik ke Jakarta untuk koordinasi soal rencana safari dakwah ke beberapa tempat di Indonesia pada bulan April mendatang.

Safari dakwah Zakir Naik ini telah direncanakan sejak lama oleh Mualaf Center Indonesia. “Kami memang belum mendapat izin, tapi sudah mengkoordinasikannya,” ujar salah seorang pengurus MCI yang tidak mau disebutkan namanya. (Baca juga: Pelaku Bom Bangladesh Terinspirasi Khotbah Kebencian Wahabi Dr. Zakir Naik)

Kedatangan Zakir Naik ke Indonesia yang lolos dari perhatian media diperkirakan akan menyulut kondisi politik Indonesia yang masih memanas, khususnya Pilkada DKI yang digoreng dengan isu agama.

Perlu diketahui, Pada bulan Juni 2010, Zakir Naik ditolak masuk oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May, mengingat “perilakunya yang tidak dapat diterima”.

Pada bulan yang sama, ia dilarang oleh Kanada setelah pendiri Kongres Muslim Kanada, kelahiran Pakistan, Tarek Fatah, mengirim email massal kepada anggota parlemen Kanada yang memperingatkan mereka terhadap pandangan inflamasi Zakir Naik. (Baca juga: India Tutup LSM Milik Zakir Naik Karena Dianggap Mendorong Radikalisasi)

Meskipun pelarangan tidak seharusnya menjadi solusi untuk pidato ofensif, namun setidaknya tindakan yang diambil oleh kedua pemerintah menunjukkan keprihatinan mereka tentang jenis pernyataan provokatif Zakir Naik yang telah ia buat sejak ia mulai berkhotbah pada tahun 1991.

Paling menonjol di antara kekhawatiran dua negara itu mungkin adalah menyoal sikap pembelaan Zakir Naik terhadap terorisme yang diabadikan oleh militan Islam. Yang paling terkenal adalah dukungan pastinya terhadap jihadis al-Qaeda dan Osama bin Laden dalam kuliah yang disampaikan dihadapan ribuan orang di tahun 2006, yang menyeru “setiap Muslim untuk menjadi teroris”.

“Jika ia (Osama bin Laden) meneror teroris, jika ia meneror Amerika, teroris terbesar, aku bersamanya,” ungkap Zakir Naik kala itu.

“Setiap Muslim harus menjadi seorang teroris! Masalahnya adalah bahwa jika ia meneror teroris, maka ia mengikuti Islam,” kata Zakir Naik dalam pidatonya tersebut, pernyataan itu masih dipuji oleh banyak pendukungnya. (Baca juga: Kepolisian Mumbai: Zakir Naik Terima 8,97 Juta Dolar dari Tiga Negara)

Namun, yang paling berbahaya dari khotbah Zakir Naik adalah retorikanya untuk melawan para penganut agama lain, terutama ketika ia mencoba untuk menggambarkan dirinya sebagai seorang ahli perbandingan agama.

Hal ini tentu berbahaya dan mengancam kesatuan NKRI yang majemuk, karena kedatangannya akan disambut oleh kelompok radikal yang ingin mendirikan khilafah di Indonesia.

Kedatangannya akan mengganggu pemerintah yang sedang memerangi radikalisme dan terorisme di Indonesia. Bahkan kelompok-kelompok radikal dan teroris yang selama ini beraksi, akan melihat kesempatan ini untuk dijadikan sebagai kebangkitan gerakan mereka yang selama ini antara hidup dan mati.

Di India saja, Darul Uloom Deoband -tempat kelahiran gerakan reformis Deobandi – memutuskan pada tahun 2012 bahwa Zakir Naik “tidak bisa diandalkan”, mereka mendesak umat Islam untuk tidak mengikutinya. Pada tahun 2008, beberapa kelompok Sunni di India juga menyerukan larangan serupa.

“Saya tidak setuju dengan pendekatan polemik (yang dilakukan) nya. Islam adalah agama dialog. Sejauh sumber yang bersangkutan, ia memiliki garis ideologi Salafi (Wahabi),” ungkap Akhtarul Wassey, profesor studi Islam di Jamia Millia Islamia. Salafisme mengacu kepada gerakan fundamentalis dan agresif dalam Islam meski menurut Wassey sendiri Naik tidak lantas terang terangan menunjukkan hal itu dalam khotbah-khotbahnya.

Dapat dikatakan bahwa pandangan Zakir Naik adalah produk dari keyakinan Salafi Wahabinya. Percakapan dengan beberapa Muslim setempat akan memberitahu Anda bahwa pandangan ekstrimisnya adalah hasil dari apa yang telah diajarkan kepadanya sejak kecil.

Para Ulama Muslim terkemuka dari seluruh negara bagian Uttar Pradesh India menuntut tindakan tegas terhadap pengkhotbah kontroversial, Zakir Naik, dan saluran TV-nya. Hal ini dilaporkan The Times of India (TOI), pada Jum’at (08/07) kemarin.

Seruan untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Naik datang menyusul laporan bahwa serangan teroris baru-baru ini di Bangladesh telah dilakukan oleh pihak-pihak yang terinspirasi oleh wacana yang disiarkan oleh saluran Peace TV-nya.

Semoga pemerintah tidak larut dalam euforia kedatangan Raja Salman, dan melupakan Zakir Naik yang dapat mengganggu ketenangan kehidupan beragama di Indoensia. Sudah seharusnya pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pengkhotbah asal Mumbai itu, dengan mendeportasinya. (ARN)

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: