Tur Asia Adalah Kunjungan Terakhir Salman Sebagai Raja

Selasa, 7 Maret 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Situs berita intelijen Israel (DEBKA), mengatakan mungkin kunjungan Raja Salman dan putranya Mohammed bin Salman ke sejumlah negara Asia adalah tur yang terakhir dan bukan kunjungan kenegaraan seperti dikatakan media. [Baca; Dua Sayap Raja Salman Rebutan Tahta Kerajaan Saudi]

Debka dalam laporannya juga mengatakan alasan raja meninggalkan Arab Saudi karena kegagalan mereka dalam operasi “Badai Tegas” yang dipimpinnya untuk menaklukkan gerakan Houthi Ansarullah. Sementara, pemerintah baru AS yang dipimpin Donald Trump percaya bahwa perang melawan gerakan revolusi Houthi Ansarullah yang dilakukan oleh kaki tangannya Saudi, telah gagal, dan mulai berdampak negatif serta mengancam kepentingan AS di Teluk dan Timur Tengah.

Laporan itu juga menyatakan bahwa Raja Salman sebelumnya akan menyerahkan tahta kerajaan kepada anaknya Mohammed yang menandai normalisasi hubungan setelah situasi konfrontatif di kawasan, di mana Presiden Obama, pemerintahan sebelumnya telah melakukannya secara tersembunyi.

Pangeran Muqrin bin Abdulaziz, yang sebelumnya melarikan diri ke Inggris karena di bawah ancaman pembunuhan, telah bersiap kembali ke Arab Saudi. Sementara, Mohammed bin Nayef memperbaiki hubungan dengan negara-negara kawasan, termasuk Mesir, yang seharusnya membentuk aliansi pertahanan dengan Arab Saudi, begitu juga Yordania dan Israel untuk melawan ancaman Iran. [Baca; Pangeran Muqrin Jalankan Rencana Kudeta dari Inggris]

Situs berita intelijen DEBKA melihat kepergian Raja Salman, dinilai tepat untuk membangun langkah perdamaian serius, yang dipimpin oleh Mohammed bin Nayef untuk mengakhiri perang di Yaman, dengan memastikan perbatasan Saudi dan partisipasi formalitas dari pasukan pemerintah yang sah.

Debka juga menegaskan bahwa pemerintah AS menginginkan Raja Salman dan putranya disingkirkan dari kekuasaan. Sebuah konsesus besar dalam keluarga kerajaan Saudi juga sepakat untuk menyingkirkan Salman, di mana Komisi Bai’at menganggap bahwa Raja bersama putranya telah membawa Saudi Arabia pada kehancuran.

Presiden As, Donald Trump dalam pidato-pidato berulangkali telah menyinggung usahanya yang akan membawa perubahan di Timur Tengah, seperti yang dikutip majalah Foreign Policy. Bahwa di antara perubahan ini berhubungan dengan negara-negara Teluk, yang mengisyaratkan bahwa perubahan ini tidak akan berhasil selama pemerintahan Teluk Persia masih dipimpin oleh orang-orang yang radikal. [ARN]

About ArrahmahNews (12176 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Tur Asia Adalah Kunjungan Terakhir Salman Sebagai Raja | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: