Intelijen: Semua Pelaku Bom Bunuh Diri di Irak Berasal dari Saudi

Kamis, 9 Maret 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSUL – Sumber-sumber intelijen Irak mengatakan bahwa sebagian besar teroris Daesh yang tersisa di Irak adalah warga negara Saudi. (Baca juga: Kenapa Semua Serangan Bom Bunuh Diri Pelakunya Wahabi?)

“Kehadiran Saudi di dalam kelompok teroris Daesh/ISIS sangat besar. Dan apa yang tersisa saat ini adalah warga negara Saudi,” seorang pejabat senior kontra terorisme di intelijen Irak, kutip Fox News pada hari Rabu (8/03/2017).

Berbicara pada kondisi anonimitas, pejabat menatakan bahwa sekitar 30 persen dari teroris Daesh di Irak adalah warga negara Saudi yang telah memasuki negara itu selama tiga tahun terakhir melalui Turki atau melalui kota-kota perbatasan Suriah dari Rabia dan Abu Kamal. (Baca juga: ISIS Akui Diperintah Intelijen Turki Untuk Lakukan Sejumlah Serangan Bom Bunuh Diri)

“Teroris asal Saudi berperan besar dalam sejumlah bom bunuh diri di Irak, karena mereka memang sudah memiliki karakter radikal yang tertanam dalam pikiran dan doktrin-doktrin yang diajarkan kepada mereka oleh syekh radikal di Arab Saudi,” tambahnya.

Wahhabisme adalah ideologi radikal yang mendominasi Arab Saudi, bebas disebarkan oleh para ulama yang didukung kerajaan al Saud, dan menjadi inspirasi teroris di seluruh dunia. Daesh dan kelompok-kelompok teror Takfiri lainnya menggunakan ideologi Wahabi untuk menyatakan orang dari mazhab atau agama lain sebagai “kafir” dan kemudian membunuh mereka.

Sumber intelijen Irak juga mencatat bahwa Wahhabisme telah mengarah pada penciptaan kelompok teroris Takfiri seperti Daesh.

“Mereka memiliki pejabat tinggi dan pejuang di antara barisan mereka. Arab Saudi tidak ada artinya tanpa perlindungan AS,” tambahnya. (Baca juga: Wakil Kanselir Jerman; Wahabisme Sumber Ideologi ISIS dan Terorisme di Dunia)

Jumlah pasti jihadis asal Saudi di jajaran Daesh sulit ditentukan. Menurut perusahaan intelijen berbasis di New York Soufan Group, 2.500 militan Saudi diperkirakan telah berjuang di Irak pada bulan Oktober 2015. Angka itu turun dari 7.000 pada tahun sebelumnya.

Pasukan Irak saat ini terlibat dalam operasi besar untuk membebaskan Mosul, kota terakhir Daesh di negara itu. Pasukan pemerintah Irak dan sekutu membebaskan sektor timur kota pada bulan Januari setelah 100 hari pertempuran dengan Daesh. (ARN)

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Intelijen: Semua Pelaku Bom Bunuh Diri di Irak Berasal dari Saudi | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: