Karimunjawa Memanas, Warga Tolak Pembangunan Pesantren Wahabi

Kamis, 09 Maret 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JEPARA – Karimunjawa bergejolak. Sekitar 500 lebih warga Desa Karimunjawa membubuhkan tanda tangan menolak dibangunnya pondok pesantren Al-Qudsy di Dusun Alang-Alang Rt. 02 Rw. 04, Desa Karimunjawa, Jepara. (Baca juga: Tolak dan Lawan Kelompok Radikal yang Akan Jadikan Indonesia Seperti Suriah)

Menurut keterangan yang di dapatkan dari surat pernyataan sikap penolakan yang ditandatangi oleh jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Karimunjawa, pondok pesantren tersebut diprakarsai oleh Yayasan Al Muwahhidin yang berpusat di Sedayu, Surabaya Jawa Timur.

Penolakan dilatarbelakangi oleh hasil penyelidikan lebih lanjut dari warga Karimunjawa sendiri, dimana hasilnya menyebutkan kalau yayasan itu mengikuti paham dan ajaran Islam ekstrim wahabi. Sikap menolak juga didasari kekhawatiran terjadinya perbedaan dan perpecahan antara sesama warga masyarakat muslim Karimunjawa yang mayoritas berpaham ahlussunnah wal jamaah an-Nahdliyyah. (Baca juga: HEBOH.. Warga Aceh Usir Kelompok Salafi-Wahabi)

Karena itulah, warga meminta kepada Pemda Kabupaten Jepara untuk tidak memberi ijin mendirikan bangunan (IMB) kepada yayasan tersebut. Sayangnya, penolakan itu terjadi setelah hampir 80 persen bangunan pesantren Al-Qudsy hampir sempurna.

Yang jadi masalah adalah munculnya persarikatan Muhammadiyah yang dalam proses pelaksanaaan proyek bangunan tersebut tidak pernah disebut sebelumnya. “Kalau dari asli awalnya, pelaksana proyeksnya, dan suara yang berkembang di masyarakat, tidak ada nama Muhammadiyah,” kata Ahmad Kholiqin, Ketua MWC NU Karimunjawa kepada Dutaislam.com, Kamis (09/03/2017) siang.

Menurut Kholiqin, warga Karimun cukup kaget ketika muncul nama Muhammadiyah. “Tidak ada plang Muhammadiyah di lokasi proyek yang dibangun, tidak ada sama sekali,” ujarnya. Bahkan ia memastikan kalau Al Muwahhidin dibalik semua proyek bangunan sudah dimulai sejak dua tahun silam tersebut.

Ia juga menyayangkan proses pembangunan tanpa menunggu kejelasan status tanah yang bernilai sekitar 3 miliar tersebut. “Proses pembebasan tanah juga belum clear. Baru depe sekitar 40-an juta. Tapi kok sudah dibangun, itu pertanyaan kita,” tambah Kholiqin. (Baca juga: AWAS.. Ajaran Wahabi Menjamur di Pelosok, Desa Radikal Bermunculan)

Ia semakin curiga kalau itu bukan proyek pesantren milik Muhammadiyah sejak awal karena nama Muhammadiyah muncul sejak terjadi aksi penolakan yang baru digalang sejak Rabu, 17 Januari 2017.

Tiba-tiba Pengurus Cabang Muhammadiyah Karimunjawa yang dulu diketuai oleh Solikul, beralih nama jadi Muhammad Syafaat dengan Sekretaris Muhammad Irwan ketika mengirimkan surat permohonan moril dan materil membantu permohonana ijin pesantren ke Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara bernomor 01/IV.0/A/2017 tertanggal 15 Februari 2017.

“Biasanya kalau ada pengukuhan atau pelantikan pengurus baru Muhammadiyah, kita diundang. Walau benar atau tidak (pergantian) itu, tapi kita tidak diundang (pergantian pengurus),” imbuh Kholiqin.

“Awal 2000 beliau jadi ketuanya (Muhammadiyah), setelah ada penolakan (pesantrean Al-Qudsy), ia melepas,” tegas Kholiqin.

Terpisah, H Sucipto, Kordinator Aksi Penolakan Yayasan Al Muwahhidin juga mengkhawatirkan jika cop surat Muhammadiyah hanya akan membuat kisruh warga, “mereka membuat cop yang mengatasnamakan Muhammadiyah, baru kemarin 15 Februari 2017. Padahal bangunan itu sudah ada dua tahun,” ujarnya pada wartawan, Kamis (09/03/2017). (Baca juga: Kasus SARA, Cekcok Imam Masjid Aswaja dengan Kader PKS Wahabi Berujung Maut)

“Saya sebagai masyarakat memang tidak menghendaki (pendirian) itu, dan soal Muhammadiyah, kenapa kok itu baru muncul sekarang,” tanya Cipto.

Menurut keterangan yang dihimpun, lokasi pesantren yang terletak di perbukitan dilancarkan oleh warga karimunjawa sendiri yang kebetulan aktif di Muhammadiyah, bernama Solikul. “Informasi masyarakat terdekat, semua yang nangani itu semuanya Pak Solikul, berikut tim suksesnya,” ujar Kholiqin yang juga diamini oleh Cipto. (ARN/Dutaislam)

About ArrahmahNews (12188 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: