Warga Yaman: Mansur Hadi Presiden Hotel Riyadh, Bukan Presiden Yaman

Minggu, 12 Maret 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Pembantaian terbaru koalisi Arab Saudi berupa serangan udara di sebuah pasar di Hudaydah Yaman pada Jum’at (10/03) kemarin adalah satu diantara ribuan aksi keji yang menyasar warga sipil demi ambisi koalisi mengembalikan mantan presiden yang sudah mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa.

Beberapa waktu lalu, mantan Presiden Yaman ini melakukan kunjungan ke Indonesia menyusul kedatangan Raja Saudi, Salman bin Abdul Aziz alSaud. Hadi datang ke Indonesia dengan mengklaim dirinya masih sebagai Presiden Yaman, meski secara resmi mantan Presiden itu telah mengundurkan diri sebelum melarikan diri ke Arab Saudi. (Baca juga:Selamat Datang Raja Salman, Apa Kabar Yaman?)

Menanggapi kunjungan Hadi ke Indonesia, tim Arrahmahnews.com mewawancarai Ibrahim AbdulKarim, seorang warga Yaman yang saat ini aktif menyerukan keadilan untuk rakyat Yaman yang telah menjadi korban kebrutalan agresi Saudi dimana angka kematian akibat agresi mencapai lebih dari 11.000 jiwa, termasuk putrinya yang kala itu masih berusia 2 tahun.

“Saya terkejut melihat bahwa beberapa negara Asia menerima seseorang seperti Hadi, sebagai wakil dari Yaman, dan saya terkejut bahwa media asing mengatakan dia adalah presiden Yaman,” demikian ekspresi Ibrahim saat mendengar mantan Presiden Yaman Mansur Hadi mengekor kehadiran Raja Saudi ke Indonesia.(Baca juga:Warga Sipil Terbakar Hidup-hidup dalam Pembantaian Terbaru Saudi di Pasar Yaman)

Menurut Ibrahim, seorang presiden adalah seseorang yang bekerja untuk kepentingan rakyatnya, politik, ekonomi, militer. Presiden harus bekerja untuk menyelamatkan dan mengamankan kesatuan negara dan rakyat. Dan seorang Presiden seharusnya melayani seluruh masyarakat semua faksi, doktrin dan memastikan bahwa ada harmoni dalam semua struktur sosial masyarakat dan tanah mereka, dimana semua itu sangat jauh dari sosok Hadi.

“Anda melihat apa yang Hadi lakukan terhadap Yaman dan rakyat Yaman, itulah mengapa saya tidak bisa mengerti bagaimana seseorang masih bisa menerima Hadi, yang mengaku menjadi seorang kepala negara dari sebuah negara yang ia bahkan tidak tinggal di sana,” jelasnya.

“Seorang pria yang menyeru seluruh dunia untuk membunuh, menghancurkan politik, ekonomi, dan militer Yaman. Seseorang yang berada di belakang banyak kematian perempuan, anak-anak dan orang tua Yaman. Seseorang yang menjadikan orang-orang terpaksa mengungsi dan menyebabkan kelaparan lebih dari 27 juta jiwa. Seorang pria yang berada di belakang penyebab utama kematian seorang anak setiap 10 menit di Yaman karena perang, dan pengepungan yang diberlakukan di Yaman oleh koalisi memimpin Saudi. Hadi dan koalisi pimpinan Saudi bekerja sama untuk menghancurkan basis infrastruktur Yaman, dia menjual dan memberikan wilayah Yaman kepada dunia. Dia bukan presiden Yaman dan ia tidak mewakili kami. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di sebuah hotel di Riyadh, Anda dapat memanggilnya presiden Hotel Riyadh tapi bukan presiden Yaman,” tambah Abdul Karim.

Lebih lanjut Abdul Kari menyebut bahwa Hadi hanyalah melayani agenda Saudi, mengekor Raja Saudi untuk menyenangkannya dan untuk mendapatkan uang. Uang itu, dan media-media propaganda milik Saudi, mencoba untuk memberinya beberapa legitimasi dengan membeli posisi dari DK PBB, politisi dan wartawan di semua negara di dunia sebagaimana mereka membeli sebagian besar kelompok hak asasi manusia & organisasi kemanusiaan.

“Jadi legitimasi Hadi berasal dari orang-orang membeli Yaman darinya dimana ia mencoba menyerahkan Yaman kepada mereka hanya untuk memastikan kursi kepresidenannya, bahkan jika harga dari semua itu adalah kematian total dan kehancuran rakyat Yaman. Bagi kami di Yaman, Hadi adalah penjahat perang yang buron dan dituntut oleh semua faksi dan lapisan warga negara Yaman,” pungkasnya.(ARN)

About ArrahmahNews (12172 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Warga Yaman: Mansur Hadi Presiden Hotel Riyadh, Bukan Presiden Yaman | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: