Filosofi sepeda ala Jokowi

Senin, 13 Maret 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MAKASAR – Catatan menarik yang ditulis oleh Tajuddin Noer di akun facebooknya tentang filosofi sepeda Jokowi, berikut tulisannya:

Unik, sederhana, spontan dan visioner. Kata-kata di atas, Meski belum sepenuhnya mewakili pembawaan pak Jokowi, tetapi paling tidak keseharian pak Jokowi tergambarkan dengan kata-kata diatas. karena hampir semua prilakunya didasarkan atas empat hal di atas. (Baca juga: Jokowi Lompat Pagar)

Karena dengan sikap inilah kemudian diasosiasikan dengan prilaku yang kekiri-kirian, Yakni suatu sikap yang didasarkan pada keberpihakan pada kaum proletar, kaum yang secara ekonomi dan politik tersisi oleh hegemoni kapitalisme dalam berbagai tingkatan. Menariknya adalah, Jokowi dalam strata sosial, ia sebenarnya berada pada strata puncak dalam kelas sosial. Akan tetapi, posisi itu, tidak tercermin dalam kehidupannya.

Mari kita perhatikan, dari tubuh, ia berbadan kurus, hampir kerempeng. Kondisi ini bukan karena ia tidak bisa membeli makanan, akan tetapi inilah gaya hidupnya yang apa adanya. Mulai dari sepatu, baju, jaket serta hadiah dapat dipastikan harganya bukanlah barang mewah. Pak Jokowi, dalam bersikap dan bertindak selalu menampilkan kesederhanaan. (Baca juga: Jokowi Pemimpin ‘NDESO’ yang Cerdas, Sederhana dan Merakyat)

Prilaku menjadi aneh dikarenakan diperankan oleh seorang presiden yang secara strata sosial ia mapan, sikap kesederhanaan, bagi orang yang mengerti dapat dipastikan bahwa, sikap itu menunjukan sebuah perlawanan terhadap kemegahan kehidupan hedonis yang bersumbu pada Kapitalisme. Kesederhanaan adalah simbol perlawanan terhadap kehidupan yang serba mewah, bahwa hidup harus merdeka sepenuhnya 100 %, kata Tan Malaka.

Memandang kesederhanaan, fleksibel dan simpel sebagai simbol manusia merdeka adalah sikap yang mestinya menjadi jalan hidup manusia. Kemewahan justru mencerminkan penjajahan diri, sebab dengan kemewahan kita hanya akan sibuk bercermin memuja diri. Spontanitas yang kadang-kadang ditunjukan oleh pak Jokowi, menunjukan bahwa, sikap itu adalah kepolosan. Kepolosan adalah sikap jujur dan jauh dari pencitraan.

Hampir seluruh eksistensi perbuatan pak Jokowi menunjukan sikap apa adanya termasuk dalam hal berbicara. Bicara apa adanya, bicara seperlunya. Keserasian antara pikiran, bicara, sikap serta kinerja amat sangat sulit disingkronkan. Pada diri Jokowi tampaknya menyatu. Sepanjang yang saya amati sampai hari ini, filosofi hidup kesederhanaan menyatu dalam tindakan bahkan hingga free givepun menunjukan kesederhanaan itu. (Baca juga: Jokowi: Budayawan Bilang Saya Presiden Ndeso)

Sepeda Pak Jokowi, menggambarkan filosofi yin dan yang, sebuah teori keseimbangan. Sepeda hanya akan stabil jika pengendaranya mahir memainkan teori keseimbangan tubuh. Sepeda dan Manusia hanya akan menyatu dalam suatu gerek yang dinamis antara pengendara dan sepeda. Sepeda adalah sebuah realitas kehidupan, kehidupan akan dinamis dalam lintasan gerak apabila ada yang menggerakkanya

Kehidupan dalam dimensinya yang kompleks harus digerakkan agar berlangsung secara dinamis. Itulah peran teori Yin-Yang. Ada gerak statis dan ada yang diam, agar semuanya bergerak maka harus ada pemantik. Dalam kehidupan ada yang tampak cerdas berbicara tetapi nihil kerja, ada yang mahir kerja tetapi nihil bicara, ada juga mahir bicara sekaligus mahir kerja.

Nah, pak Jokowi sepintas tidak mahir berbicara akan tetapi jika diamati secara seksama apa yang ia ucapkan harus benar-benar mahir dalam tindakan, dalam teori sepeda tidak membutuhkan padanan kata yang ribet seperti mobil, pesawat dan mesin-mesin canggih lainya. Disanalah tersimpan makna filosofi kehidupan Pak Jokowi yakni sebuah sikap kesederhanaan. (Baca juga: Ali Valentino: Kesederhanaan BUNG KARNO dan BUNG JOKO)

Bahkan dari teori sepeda ini, kita bisa mengelaborasi sebuah sistem kehidupan yang sarat makna. Sepeda sekali lagi, adalah dasar dari sebuah tekhnologi dan karena itu, secanggih apapun anda, anda harus ingat basic, sekaya apapun anda, ingat orang-orang miskin, setinggi apapun pangkat anda, anda adalah bahagian dari seluruh komponen yang ada, setinggi apapun burung terbang, ia pasti akan kembali kesarang. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Tajuddin Noer

About ArrahmahNews (12164 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Mobil Presiden Jokowi Mogok Saat Kunker di Kalimantan Barat | ISLAM NKRI
  2. Denny Siregar: Basuki Sang Jenderal Perang Jokowi | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: