Sekjen Hizbullah; Netanyahu Berusaha Akhiri Misi Rusia di Suriah

Minggu, 19 Maret 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, LEBANON – Sekjen gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan Israel berusaha mengakhiri kampanye militer Rusia terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah, untuk mencegah keruntuhan rezim Tel Aviv.

Nasrallah mengatakan pada hari Sabtu (19/03/2017) bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas kemungkinan runtuhnya ISIS di Suriah, sejak diciptakannya organisasi teroris tersebut dan akan menandai kemenangan besar gerakan perlawanan di Timur Tengah.

Sekjen Hizbullah menambahkan bahwa kekalahan kelompok teroris ISIS Takfiri di Suriah sama dengan jatuhnya Netanyahu.

“Saya telah berulang kali meminta kelompok-kelompok teroris di Suriah, untuk tidak menaruh kepercayaan pada Barat dan menerapkan plot mereka di Suriah, karena AS dan sekutunya hanya menggunakan mereka sebagai umpan dan akan meninggalkan [mereka] segera setelah mereka dikalahkan,” ujar Hasan Nasrallah.

Dia juga menambahkan, “Saya mengatakan bahwa militan yang berjuang dalam jajaran musuh bahwa Anda hanya menjadi pelayan Israel, dan menumpahkan darah orang yang tidak bersalah.”

Bahkan negara-negara Arab dan Barat yang mendukung kelompok-kelompok teroris, sekarang ini memerangi mereka, kata Sekjen Hizbullah.

Sekjen Hizbullah juga menyatakan bahwa semua uang negara-negara Arab telah menghabiskan kekayaannya untuk mengipasi api militansi di Suriah selama enam tahun terakhir, yang seharusnya bisa digunakan untuk memberantas kemiskinan dan buta huruf di dunia Arab, memberi bantuan ke Somalia yang dilanda kelaparan, dan mengakomodasi tunawisma di Palestina.

Pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa PBB tidak bisa dipercaya dalam membela hak-hak orang-orang Arab, bahkan seorang pejabat PBB mengundurkan diri, karena menolak untuk menarik laporan yang memberatkan Israel.

Rima Khalaf, sekretaris eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA), mengundurkan diri dari jabatannya di PBB setelah menolak untuk menarik laporan yang menyimpulkan “Israel telah membentuk rezim apartheid yang mendominasi rakyat Palestina secara keseluruhan.”

Rima Khalaf, sekretaris eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA) berbicara selama konferensi pers dan mengumumkan pengunduran dirinya dari PBB di Beirut, Lebanon, pada 17 Maret 2017.

Pada hari Jumat, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah meminta agar laporan tersebut dihapus dari website ESCWA, kata seorang pejabat PBB yang tidak mau namanya disebutkan.

Israel memuji langkah itu, dimana Duta Besarnya untuk PBB, Danny Danon, berterima kasih kepada Guterres atas langkah yang diambilnya dalam melindungi Israel.

Danon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “waktunya telah datang untuk mengakhiri mereka yang menggunakan PBB untuk mempromosikan aktivitas anti-Israel.” [ARN]

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Sekjen Hizbullah; Netanyahu Berusaha Akhiri Misi Rusia di Suriah | Arrahmah
  2. Sekjen Hizbullah; Netanyahu Berusaha Akhiri Misi Rusia di Suriah | ISLAM NKRI
  3. Penasihat Politik Bashar Assad: Konflik Suriah Mendekati Titik Akhir – SyiarNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: