Pembangunan Pemukiman Ilegal Israel Meningkat 40 Persen di 2016

Kamis, 23 Maret 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, TEPI BARAT – Rezim Israel telah meningkatkan pembangunan pemukiman di tanah pendudukan Palestina, dengan lebih dari 700 unit lebih rumah yang dibangun tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data resmi Israel sendiri yang menunjukkan hal ini.

Angka yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik Israel pada hari Rabu (22/03) itu menunjukkan bahwa 2.630 unit rumah telah dibangun di Tepi Barat yang diduduki tahun lalu, menandai kenaikan 40 persen dari 2015. (Baca juga:Israel Setujui 1000 Lebih Pemukiman di Tepi Barat)

Angka tersebut mewakili “jumlah tertinggi kedua dari konstruksi yang sudah dimulai pada 15 tahun terakhir,” jelas LSM anti-pemukiman, Peace Now, menambahkan bahwa jumlah tertinggi selama periode itu 2.874 unit rumah pada 2013.

“Rata-rata, sejak tahun 2001, 1790 unit rumah mulai dibangun di pemukiman Tepi Barat setiap tahun,” kata Peace Now. (Baca juga:Netanyahu: Resolusi PBB Anti-Pemukiman Ilegal Gara-gara Obama)

Kelompok pengawas itu dengan mengutip data Israel menambahkan bahwa meskipun pembangunan pemukiman terus berlangsung sejak pendudukan Israel di wilayah Palestina, namun sejumlah 14.017 unit telah dibangun sejak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali berkantor pada tahun 2009, belum termasuk pemukiman yang dibangun di wilayah pendudukan Yerusalem, Timur al -Quds.

“Peningkatan tajam dalam pembangunan pemukiman mengirimkan pesan yang jelas kepada Palestina dan masyarakat internasional bahwa Israel tidak tertarik pada solusi dua-negara,” kata Peace Now. (Baca juga:Israel dan Teroris, Dua Sisi dari Koin yang Sama)

Angka-angka ini dirilis hanya sehari setelah Netanyahu bersumpah untuk terus maju dengan membangun unit pemukim baru, menekankan bahwa rezim Tel Aviv tidak memiliki rencana untuk membatasi pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur al-Quds.

Pada tanggal 23 Desember 2016, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 2334 yang menyerukan Israel untuk “segera dan sepenuhnya menghentikan semua kegiatan permukiman di wilayah pendudukan Palestina, termasuk al-Quds, Yerusalem Timur. (Baca juga:Acuhkan PBB, PM Israel Setujui Pembangunan 3000 Unit Pemukiman Baru di Tepi Barat)

Resolusi itu juga menyatakan bahwa pembangunan pemukiman Israel “tidak memiliki validitas hukum dan merupakan pelanggaran mencolok di bawah hukum internasional.”

Sekitar 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 di wilayah Palestina, di Tepi Barat dan al-Quds, Yerusalem Timur. (ARN)

About ArrahmahNews (12170 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Pembangunan Pemukiman Ilegal Israel Meningkat 40 Persen di 2016 | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: