Mengapa Berduka untuk London tapi Tidak untuk Yaman dan Nigeria?

Sabtu, 25 Maret 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, LONDON – Sebuah artikel yang ditulis oleh Elizabeth Renzetti dalam The Globe and Mail berjudul “Why do we mourn for Britain – but not Nigeria or Yemen?” menjelaskan bahwa media-media Barat telah membuat masyarakat dunia lebih memperhatikan dan fokus terhadap serangan-serangan teror kecil yang terjadi di Barat namun mengabaikan serangan-serangan dan kehidupan penuh teror yang dialami warga Timur-Tengah dan Afrika seperti Yaman dan Nigeria.

Dalam artikel yang dimuat pada hari Jum’at (24/03) itu Renzetti menulis bahwa segera pasca serangan “seorang kolumnis Daily Mail dalam Fox News mengklaim bahwa negara dalam kepanikan dan ketakutan luar biasa,” menambahkan, “Sejarawan Populer TV, Dan Snow, memfilmkan dirinya berjalan menyusuri London dihari berikutnya (pasca serangan Jum’at), menunjukkan wisatawan dan anak sekolah yang mengatakan, “Belum pernah melihat begitu banyak ketakutan, belum pernah melihat banyak keputus asaan.” (Baca juga: Pelaku Teror London Pernah Tinggal di Arab Saudi)

Renzetti menyebut bahwa itulah yang kemudian dimunculkan di media-media, namun di saat yang sama, ia yang tinggal di London menemukan kenyataan berbeda yang tidak ditunjukkan media-media tersebut.

“Saat ini aku pergi ke kafe. Di suatu tempat, staf memposting sebuah pesan:” Semua teroris diingatkan dengan sopan bahwa ini adalah London dan apa pun yang Anda lakukan pada kami, kami akan tetap minum teh dan keriangan akan terus berlanjut.” tulis Renzetti yang menggambarkan ketakutan yang luar biasa itu bahkan sama sekali tidak terlihat. (Baca juga: Assad: Kebijakan Salah Barat atas Suriah Picu Krisis Pengungsi dan Terorisme)

Dalam tulisannya, Renzetti menyebut bahwa masyarakat dunia telah banyak dibodohi sehingga mereka tidak tahu atau tidak menyadari bahwa diluar sana, serangan kekerasan terjadi jauh lebih parah dari apa yang terjadi di London dan Barat pada umumnya.

“Kalian mungkin berpikir salah, bahwa gelombang teror bergolak di Eropa. Kalian juga mungkin tidak tahu bahwa pada hari yang sama dengan tragedi Westminster, ada serangan teror sama yang lebih mematikan di Maiduguri, di timur laut Nigeria, di mana pelaku bom bunuh diri menewaskan beberapa pengungsi dan melukai banyak lainnya di sebuah kamp untuk pengungsi internal. Serangan yang menghancurkan melanda kamp itu. Ada serangkaian pemboman di Maiduguri, terutama ditujukan untuk orang-orang yang melarikan diri dari kampanye teroris Boko Haram. (Baca juga: Bashar Assad; Kebijakan Beberapa Pemimpin Eropa Menyebabkan Penyebaran Terorisme)

“Nigeria adalah hanya salah satu tempat di mana warga sipil menghadapi ancaman serius terorisme dimana sebagian besar masyarakat kita nyaris tidak pernah mendengar tentang itu,” jelasnya.

Renzetti juga menyertakan dalam artikelnya, database global Terorisme internasional pada akhir 2015: “Meskipun serangan teroris terjadi di hampir 100 negara pada tahun 2015, mereka terkonsentrasi secara geografis. Lebih dari 50 persen dari semua serangan berlangsung di lima negara (Irak, Afghanistan, Pakistan, India, dan Filipina), dan 69 persen dari semua kematian akibat serangan teroris terjadi di lima negara (Irak, Afghanistan, Nigeria, Suriah, dan Yaman).” (Baca juga: Europol; 10.000 Pengungsi “Anak” Menghilang Setelah Masuk Eropa)

Menurutnya ada banyak alasan mengapa kekejaman di tempat-tempat itu sebagian besar diabaikan. Hal itu antara lain karena media tidak meliput langsung di Suriah, Irak dan Afghanistan, sebagaimana mereka meliput di Berlin atau London atau Paris.

Pada akhir artikelnya Renzetti menyimpulkan bahwa aksi teror akan terus terjadi di Eropa, dan mereka harus dihukum dan kita memang perlu berduka ketika serangan terjadi. Tapi sangat berduka untuk itu, sementara mengabaikan kekerasan lain di seluruh dunia, adalah sebuah kesalahan besar karena disanalah di mana bahaya benar-benar berada, dan mengancam”. (ARN)

About ArrahmahNews (12203 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Mengapa Berduka untuk London tapi Tidak untuk Yaman dan Nigeria? | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: