Ketua PBNU Sayangkan Masjid dan Shalat Jumat Ikut Terpolitisasi

Kamis, 30 Maret 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahldtul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai Demo 313 yang akan digelar pada Jumat 31 Maret oleh sejumlah orang mengatasnamakan umat Islam Indonesia adalah karena alasan politik.

“Ini masalahnya Pilkada (DKI Jakarta),” kata Kiai Said di Gedung PBNU, Rabu (29/1). (Baca juga: Aksi Demo 313 Rusak Demokrasi Pilkada DKI Jakarta)

Ia mengatakan, masjid itu adalah tempat ibadah bagi umat Islam dan tidak semestinya digunakan untuk tujuan-tujuan politik. Menurutnya, mereka yang melakukan hal itu adalah orang yang kurang mendalam memahami agama. Ia sangat menyesalkan pihak-pihak yang mencampuradukkan agama dengan politik.

Tidak ada politik di dalam agama dan tidak ada agama di dalam politik. Karena yang mengatasnamakan agama untuk alat politik itu rawan penyimpangan, terangnya.

Ia meminta kepada siapa pun umat Islam untuk tidak menggunakan agama dalam meraih kekuasaan karena itu hanya akan membuat citra agama tersebut menjadi negatif. “Yang saya sayangkan adalah mengatasnamakan agama demi mengalahkan pasangan calon lain,” tegasnya. (Baca juga: Kesaksian Gus Ishom dalam Sidang Ahok Buat Gerah Kelompok Radikal)

Kiai Said mengkhawatirkan, pasangan calon yang diusung dengan kampanye atas nama agama menang, namun nanti saat proses memimpin ditemukan ada kasus korupsi, tidak bertanggung jawab, dan tidak mampu mengentaskan permasalahan masyarakat bawah, maka yang kena imbasnya adalaha agama itu sendiri.

“Allah diajak kampanye. Ternyata pejabatnya korup, kemiskinan dimana-mana. Apa itu hasil membawa Allah di dalam politik,” cetusnya. (Baca juga: Gus Mus; Ulamanya Sok Tahu Politik Padahal Ndak Ngerti Politik)

Alasannya menolak demo tersebut bukan karena ia membela atau mendukung salah satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama. “Bukan saya membela Ahok. Waallahi,” kata Kiai Said dengan bersumpah.

Ia juga berkali-kali mengatakan jika seseorang tidak suka dengan salah satu pasangan calon gubernur, maka tinggal tidak usah dipilih. “Gak usah demo-demo,”  pungkasnya. (Baca juga: Ansor Seperti Sayyidina Ali dan Abu Bakar Jaga Nabi)

Ia meminta kepada semua elemen untuk menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Berdemokrasi harus bebas, rahasia, dan jujur. Tidak ada kawal-kawalan. Tidak ada intimidasi,” tandasnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12172 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Ketua PBNU Sayangkan Masjid dan Shalat Jumat Ikut Terpolitisasi | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: