Assange Ejek Capres Ekuador yang Kalah Dalam pemilu

Senin, 03 April 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, LONDON – Pendiri WikiLeaks Julian Assange pada hari Senin (03/04) mengejek politisi Ekuador, Guillermo Lasso, yang telah bersumpah untuk mengusirnya dari Kedutaan Besar Ekuador di London jika menang pemilu, untuk segera meninggalkan Ekuador dalam waktu 30 hari, setelah capres itu ternyata gagal meraih kemenangan.

“Saya dengan hormat mengundang Lasso untuk meninggalkan Ekuador dalam waktu 30 hari (dengan atau tanpa suaka pajak jutaannya,” tulis Assange di halaman Twitter-nya.

Menurut National Electoral Council, yang telah memproses lebih dari 90 persen suara, Lenin Moreno, calon dari partai berkuasa Ekuador PAIS Alliance, memenangkan pemilu dengan lebih dari 51 persen suara sementara Lasso mengumpulkan kurang dari 49 persen.

Pada bulan Februari, Lasso mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Guardian bahwa dalam jika ia menang dalam pemilihan presiden ia akan “dengan hormat meminta” Assange meninggalkan Kedutaan Besar Ekuador di London dalam waktu 30 hari.

Assange telah berada di Kedutaan Besar Ekuador di London sejak 2012 karena takut diekstradisi ke Swedia atas tuduhan pelecehan seksual. Pendiri WikiLeaks itu membantah tuduhan tersebut.

Pada tanggal 4 Desember 2015, Kelompok Kerja PBB tentang Penahanan Sewenang-wenang (WGAD) memutuskan bahwa penahanan Assange adalah sewenang-wenang. Britania Raya dan Swedia telah menolak untuk mengakui legitimasi keputusan itu dan untuk mengakhiri penuntutan Assange. (ARN)

About ArrahmahNews (12177 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Kalah Dalam pemilu, Capres Ekuador Diejek Assange – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: